Selasa, Oktober 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Merawat Adab dalam Pendidikan: Refleksi Hari Pendidikan Nasional

Redaksi by Redaksi
Mei 2, 2026 5:05 pm
in Ruang Cendekia
Aries Munandar. Foto/dok

Aries Munandar. Foto/dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Aries Musnandar*

Tugumalang.id – Setiap 2 Mei, kita memperingati Hari Pendidikan Nasional. Sebuah momentum penting yang tidak hanya mengajak kita mengenang jasa para pelopor pendidikan, tetapi juga memberi ruang untuk merenung: ke mana arah pendidikan kita hari ini dibawa?

READ ALSO

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Pendidikan, dalam hakikatnya, bukan sekadar proses penyampaian ilmu pengetahuan. Ia adalah ikhtiar membentuk manusia—membangun cara berpikir, membentuk karakter, sekaligus menumbuhkan kepekaan terhadap sesama. Dalam konteks ini, pertanyaan sederhana namun mendasar patut diajukan: sudahkah ilmu yang kita ajarkan mengantarkan peserta didik pada adab?

Antara Ilmu dan Adab

Pemikiran Ki Hadjar Dewantara masih terasa relevan hingga hari ini. Melalui falsafah Tut Wuri Handayani, beliau menempatkan pendidikan sebagai proses yang utuh: memberi teladan di depan, membangun semangat di tengah, dan memberikan dorongan dari belakang.

Baca Juga: Hari Anak Nasional, Pusat Gender UM Gelar Seminar Mengonstruksi Nilai Pendidikan pada Cerita Anak

Pendidikan bukan hanya soal apa yang diajarkan, tetapi juga bagaimana nilai itu dihidupkan.

Namun dalam praktiknya, tantangan pendidikan modern semakin kompleks. Di tengah tuntutan capaian akademik, akreditasi, dan kompetisi global, dimensi pembentukan karakter sering kali tidak mendapatkan ruang yang cukup. Proses belajar terkadang lebih berfokus pada hasil, sementara proses pematangan nilai berjalan lebih lambat.

Lebih jauh, persoalan ini tidak hanya bersifat pedagogis, tetapi juga struktural. Sistem pendidikan kita masih cenderung menempatkan keberhasilan pada indikator yang mudah diukur: angka, peringkat, dan keluaran administratif.

Kurikulum disusun padat, tetapi sering kali miskin ruang refleksi. Guru dan dosen dituntut produktif secara kuantitatif, sementara peran mereka sebagai teladan moral tidak selalu mendapat penguatan yang setara.

Di sisi lain, peserta didik tumbuh dalam ekosistem digital yang serba cepat, instan, dan kompetitif. Informasi melimpah, tetapi tidak semuanya terolah menjadi pengetahuan yang bermakna.

Baca Juga: Presiden Prabowo di Hari Guru Nasional 2025 Soroti Pendidikan hingga Pemberantasan Korupsi

Interaksi semakin luas, tetapi tidak selalu memperdalam empati. Dalam situasi ini, adab tidak cukup diajarkan sebagai konsep, tetapi perlu dihidupkan sebagai praktik yang konsisten.

Bahkan, laporan World Economic Forum menegaskan bahwa keterampilan seperti empati, kepemimpinan, dan etika justru semakin penting di tengah kemajuan teknologi.

Kecenderungan ini sejalan dengan arah kebijakan pendidikan nasional. Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menempatkan dimensi beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia sebagai fondasi utama, sejajar dengan kemandirian, gotong royong, dan bernalar kritis.

Ini menunjukkan bahwa sejak tingkat kebijakan, pendidikan Indonesia sebenarnya telah mengakui pentingnya keseimbangan antara ilmu dan adab—meski dalam praktiknya masih memerlukan penguatan yang konsisten.

Menghadirkan “Ruh” dalam Pendidikan

Hari Pendidikan Nasional dapat menjadi titik refleksi untuk meneguhkan kembali makna pendidikan sebagai ta’dib—proses penanaman adab.

Dalam perspektif ini, pendidikan tidak berhenti pada penguasaan ilmu, tetapi juga mengarah pada pembentukan sikap, etika, dan tanggung jawab sosial.

Setiap proses akademik, baik di ruang kelas maupun dalam penelitian, sejatinya memiliki peran yang lebih luas. Riset tidak sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi diharapkan mampu menjawab persoalan nyata. Pembelajaran bukan hanya penyampaian materi, melainkan juga penanaman nilai.

Pendidikan yang bermakna adalah pendidikan yang menghadirkan “ruh”—yang menghubungkan pengetahuan dengan kebijaksanaan, serta kecerdasan dengan kepekaan moral.

Dalam tradisi keilmuan, sosok ideal yang diharapkan lahir adalah ulul albab: mereka yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.

Upaya ini tentu tidak dapat dicapai secara instan. Ia memerlukan komitmen bersama—dari pendidik, institusi, hingga pembuat kebijakan—untuk menghadirkan pendidikan yang lebih seimbang antara capaian intelektual dan pembentukan karakter. Ruang kelas perlu kembali menjadi ruang keteladanan, bukan sekadar ruang penyampaian materi.

Dalam tradisi Islam, sosok ideal yang lahir dari pendidikan adalah ulul albab—mereka yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga dalam secara spiritual dan sosial. Mereka berpikir, merenung, dan bertindak dalam satu kesatuan nilai.

Inilah tantangan kita hari ini: bagaimana melahirkan generasi ulul albab di tengah sistem pendidikan yang semakin teknokratis dan kompetitif.
Pada akhirnya, Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar peringatan tahunan.

Ia adalah pengingat bahwa pendidikan selalu memiliki dimensi moral yang perlu dirawat. Sebab kemajuan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh seberapa tinggi ilmu pengetahuannya, tetapi juga oleh seberapa kuat adab yang menyertainya.

Selamat Hari Pendidikan Nasional.

Mari kita meneguhkan kembali pendidikan yang berilmu, beradab, dan membawa manfaat bagi sesama.

 

*Penulis adalah asisten direktur Pascarsarjana Universitas Raden Rahmat

Editor: Herlianto. A

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Tags: hardiknashari pendidikan nasionalpendidikanunira

Related Posts

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor
Ruang Cendekia

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Jumat, 9 Okt 2026
Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren
Ruang Cendekia

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Minggu, 4 Okt 2026
Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang
Ruang Cendekia

Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang

Minggu, 4 Okt 2026
Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam
Ruang Cendekia

Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam

Rabu, 30 Sep 2026
Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda
Ruang Cendekia

Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda

Rabu, 30 Sep 2026
Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai
Ruang Cendekia

Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai

Senin, 28 Sep 2026
Next Post
Kejuaraan Karate Nasional Piala Rektor Cup 2026 di UMM di momen Hardiknas 2026. Foto: Azmy

Kejuaraan Karate Nasional Meriahkan Hardiknas 2026 di UMM, Ajang Bangun Kecerdasan Fisik dan Mental

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.