Malang, Tugumalang.id – Polresta Malang Kota menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 sebagai penanda dimulainya pengamanan terpadu menjelang libur panjang Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri 2026. Ratusan personel gabungan disiagakan untuk mengantisipasi lima potensi kerawanan yang dipetakan selama periode libur panjang tersebut.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, mengatakan bahwa Operasi Ketupat yang mengusung tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” menekankan kesiapsiagaan seluruh personel dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
“Operasi ini bukan hanya soal lalu lintas, tetapi tentang pelayanan publik, keamanan hingga memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dan aktivitas liburannya dengan aman dan nyaman,” kata Putu Kholis, Kamis (12/3/2026).
Lima Potensi Kerawanan Selama Libur Nyepi dan Lebaran
Berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektor, Polresta Malang Kota memetakan lima potensi tantangan utama yang perlu diantisipasi selama masa libur Nyepi dan Idul Fitri 2026 di Kota Malang.
Beberapa potensi kerawanan tersebut meliputi:
-
Kepadatan lalu lintas di Kota Malang yang menjadi jalur strategis menuju kawasan wisata Malang Raya.
-
Meningkatnya aktivitas di fasilitas publik seperti pusat perbelanjaan, tempat wisata, pusat kuliner, hingga destinasi oleh-oleh.
-
Anomali parkir di kawasan keramaian akibat tingginya mobilitas masyarakat.
-
Peningkatan volume sampah selama periode libur panjang.
-
Inflasi temporer atau inflasi musiman yang biasanya muncul akibat meningkatnya permintaan barang dan jasa menjelang hari raya.
Baca juga: Polresta Malang Kota Sediakan Penitipan Kendaraan Gratis Saat Mudik Lebaran 2026
Menurut Putu Kholis, tingginya mobilitas masyarakat saat periode libur panjang juga berdampak pada meningkatnya aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
“Semakin tinggi mobilitas masyarakat, maka semakin tinggi pula konsumsi dan aktivitas ekonomi. Dampaknya adalah munculnya tantangan lain seperti pengelolaan parkir, pengelolaan sampah, hingga inflasi musiman yang perlu kita kendalikan bersama,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika situasi dapat dikelola secara baik melalui sinergi lintas sektor, maka momentum libur panjang juga dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
“Jika kita mampu bersinergi dan mengelola situasi dengan baik, maka momentum libur panjang ini juga dapat menjadi peluang pertumbuhan ekonomi serta menunjukkan bahwa Malang adalah kota yang aman, ramah bagi wisatawan, dan nyaman bagi warganya,” tuturnya.
Pemkot Malang Siapkan Tim Pengurai Kemacetan
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan bahwa Pemerintah Kota Malang bersama TNI dan Polri telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna memastikan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman.
Selama ini, Kota Malang dikenal sebagai kota transit menuju sejumlah destinasi wisata di Malang Raya, seperti Kota Batu dan Kabupaten Malang. Karena itu, potensi kepadatan diperkirakan terjadi di beberapa ruas jalan utama, kawasan pusat perbelanjaan, destinasi wisata, serta kawasan kuliner populer seperti kawasan Heritage Kayutangan.
“Kami juga menyiapkan tim pengurai kemacetan yang akan bergerak secara mobile untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, terutama di pusat keramaian dan kawasan kuliner,” kata Wahyu.
Baca juga: Polresta Malang Kota Batasi Operasional Angkutan Barang Selama Arus Mudik Lebaran 2026
Dalam Operasi Ketupat Semeru 2026, pengamanan di Kota Malang melibatkan ribuan personel gabungan dari berbagai instansi, mulai dari Polri, TNI, pemerintah daerah, relawan hingga supeltas, termasuk warga yang aktif melaksanakan siskamling.
Selain itu, patroli bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga unsur kelurahan dan RT/RW juga akan digencarkan untuk mengamankan rumah kosong serta menjaga keamanan lingkungan permukiman selama periode mudik Lebaran.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko
























