Senin, Juli 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Jelajah Pesantren Malang Raya

Bedah Kitab Idhotun Nasyiin, Santri Pesantren Luhur Baitul Hikmah Hadirkan Nasihat untuk Para Pemuda 

Redaksi by Redaksi
Desember 3, 2024 3:00 pm
in Jelajah Pesantren Malang Raya
Acara bedah kitab Idhotun Nasyiin di Pesantren Luhur Baitul Hikmah. Foto/dok for TM

Acara bedah kitab Idhotun Nasyiin di Pesantren Luhur Baitul Hikmah. Foto/dok for TM

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Kitab Idhotun Nasyiin karya Syekh Mustafa Al-Ghulayini menjadi kitab yang berhasil diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh para santri Pesantren Luhur Baitul Hikmah.

Kitab tersebut kemudian dibedah sebagai rangkaian dari menyambut ulang tahun pesantren yang berada di Tegalsari, Kepanjen Kabupaten Malang itu pada Senin malam (02/12/2024).

READ ALSO

Berkah Hari Raya Idul Adha: Ini Keutamaan dan Manfaat Berkurban sebagai Bukti Cinta Kepada Allah

6 Amalan Syawal Penuh Berkah: Lanjutkan Momentum Ramadan untuk Umat Muslim

Kitab Idhotun Nasyiin ini diterjemahkan oleh empat santri, yaitu Difan, Bahri, Burhan, dan Falah. Menurut penerjemah, Syekh Mustafa Al-Ghulayini menulis kitab Idhotun Nasyiin untuk memotivasi generasi muda agar lebih bersemangat dalam berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat. “Oleh sebab itu, terjemahan ini diberi judul Nasihat Untuk Para Pemuda,” kata Difan sebagai salah satu penerjemah.

Baca Juga: Sambut Tahun Baru Islam, Pesantren Luhur Baitul Hikmah Gelar Khitanan Massal

Difan menambahkan bahwa kitab ini dipilih karena memiliki kosakata yang sederhana tetapi penuh nilai sastra.

“Redaksi pemilihan kata dalam kitab ini sangat berirama. Meskipun kitab ini hampir satu abad usianya, isinya masih sangat relevan dengan kondisi zaman sekarang, terutama bagi para pemuda,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan fakta menarik bahwa pada masa penjajahan Belanda, kitab ini sempat diboikot karena dikhawatirkan memotivasi santri untuk melakukan perlawanan.

Proses penerjemahan kitab ini, menurut Falah penerjemah lainnya, memakan waktu sekitar empat bulan. Dengan 12 sub judul yang ada, setiap penerjemah mendapatkan bagian masing-masing untuk dikerjakan secara bergiliran.

Baca Juga: Menikah dengan Mahar Tafsir Alquran

“Buku ini sebelumnya adalah kumpulan catatan yang digemari oleh pembaca, karena tulisannya mengandung nasihat yang mudah diterapkan,” ujar Falah.

Relevansi dan Kritik terhadap Kemunduran Umat Islam

Burhan, penerjemah lainnya, menjelaskan relevansi isi kitab ini dengan keadaan umat Islam saat ini. Ia mengutip pandangan ulama Timur Tengah, Saqib Arsalan, yang pernah mengemukakan enam alasan mengapa umat Islam mengalami kemunduran.

Menurut Burhan, poin-poin yang diangkat dalam kitab Idhotun Nasyiin mencakup beberapa alasan tersebut. “Salah satu alasan yang disebutkan adalah jauhnya umat Islam dari ajaran yang benar. Selain itu, ada juga masalah menentangkan sains dengan agama, padahal Islam hadir tidak hanya sebagai agama tetapi juga ilmu pengetahuan,” jelas Burhan.

Dalam salah satu subjudul kitab, yakni Iradah (daya juang), Syekh Mustafa Al-Ghulayini menegaskan pentingnya menyatukan pandangan bahwa Islam dan sains tidak bertentangan, melainkan saling melengkapi.

Selain para penerjemah, acara ini juga menghadirkan Ach Khoiron Nafis sebagai pembedah buku. Dia adalah seorang penerjemah kitab klasik, khususnya karya-karya Imam Ghazali. Dalam pemaparannya, Nafis menekankan pentingnya memperluas jangkauan bahasa Indonesia melalui terjemahan kitab-kitab berbahasa Arab.

“Saya termasuk orang yang sepakat mempelajari terjemahan orang lain, karena dari situ kita bisa memperbaikinya. Seandainya ada naskah lain yang kita adopsi dari awal sampai akhir, itu tidak masalah, asalkan setelah itu kita rombak dan tunjukkan bahwa terjemahan kita lebih baik,” ujarnya.

Menurutnya, proses penerjemahan bukan hanya sekadar memindahkan bahasa, tetapi juga melibatkan interpretasi yang tepat agar pesan dalam kitab tetap relevan dengan konteks pembaca masa kini. Dengan begitu, hasil terjemahan bisa lebih bermakna dan aplikatif.

Acara ini tidak hanya dihadiri oleh para santri Pesantren Luhur, tetapi juga sejumlah mahasiswa dari Kota Malang. Kehadiran mereka menunjukkan antusiasme yang besar terhadap karya-karya terjemahan yang berisi nilai-nilai luhur dan relevansi masa kini.

Pesantren Luhur Baitul Hikmah kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan tradisi keilmuan dan memperkuat generasi muda melalui karya-karya literatur klasik.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Reza Amrullah

Editor: Herlianto. A

Tags: Bedah BukuKitab Idhotun NasyiinPesantren di MalangPesantren Luhur Baitul Hikmah

Related Posts

Sambut Hari Raya Idul Adha, ada beberapa keutamaan dan manfaat berkurban bagi umat Muslim. /Foto: Pinterest/Renee Terheggen.
Jelajah Pesantren Malang Raya

Berkah Hari Raya Idul Adha: Ini Keutamaan dan Manfaat Berkurban sebagai Bukti Cinta Kepada Allah

Jumat, 22 Mei 2026
6 amalan di bulan Syawal yang bisa dikerjakan oleh setiap umat Muslim untuk menambah rasa keimanan dan juga mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. /Foto: Pinterest/Aulia Najwa
Jelajah Pesantren Malang Raya

6 Amalan Syawal Penuh Berkah: Lanjutkan Momentum Ramadan untuk Umat Muslim

Minggu, 22 Mar 2026
Ulang tahun Pesantren Luhur Baitul Hikmah yang ke-14. Hadir Kang Maman (kiri), Ach Dhofir Zuhry (tengah) dan Fahruddin Faiz (Kanan). Foto/Jazuli
Jelajah Pesantren Malang Raya

Pesantren Luhur Baitul Hikmah, Buku dan Filsafat

Rabu, 17 Des 2025
Penerjemah buku foto bersama pasca acara di Pesantren Luhur Baitul Hikmah. Foto: Muhammad Jazuli.
Jelajah Pesantren Malang Raya

Pesantren Luhur Baitul Hikmah Kepanjen Bedah 2 Buku, Tanya Jawab Logika dan Tentang Ateisme 

Kamis, 11 Des 2025
Bahtsul Masail LBM Syuriah PWNU Jawa Timur di Haul ke-9 Kiai Badruddin Anwar. Foto/dok
Jelajah Pesantren Malang Raya

Haul ke-9 Kiai Badruddin Anwar Diisi Bahtsul Masail Syuriah PWNU Jawa Timur

Rabu, 19 Nov 2025
Ilustrasi kurikulum pesantren. Foto/dok. galeri PPSAD
Jelajah Pesantren Malang Raya

Struktur dan Jenjang Kurikulum Madrasah Diniyah di Pesantren

Rabu, 12 Nov 2025
Next Post
Proses rekapitulasi hasil perhitungan suara Pilkada Kota Batu 2024. Foto: KPU Kota Batu

Final! Ini Perolehan Suara Paslon di Pilkada Kota Batu 2024

BERITA POPULER

  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.