Selasa, Juli 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Menikah dengan Mahar Tafsir Alquran

Redaksi by Redaksi
Desember 23, 2023 11:03 am
in Catatan
Ach Khoiron Nafis saat diakad oleh Kiai Ach Dhofir Zuhry, pengasuh Pesantren Luhur Baitul Hikmah.

Ach Khoiron Nafis saat diakad oleh Kiai Ach Dhofir Zuhry, pengasuh Pesantren Luhur Baitul Hikmah. Foto/Endul

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Herlianto. A, Pemred Tugu Malang

Tugumalang.id – Apa yang membuat suatu pernikahan itu istimewa? Ada banyak hal, salah satunya mahar yang diberikan. Saya baru saja menyaksikan satu pernikahan yang istimewa dengan mahar tafsir Alquran, surat Al An-Biya’.

READ ALSO

Kiai Bad dan Visualisasi Do’a

Buku Pelanggaran

Mahar itu diberikan oleh teman saya, Ach Khoiron Nafis asal Pontianak, pada kekasih hatinya Zahrofatul Asri Irin asal Desa Sumber Urip, Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, pada Jumat (22/12/2022).

Pernikahan dengan mahar tafsir Alquran sepertinya baru kali ini terjadi, umumnya berupa “seperangkat alat salat” atau bisa berupa besaran uang tertentu yang kemudian dikreasi dengan berbagai model.

Baca Juga: 5 Kecamatan dengan Pondok Pesantren Terbanyak di Kabupaten Malang

Bung Nafis, saya memanggilnya, memang santri yang punya obsesi besar untuk pemikiran Islam, terutama kajian-kajian filsafat, logika, mistika Islam dan tafsir. Itu terlihat sejak kami belajar bersama di Pesantren Luhur Baitul Hikmah dan STF Al Farabi Kepanjen Malang.

Ach Khoiron Nafis saat diakad oleh Kiai Ach Dhofir Zuhry, pengasuh Pesantren Luhur Baitul Hikmah.
Ach Khoiron Nafis saat diakad oleh Kiai Ach Dhofir Zuhry, pengasuh Pesantren Luhur Baitul Hikmah. Foto/Endul

Beberapa karya yang berhasil diwujudkan di antaranya terjemahan kitab sang Hujjatul Islam Al Ghazali: Al Munqid Min Dhalal, Tahafut Al Falasifah dan Min Hajul Abidin. Selain itu ada buku Sederhana Itu Tidak Sesederhan Itu dan beragam esai dalam kompilasi.

Kini, Bung Nafis mengarungi hidup baru: pernikahan, yang dalam sejarah filsafat memang dianjurkan, salah satunya oleh Sokrates: menikahlah jika istrimu baik maka kamu akan bahagia, jika tidak kamu akan jadi filsuf.

Baca Juga: 4 Kebiasaan Orang tua yang Membuat Anak Manja di Pesantren

Kutipan masyhur Sokrates itu menunjukkan tak ada keburukan dalam pernikahan jika diniatkan dan dihadapi dengan cara yang tepat. Dalam Islam juga sangat dianjurkan bagi yang mampu, bahkan bisa jadi suatu kewajiban yang artinya jika diabaikan akan diganjar dengan dosa dan siksa.

Foto bersama. Foto/dok

Mengapa dua peradaban tua ini, Yunani dan Islam, seperti memiliki kemiripan anjuran soal pernikahan? Apa istimewanya? Dalam tradisi Yunani, keluarga adalah unsur atomik dalam masyarakat (negara, polis). Mula-mula seorang individu tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri, mereka perlu berkelompok dan bersosial (zoon politikon).

Salah satu bentuk bersosial itu adalah pernikahan yang kemudian disebut keluarga (koinonia), beberapa keluarga bergabung membentuk desa (oikonomia) dan desa berkumpul membentuk negara (polis). Polis (negara) inilah yang diyakini menjadi komunitas manusia yang mampu memenuhi segala kebutuhannya (autrakheia). Jadi tanpa keluarag tak bisa dibayangkan adanya negara.

Dalam Islam tak kalah pentingnya. Saya menyebutnya dalam Islam pernikahan itu adalah “peristiwa besar”, kerena akad nikah bisa mengubah hal yang diharamkan, dilarang dan bahkan dikutuk bisa menjadi halal dan boleh dilakukan: hubungan seksual.

Hubungan biologis yang jangankan melakukannya, mendekati saja diharamkan lalu berubah menjadi halal dan bisa dilakukan tentu saja dengan “berbagai gaya” hingga tembok-tembok pun ikut berkeringat. Ini jelas peristiwa yang besar, dan tak semua peritiwa bisa begitu.

Kemudian, keluarga diyakini sebagai lembaga untuk mengelola dengan benar biological drive manusia, salah satu hasrat purba pada setiap manusia, yang apabila keliru mengelolanya bisa menjadi serigala yang memangsa apapun yang baik dari kehidupan ini.

Lalu keluarga dihadirkan sebagai tempat menambatkan hati, tempat mengikat birahi srigala yang kerap meronta-ronta melahirkan kecemasan panjang dalah sejarah manusia. Tentu saja pengikatnya bukanlah tambang yang besar ataupun rantai besi, tetapi cinta dan kasih yang tulus.

Selain itu, peradaban Islam menyebut keluarga adalah Al Madrasatul Ula (lembaga sekolah pertama) di mana generasi penerus baik agama dan bangsa dilahirkan lalu dibesarkan dan didik dengan cinta dan kasih sayang. Itulah rangkaian sebagian saja dari keistimewaan pernikahan.

Karena itulah Bung Nafis, ingin memberikan sesuatu yang istimewa dalam “peristiwa besar” itu, berupa tafsir surat Al Anbiya’ yang menurutnya memiliki beberapa kekhasan. Salah satunya, surat yang namanya tidak disebut dalam setiap ayat-ayatnya.

Kini Bung Nafis telah menapakkan kakinya di tahapan “keluarga baru”. Kami semua mendoakan semoga menjadi keluarga sakinah mawadda warohmah untuk Bung Nafis dan sang kekasih.

Oh iya lupa, ada tips yang seringkali dipetuahkan oleh para leluhur untuk para pengantin muda yang sedang bergairah. Bahwa yang membuat bahtera rumah tangga dapat berlayar dengan baik apabila menyelaraskan tiga hal: komunikasi, seks dan ekonomi. Tiga hal ini setidaknya harus terpenuhi dua saja, syukur-syukur bisa semua.

Semoga Bung Nafis bisa mengarungi bahtera kehidupan dengan selamat dan tiba di tujuan dengan berbagai cobaan dan rintangan. Amien. (*)

Tags: MaharpernikahanTafsir Alquran

Related Posts

Kiai Bad dan Visualisasi Do’a
Catatan

Kiai Bad dan Visualisasi Do’a

Senin, 13 Jul 2026
Buku Pelanggaran
Catatan

Buku Pelanggaran

Minggu, 12 Jul 2026
Cologne,  Katedral, dan Masjid 
Catatan

Cologne, Katedral dan Masjid 

Kamis, 9 Jul 2026
Menakar Ulang Menara Gading: Ketika Gelar Akademik Dosen Menjauh dari Realitas Publik
Catatan

Menakar Ulang Menara Gading: Ketika Gelar Akademik Dosen Menjauh dari Realitas Publik

Kamis, 9 Jul 2026
Cristiano Ronaldo dan Seperti Apa Sebaiknya Kita Memandang Sebuah Kehidupan
Catatan

Cristiano Ronaldo dan Seperti Apa Sebaiknya Kita Memandang Sebuah Kehidupan

Rabu, 8 Jul 2026
Kota Malang dan El Nino
Catatan

Kota Malang dan El Nino

Rabu, 8 Jul 2026
Next Post
Petugas melakukan penanggulangan kebakaran di sebuah rumah di Bululawang.

Ditinggal Belanja, Api Kompor Sebabkan Kebakaran Rumah di Bululawang

BERITA POPULER

  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.