Sabtu, Agustus 22, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Cristiano Ronaldo dan Seperti Apa Sebaiknya Kita Memandang Sebuah Kehidupan

Redaksi by Redaksi
Juli 8, 2026 3:11 pm
in Catatan
Cristiano Ronaldo dan Seperti Apa Sebaiknya Kita Memandang Sebuah Kehidupan

Coach Dr Fahmi. Foto/dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Coach Dr Fahmi*

Tugumalang.id – Cristiano Ronaldo tertunduk lesu. Air matanya tak kuasa menetes. Ronaldo lunglai usai timnya kalah dengan skor tipis 1-0 dari Spanyol dalam laga 16 besar Piala Dunia, Selasa (7/7/2026). Pemain yang identik dengan nomor urut 7 itu, justru tumbang di tanggal 7, bulan 7.

READ ALSO

Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran

Fotografi Produk Jadi Jalan UMKM Bertahan

Usai pertandingan, Ronaldo mengumumkan pensiun dari Portugal pada Piala Dunia. Ya, di usia kini yang sudah 41 tahun, Ronaldo hampir mustahil masih mempunyai kekuatan fisik yang cukup untuk berlaga di Piala Dunia 2030.

Ronaldo sudah menjadi wajah Portugal sejak tahun 2006 di Piala Dunia. Sangat jarang seorang mega bintang mampu berlaga secara konsisten di enam edisi Piala Dunia sekaligus. Dan Ronaldo adalah sedikit dari mega bintang itu.

Baca Juga: Coach Dr Fahmi Dorong Adanya Daya Tumbuh untuk Berdaya Saing di Open House Gemilang

Saya membayangkan, mungkin bukan kekalahan itu yang membuat Cristiano Ronaldo menangis. Sebab sepanjang kariernya, ia sudah berkali-kali kalah. Final yang lepas. Adu penalti yang menyakitkan. Kritik yang datang bertubi-tubi. Bahkan ejekan yang tak pernah benar-benar berhenti.

Yang membuatnya menangis, barangkali adalah kesadaran bahwa ada satu bab kehidupan yang akhirnya harus ditutup.

Cristiano Ronaldo dan Seperti Apa Sebaiknya Kita Memandang Sebuah Kehidupan
Cristiano Ronaldo tertunduk lesu usai laga. Foto: kumparan

Sebab setiap atlet sesungguhnya tidak pernah benar-benar melawan lawan di lapangan. Mereka sedang melawan waktu.

Dan waktu, cepat atau lambat, selalu menang.

Tetapi ada sesuatu yang tidak pernah bisa dikalahkan oleh waktu: dedikasi.

Cristiano Ronaldo adalah nama yang selalu mengingatkan kita bahwa keajaiban sering kali lahir bukan dari bakat semata, melainkan dari kebiasaan yang diulang setiap hari.

Saya teringat betul salah satu ungkapannya yang legendaris: saya tahu bahwa siapapun yang bekerja keras akan dibantu oleh Tuhan.

Baca Juga: Bank Indonesia Provinsi Kaltim Hadirkan Coach Dr Fahmi, Dampingi UMKM Siap Naik Kelas

Ya, Ronaldo adalah simbol pemain yang lahir dari etos kerja dan kerja keras. Ia dikenal datang paling awal ke tempat latihan. Menambah sesi latihan ketika rekan-rekannya telah selesai.

Menjaga makanan dengan disiplin yang hampir tak masuk akal. Menghindari hal-hal yang bisa mengurangi performanya. Tidur dengan pola yang teratur. Merawat tubuhnya seolah ia sedang mempersiapkan pertandingan terpenting dalam hidupnya, padahal pertandingan itu mungkin masih seminggu lagi.

Bagi Ronaldo, latihan bukan kewajiban. Latihan adalah cara menghormati mimpinya sendiri.

Cristiano Ronaldo dan Seperti Apa Sebaiknya Kita Memandang Sebuah Kehidupan
Coach Dr Fahmi (depan, kiri) bersama tim saat menjuarai salah satu kompetisi di Malang. Foto: dok.

Hasilnya tidak datang dalam semalam. Angka-angka yang hari ini kita kagumi sesungguhnya adalah buah dari ribuan hari yang dijalani dengan disiplin.

Sepanjang karier profesionalnya, Cristiano Ronaldo telah mencetak lebih dari 976 gol dalam 1.326 pertandingan. Ia mengoleksi 35 trofi bergengsi, termasuk lima gelar Liga Champions, serta mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pemain pertama yang mampu mencetak gol di enam edisi Piala Dunia yang berbeda.

Namun, angka-angka itu sesungguhnya hanyalah akibat. Sebab utamanya adalah kerja keras yang nyaris tidak pernah berhenti.

Di balik satu gol yang disoraki jutaan orang, ada ribuan tendangan yang dilakukan tanpa tepuk tangan. Di balik satu trofi yang diangkat di depan kamera, ada ribuan jam latihan yang tidak pernah disiarkan televisi. Di balik tubuh yang tetap bugar pada usia 41 tahun, ada ribuan keputusan kecil yang diambil setiap hari: bangun lebih pagi, berlatih lebih keras, menjaga makanan, menjaga tidur, dan menolak merasa puas.

Itulah yang membedakan Ronaldo.

Ada banyak pemain yang lahir dengan bakat luar biasa. Ada pula pemain yang sempat bersinar, lalu perlahan menghilang. Ronaldo memilih jalan yang berbeda. Ia menjadikan disiplin sebagai sahabat, dan kerja keras sebagai bahasa yang ia gunakan setiap hari.

Mungkin karena itulah ia tidak hanya memiliki penggemar, tetapi juga rasa hormat, bahkan dari mereka yang lebih mengidolakan pemain lain.

Di zaman yang serba instan, Ronaldo adalah pengingat bahwa tidak ada jalan pintas menuju puncak. Kesuksesan bukanlah sesuatu yang diwariskan, melainkan dibangun sedikit demi sedikit, hari demi hari, latihan demi latihan.

Hari ini, Piala Dunia mungkin mengucapkan selamat tinggal kepada Cristiano Ronaldo.

Namun dunia tidak sedang mengucapkan selamat tinggal kepada seorang pesepak bola.

Dunia sedang memberi penghormatan kepada seorang manusia yang menunjukkan bahwa mimpi yang besar harus dibayar dengan pengorbanan yang sama besarnya.

Kelak, anak-anak mungkin tidak lagi hafal berapa gol yang ia cetak, berapa trofi yang ia menangkan, atau berapa rekor yang berhasil ia pecahkan.

Tetapi mereka akan selalu mengingat satu pelajaran sederhana dari seorang anak bernama Cristiano Ronaldo.

Bahwa setiap orang boleh lahir dengan bakat yang berbeda-beda.

Namun setiap orang selalu diberi kesempatan yang sama untuk bekerja lebih keras daripada kemarin.

Sebab pada akhirnya, sejarah bukan ditulis oleh mereka yang paling berbakat.

Sejarah lebih sering ditulis oleh mereka yang sanggup bekerja paling keras, paling lama, dan tetap rendah hati ketika dunia sudah menganggapnya sempurna.

Terima kasih, Cristiano Ronaldo.

Bukan hanya karena engkau mencetak hampir seribu gol atau memenangkan puluhan trofi.

Tetapi karena engkau telah membuktikan kepada dunia bahwa kerja keras adalah bakat yang bisa dimiliki siapa saja. Dan dedikasi, pada akhirnya, adalah cara manusia mengalahkan waktu.

Dan apa yang dilakukan Ronaldo sejatinya selaras dalam konsep Islam. Nabi Muhammad SAW bersabda dalam sebuah haditsh-nya:

Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah. Bersungguh-sungguhlah mengejar apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah dan jangan menyerah (HR Muslim).

Nabi kita, tidak ingin ummatnya lemah. Nabi mengingatkan agar kita menjadi muslim yang kuat, sembari meminta pertolongan kepada Allah SWT.

Tentu ajaran sesuai apa yang dilakukan oleh sang legenda, Ronaldo. Bagaimana hidupnya dipenuhi dengan kerja keras, dedikasi, dan prestasi.

Kepadanya, kita perlu belajar.

*Penulis adalah The First Indonesian Internasional Total Leader Coach Certified, From LMI, J Meyer, Texas – USA, Pelatih Bisnis Bagi Ribuan UMKM, Advokat dan Pemain Sepak Bola.

Editor: Herlianto. A

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Tags: Coach Dr FahmiCristiano RonaldoSepak Bola

Related Posts

Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran
Catatan

Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran

Jumat, 21 Agu 2026
Fotografi Produk Jadi Jalan UMKM Bertahan
Catatan

Fotografi Produk Jadi Jalan UMKM Bertahan

Rabu, 19 Agu 2026
SEKATEN
Catatan

SEKATEN

Selasa, 18 Agu 2026
Tambakberas, dari Darah Ranggalawe ke Muktamar NU
Catatan

Tambakberas, dari Darah Ranggalawe ke Muktamar NU

Jumat, 14 Agu 2026
Digital Holopis Kuntul Baris dan Ketahanan Sosial Kita
Catatan

Digital Holopis Kuntul Baris dan Ketahanan Sosial Kita

Senin, 10 Agu 2026
21 Jam Ngaji Gus Baha Malang-Rembang
Catatan

21 Jam Ngaji Gus Baha Malang-Rembang

Sabtu, 8 Agu 2026
Next Post
Perampok Mobil di Sumberpucung Nekat Beraksi karena Terlilit Utang Rp135 Juta

Perampok Mobil di Sumberpucung Nekat Beraksi karena Terlilit Utang Rp135 Juta

BERITA POPULER

  • Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.