Sabtu, Agustus 22, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Kota Malang dan El Nino

Redaksi by Redaksi
Juli 8, 2026 8:18 am
in Catatan
Kota Malang dan El Nino

Fajar SH, Kader Ansor PAC Kedungkandang, Kota Malang

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Fajar SH, Kader Ansor PAC Kedungkandang, Kota Malang

Tugumalang.id – Lembaga klimatologi internasional seperti WMO, NOAA, dan IRI mengatakan bahwa fenomena El Nino diperkirakan berlangsung setidaknya dari Juli hingga Februari tahun depan.

READ ALSO

Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran

Fotografi Produk Jadi Jalan UMKM Bertahan

Bagi banyak orang, kabar ini mungkin hanya tentang suhu udara yang lebih panas atau musim kemarau yang lebih panjang. Namun bagi Kota Malang yang aktivitas ekonominya ditopang oleh kampus, perdagangan, kuliner, perhotelan, serta industri kreatif–yang berdiri di atas fondasi ekologis di luar batas administrasi kotanya–maka El Nino harus dilihat sebagai ujian sistem ketahanan Kota.

Sebagaimana yang kita tahu bahwa setiap hari ribuan ton beras, sayuran, buah-buahan, telur, daging, dan berbagai kebutuhan pokok memasuki Kota Malang dari Kabupaten Malang, Kota Batu, serta wilayah pertanian lain di Jawa Timur.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Malang Senin 6 Juli 2026: Didominasi Udara Kabur

Kawasan hortikultura di Batu, Pujon, dan sekitarnya menjadi pemasok penting bagi pasar-pasar di Kota Malang. Demikian pula air bersih yang mengalir ke rumah-rumah penduduk berasal dari kawasan hulu, daerah resapan, dan mata air di lereng pegunungan yang mengelilingi Malang Raya. Dengan kata lain, keberlangsungan ekonomi Kota Malang sangat bergantung pada kesehatan ekosistem wilayah penyangganya.

Karena itu, pembahasan mengenai El Nino tidak boleh berhenti pada laporan meteorologi. Persoalan yang lebih penting adalah apakah Kota Malang memiliki resilience atau daya lenting sebagaimana dijelaskan oleh ilmuwan ekologi C. S. Holling, yaitu kemampuan suatu sistem untuk tetap bertahan, beradaptasi, dan pulih ketika menghadapi gangguan.

Pertanyaannya bukan sekadar apakah suhu akan meningkat, tapi apakah cadangan air tetap memadai, daerah resapan masih berfungsi, dan pasokan pangan dari wilayah penyangga mampu dipertahankan dengan harga yang tetap terjangkau.

Karena ancaman terbesar El Nino adalah terganggunya sistem ekologis yang menopang ekonomi kota. Dampak pertamanya dirasakan oleh sektor pertanian. Berkurangnya curah hujan menyebabkan produktivitas tanaman pangan dan hortikultura menurun.

Baca Juga: SiLPA Rp303 Miliar Akan Diprioritaskan untuk Program yang Belum Tuntas di Kota Malang

Ketika hasil panen menyusut, pasokan ke pasar ikut berkurang. Pada saat yang sama, kebutuhan masyarakat relatif tetap. Hukum permintaan dan penawaran pun bekerja melalui harga pangan yang meningkat.

Kenaikan harga pangan ini tidak berhenti di meja makan rumah tangga. Ketika hal itu terjadi, masyarakat akan mengalokasikan porsi pendapatan yang lebih besar untuk kebutuhan pokok sehingga konsumsi terhadap barang dan jasa lain akan menurun.

Di sisi lain, menghadapi hal tersebut, karena harga pangan naik, restoran tetap harus menaikkan biaya produksi mereka. Pedagang kecil mengalami penurunan omzet karena masyarakat menahan uangnya untuk kebutuhan yang lebih penting.

Sementara inflasi terus meningkat. Dalam perspektif ekonomi makro, kondisi ini dikenal sebagai supply shock, yakni krisis yang berawal dari terganggunya sisi produksi, bukan dari melemahnya permintaan.

Fenomena tersebut mengingatkan bahwa ekonomi pada akhirnya tetap bergantung pada ekologi. Tidak ada pasar yang dapat bekerja secara normal apabila fondasi ekologinya mengalami kerusakan.

Ironisnya, paradigma pembangunan perkotaan sering kali memisahkan pertumbuhan ekonomi dari daya dukung alam. Keberhasilan lebih sering diukur melalui besarnya investasi, jumlah bangunan baru, atau pertumbuhan sektor jasa.

Padahal, setiap restoran yang ramai bergantung pada petani yang menghasilkan bahan pangan. Setiap hotel yang penuh tamu membutuhkan pasokan air yang berkelanjutan. Setiap pusat perdagangan hanya dapat beroperasi apabila lanskap ekologis di sekitarnya tetap mampu menopang kehidupan.

Ekonom politik Karl Polanyi mengingatkan bahwa pasar tidak pernah benar-benar berdiri sendiri. Aktivitas ekonomi selalu embedded, tertanam dalam hubungan sosial dan alam. Ketika pembangunan mengabaikan ekologi, pasar memang tampak terus bergerak, tetapi sesungguhnya sedang mengikis fondasi yang menopangnya sendiri.

Pandangan tersebut semakin relevan apabila dibaca bersama gagasan sosiolog Ulrich Beck mengenai risk society. Menurut Beck, masyarakat modern justru menghasilkan risiko-risiko baru melalui proses pembangunan yang tidak memperhitungkan dampak ekologisnya.

Dalam konteks Kota Malang, El Nino bukan semata-mata bencana alam, tapi ujian terhadap kemampuan pemerintah dan masyarakat mengelola risiko yang muncul dari ketergantungan kota terhadap sistem ekologis di sekitarnya.

Karena itu, El Nino seharusnya dipahami sebagai alarm kebijakan. Ketahanan pangan, perlindungan daerah tangkapan air, konservasi ruang terbuka hijau, serta kerja sama yang lebih erat dengan Kabupaten Malang dan Kota Batu bukan hanya agenda lingkungan hidup, tapi strategi pembangunan ekonomi jangka panjang.

Karens kota yang tangguh bukanlah kota yang sekadar berhasil menarik investasi, tetapi kota yang mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan daya dukung alam.

Puncaknya, El Nino mengajarkan satu pelajaran penting: ekonomi tidak pernah berdiri di atas uang semata. Ia berdiri di atas tanah yang subur, air yang cukup, iklim yang stabil, dan ekosistem yang sehat. Ketika fondasi ekologis itu terganggu, aktivitas ekonomi hanya tinggal menunggu giliran untuk ikut melemah.

Mungkin karena itulah persoalan Kota Malang dalam fenomena El Nino tidak boleh dipandang sebelah mata. Karena di dalamnya ada kesadaran bahwa setiap kebijakan ekonomi pada akhirnya juga merupakan kebijakan ekologis.

Sebab, kota yang hanya mengejar pertumbuhan memang dapat terlihat makmur dalam angka-angka statistik, tetapi tanpa ketahanan ekologis, kemajuan itu sesungguhnya hanyalah rapuh belaka.

Dan ketika kerapuhan kota yang dimaksud bertemu dengan ujian El Nino, maka yang tersungkur pertama kali adalah masyarakat kecil di Kota Malang yang berjumlah 34 ribu jiwa. Sebuah kelompok masyarakat yang rentan, bahkan terhadap tipu daya politisi yang hanya datang lima tahun sekali itu.

 

Editor: Herlianto. A

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Tags: AnsorEl Ninokota malang

Related Posts

Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran
Catatan

Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran

Jumat, 21 Agu 2026
Fotografi Produk Jadi Jalan UMKM Bertahan
Catatan

Fotografi Produk Jadi Jalan UMKM Bertahan

Rabu, 19 Agu 2026
SEKATEN
Catatan

SEKATEN

Selasa, 18 Agu 2026
Tambakberas, dari Darah Ranggalawe ke Muktamar NU
Catatan

Tambakberas, dari Darah Ranggalawe ke Muktamar NU

Jumat, 14 Agu 2026
Digital Holopis Kuntul Baris dan Ketahanan Sosial Kita
Catatan

Digital Holopis Kuntul Baris dan Ketahanan Sosial Kita

Senin, 10 Agu 2026
21 Jam Ngaji Gus Baha Malang-Rembang
Catatan

21 Jam Ngaji Gus Baha Malang-Rembang

Sabtu, 8 Agu 2026
Next Post
Tingkatkan Keselamatan dan Reduksi Blind Spot, Tim PKM Polinema Pasang Rambu Lalu Lintas Lensa Cembung

Tingkatkan Keselamatan dan Reduksi Blind Spot, Tim PKM Polinema Pasang Rambu Lalu Lintas Lensa Cembung

BERITA POPULER

  • Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.