Selasa, September 8, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tips

4 Kebiasaan Orang tua yang Membuat Anak Manja di Pesantren

Redaksi by Redaksi
Oktober 26, 2023 11:53 am
in Tips
orang tua

ilustrasi santri di pesantren yang diajarkan untuk mandiri (foto/pinterest)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, tugumalang.id – Mendidik anak memang tak semudah yang dibayangkan. Dengan karakter anak yang belum terbentuk sepenuhnya menjadikan orang tua memiliki peran besar dalam mendidik dan membentuk karakter anak sejak kecil.

Ditambah zaman sekarang dengan lingkungan yang bisa dibilang kurang baik bagi tumbuh kembang anak membuat orang tua semakin cemas dalam menyekolahkan anaknya. Sehingga pesantren menjadi salah satu tempat pilihan yang bisa dipercaya bagi sekian banyak orang tua, dalam menitipkan anaknya memperdalam pengetahuan baik umum maupun agama.

READ ALSO

Rekomendasi Menginap Dekat Kampus, Ini Hotel Bintang 4 di Sekitar Universitas Brawijaya

5 Toko Jam dan Aksesori di Pasar Besar Malang yang Bisa Dikunjungi

Karena tidak bisa mendidik secara langsung, terpisah jauh darinya kerap membuat orang tua  memanjakan anaknya. Sehingga anak tidak bisa mandiri di pesantren.

Padahal salah satu tujuan dari hidup di pesantren untuk melatih anak terbiasa mandiri. Berikut ini ada beberapa kebiasaan orang tua yang membuat anak manja di pesantren :

1. Terlalu ikut campur urusan di pesantren
Banyak orang tua yang terlalu ikut campur dalam urusan anak di pesantren. Mereka sering membela anaknya yang melakukan pelanggaran. Padahal orang tua tidak mengetahui apakah anaknya bersalah atau tidak.

Mereka hanya mendengarkan cerita dari satu sisi yaitu sang anak yang kadang kala mencari pembelaan atas kelakuannya yang melanggar. Sehingga orang tua mengadu pada pengasuh dan tak jarang menyalahkan pengurus.

Padahal nyatanya anaknya yang bersalah. Hendaknya jika orang tua sudah memasrahkan anak di pesantren tentu harus mengikuti semua aturan yang ada. Tanpa harus ikut campur pada pengasuh dan pengurus.

2. Terlalu menuruti kemauan anak
Rasa tega yang dimiliki orang tua merupakan perwujudan rasa sayang yang ditunjukkan terhadap anak. Namun sering kali situasinya kurang tepat. Dengan segala karakter anak yang dimilikinya memang tidak mudah untuk menghadapinya. Apalagi terpaut jauh di pesantren menjadikan orang tua dan anak jarang bertemu.

Sehingga orang tua sering menuruti kemauan anak yang kadang kala tidak semestinya seperti anak hanya sakit kepala meminta pulang langsung dituruti.

Ada acara karnaval anak dijemput supaya bisa menonton dan tak jarang orang tua menggunakan alasan kebohongan untuk mendapat izin dari pengasuh. Bahkan ada juga orang tua bolak balik hanya mengambil pakaian kotor anaknya untuk dicuci di rumah. Lalu apa gunanya anak dititipkan di pesantren jika tidak dibiarkan belajar mandiri dengan mencuci baju sendiri.

3. Senang memanjakan anak
Rasa cinta orang tua pada anaknya sering diwujudkan dengan cara yang beragam. Salah satunya dengan memanjakan anak secara berlebihan baik berupa afeksi maupun materi.

Anak dimanjakan dengan materi yang tidak ukuran dengan tujuan agar anaknya betah. Namun hal itu justru menimbulkan dampak negatif bagi anak. Dia menjalani hidup hedon di pesantren tanpa memikirkan susah payah orang tua dalam mencari rejeki.

Padahal salah satu tujuan dari hidup di pesantren adalah anak bisa mengelola keuangan sebaik mungkin. Menerima apa adanya tentang kehidupan.

4. Memberikan anak tanggung jawab atas perbuatannya
Rasa tanggung jawab harus diajarkan dan ditanamkan pada anak sejak kecil melalui hal yang sederhana. Sehingga ketika di pesantren anak bisa bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukan. Tanpa harus mengikutsertakan orang tua. Dengan begitu, anak bisa lebih mandiri meskipun jauh dari orang tua.Seperti jika anak melakukan pelanggaran di pesantren biarkan ia bertanggung jawab atas perbuatannya.

BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News

Penulis : Fitriatul H. (Magang)
editor: jatmiko

Tags: anak di pesantrenmondok di pesantrenpensantrenPesantren

Related Posts

Rekomendasi Menginap Dekat Kampus, Ini Hotel Bintang 4 di Sekitar Universitas Brawijaya
Tips

Rekomendasi Menginap Dekat Kampus, Ini Hotel Bintang 4 di Sekitar Universitas Brawijaya

Jumat, 4 Sep 2026
5 Toko Jam dan Aksesori di Pasar Besar Malang yang Bisa Dikunjungi
Tips

5 Toko Jam dan Aksesori di Pasar Besar Malang yang Bisa Dikunjungi

Jumat, 14 Agu 2026
Kitab Fathul Izar Uraikan Adab Hubungan Suami Istri, dari Waktu, Etika hingga Doa
Tips

Kitab Fathul Izar Uraikan Adab Hubungan Suami Istri, dari Waktu, Etika hingga Doa

Minggu, 9 Agu 2026
7 Kebiasaan Sepele yang Bisa Bikin Tagihan Listrik Membengkak
Tips

7 Kebiasaan Sepele yang Bisa Bikin Tagihan Listrik Membengkak

Sabtu, 8 Agu 2026
Cara Memilih Telur Ayam Segar agar Aman Dikonsumsi, Kenali Tanda-Tandanya
Tips

Cara Memilih Telur Ayam Segar agar Aman Dikonsumsi, Kenali Tanda-Tandanya

Jumat, 7 Agu 2026
Belanja Fashion Wanita di Malang - 6 Tempat Belanja Fashion Wanita di Malang, dari Clarissa Fashion hingga MOG
Tips

6 Tempat Belanja Fashion Wanita di Malang, dari Clarissa Fashion hingga MOG

Jumat, 7 Agu 2026
Next Post
NGG, AGCI Grounded Business Coaching Serahkan Donasi Beras Sebesar Rp 12 juta ke Ponpes Al Furqon Malang

NGG, AGCI Grounded Business Coaching Serahkan Donasi Beras Sebesar Rp 12 juta ke Ponpes Al Furqon Malang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Siapa yang Berhak Disebut NU?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.