6 Kampung Tematik Terancam Bubar, Begini Tanggapan Ketua DPRD Kota Malang

  • Whatsapp
Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika. Foto: Ulul Azmy

Tugumalang.id – 6 dari 21 kampung wisata tematik di Kota Malang gagal berkutik selama pandemi virus corona ini. Jika terus begini, maka program pemberdayaan pariwisata di sana terancam dibekukan alias bubar jalan.

Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, mengimbau agar dinas terkait di Pemkot Malang bergerak cepat mengatasi hal ini. Selama ini, anggaran pemberdayaan pariwisata warga ini juga sudah dialokasikan di APBD Kota Malang.

Bacaan Lainnya

”Ada kok itu anggarannya, jadi pertanyaan kalau itu sampai bubar. Meski anggarannya banyak dari swadaya warga tetap harus diperhatikan. Saya tegas berharap anggarannya bisa tepat sasaran,” tegasnya, belum lama ini.

Terlepas dari hal itu, politisi dari PDI Perjuangan ini menelisik faktor terancam bubarnya kampung tematik ini, karena tidak membawa muatan lokal yang khas dari daerah tersebut. Konsep yang dipakai masih sebatas mengadopsi konsep yang sudah ada dan berhasil di tempat lain.

Menurut dia, sesuatu yang tidak muncul secara alami dari bawah alias masyarakat biasanya memang tidak bertahan lama. ”Karena yang sulit itu pada akhirnya memelihara, menjaga konsistensinya. Kalau menciptakan itu gampang,” ujarnya.

Pria kelahiran Negara, Bali, ini berharap hal ini bisa jadi pelajaran bagi dinas terkait. Jangan suatu konsep itu muncul dari atas alias Pemerintah Daerah. Konsep yang dibawa dari atas pada akhirnya tidak menarik minat masyarakat untuk merawatnya.

”Ya karena memang tidak muncul dari bawah, kalau sudah stuck merekakan gak bisa inovasi lagi karena ga ada kebiasaan itu sebelumnya. Maka dari itu, jangan dipaksakan, biar muncul bergerak dari bawah sendiri,” imbaunya.

Baca Juga  Tolak KLB, Demokrat Malang Satu Suara Dukung AHY

Paling mendesak, konsep pariwisata yang juga melibatkan kampung tematik ini adalah Kayutangan Heritage. Sejauh ini, kata Made, konsep ini juga belum dibahas lebih jauh.

Made menyarankan agar tetap melibatkan UMKM, panggung-panggung seni kecil, dan infrastruktur penunjang lainnya. ”Apalagi habis ini itukan nanti juga dilekatkan APBD. Habis hari raya Idul Fitri nanti kita akan minta penjelasan dari dinas terkait,” pungkasnya.

Pada akhirnya, kata dia, jika bicara soal Kampung Wisata Tematik ini memang harus melibatkan kerjasama antar lintas stakeholder. ”Bukan hanya dari Dinas Pariwisata saja. Semua yang berwenang juga bisa terlibat membantu masyarakat,” harapnya.

”Dengan begitu, roda ekonomi pariwisata di Malang bisa kembali bergeliat dan juga ekonomi warga sekitar ikut tergerak,” pungkasnya.

Reporter: Ulul Azmy

Editor: Lizya Kristanti

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *