Malang, Tugumalang.id – Majalah Tempo berjudul PT Nasdem Indonesia Raya Tbk edisi April 2026 menuai kecaman dari para kader berbagai daerah. Kader Nasdem Malang Raya turut merespon majalah itu dengan menggelar aksi damai menuntut Tempo meminta maaf dan mengklarifikasi pada Rabu (15/4/2026).
Sampul majalah Tempo berjudul PT Nasdem Indonesia Raya Tbk dengan keterangan Prabowo Subianto dan Surya Paloh menggagas penggabungan partai Gerindra dan Nasdem, Paceklik di luar kekuasaan, yang disertai karikatur Surya Paloh terseok seok itu dinilai telah menciderai marwah partai.
Terpantau, para kader Nasdem Malang Raya baik dari Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu menyuarakan aspirasi melalui Seruan Aksi Damai di Kantor DPD Nasdem Kota Malang. Mereka berorasi, membentangkan poster kekecewaan hingga penandatanganan petisi.
Ketua DPD NasDem Kota Malang, Suyadi mengatakan bahwa aksi tersebut digelar untuk menyikapi kegaduhan yang ada. Di Malang ia menyampaikan 3 tuntutan. Pertama menuntut permintaan maaf secara terbuka dari majalah Tempo.
“Yang pasti kami minta Tempo meminta maaf secara terbuka supaya ini clear,” kata Suyadi.
Kedua, menuntut klarifikasi resmi atas pemberitaan yang dinilai tidak akurat dan propordional. Ketiga, menuntut komitmen menjaga etika dan akurasi dalam produk jurnalistik.
Suyadi menilai pemberitaan dalam majalah Tempo itu tidak utuh dan berpotensi menimbulkan isu liar. Di akar rumput, kader NasDem Malang Raya disebut sempat diliputi kebingungan. Spekukasi liar berkembang mulai dari isu penjualan partai hingga kemungkinan diakuisisi pihak lain.
“Teman teman kader bertanya tanya. Apa benar mau dijual, diakuisisi, atau bagaimana. Maka kami minta Tempo yang mengklarifikasi. Kami tak ingin Ketum kami, partai kami diinjak injak marwahnya,” ujarnya.
Di sisi lain, Suyadi memastikan soliditas internal partai Nasdem di Malang Raya tetap terjaga. Ia menegaskan bahwa kabar tersebut tidak akan menggoyahkan kekuatan Nasdem. Justru, kondisi ini dijadikan momentum untuk memperkuat konsolidasi di tingkat terbawah.
“Kami tidak mau goyah oleh berita provokatif. Di sini kami tetap solid. Ini juga momen memperkuat soliditas di bawah. Tentu kami juga gak rela kalau partai ini dijual. Pak Surya Paloh mendirikan partai ini dengan berdarah darah dan perjuangan panjang,” tegasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko





























