Tugumalang.id – Dalam momentum Idul Adha 2026, DPC Partai Gerindra Kota Malang menyembelih hewan kurban berupa 11 sapi dan 15 kambing di Rumah Potong Hewan (RPH) Perumda Tunas Kota Malang pada 27-28 Mei 2026. Tak hanya soal semangat berkurban, aspirasi masyarakat juga tetap digaungkan dalam momen ini.
Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo yang juga merupakan Anggota DPRD Kota Malang mengatakan Idul Adha tahun ini dimaknai lebih luas sebagai momentum membangun kembali semangat pengorbanan dan pengabdian kepada masyarakat.
Baca Juga: Kawal Pemenangan Wahyu-Ali di Pilkada Kota Malang, Sekjen Gerindra Minta Jaga Persatuan
“Ini bukan sekadar perayaan Idul Adha, tapi momentum menggugah kembali semangat pengorbanan dan pengabdian untuk masyarakat Kota Malang. Seluruh kader diminta terlibat agar kegiatan ini benar benar memberikan manfaat,” ucapnya, Kamis (28/5/2026).

Sementara itu, Ketua Panitia Kurban DPC Partai Gerindra Kota Malang, Abu Bakar mengatakan penyembelihan hewan kurban dilakukan selama dua hari, dengan satu sapi disembelih sehari sebelumnya dan 10 sapi lainnya diproses pada hari kedua.
Dari jumlah tersebut, terdapat dua sapi milik Ketua DPC Gerindra Kota Malang, Moreno Soeprapto dengan bobot mencapai lebih dari 1 ton dan sekitar 900 kilogram.
“Total daging kurban yang nanti dibagikan diperkirakan mencapai sekitar 3.000 sampai 3.500 paket. Distribusinya akan dilakukan ke lima kecamatan di Kota Malang secara proporsional,” ujarnya.
Abu Bakar yang juga merupakan Anggota DPRD Kota Malang itu menjelaskan bahwa pembagian daging kurban diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu sebelum kemudian dibagikan kepada kader partai.
Baca Juga: Sanusi dan Lathifah Shohib Terima Rekom Maju Pilbup Malang dari Partai Gerindra
Bahkan menurutnya, anggota fraksi tidak mengambil bagian dari distribusi yang dilakukan DPC karena difokuskan untuk kaum duafa.
“Pesan dari Ketua DPC jelas, yang didahulukan adalah masyarakat yang membutuhkan,” imbuhnya.
Pada pelaksanaan tahun ini, seluruh proses penyembelihan dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) Perumda Kota Malang. Meski mengapresiasi pelayanan petugas dan sumber daya manusia yang dinilai responsif, Gerindra juga menyoroti sejumlah hal yang dinilai perlu menjadi evaluasi.
Menurutnya, salah satu kendala utama yang ditemukan adalah terbatasnya alat pemotong tulang yang membuat proses penyembelihan menjadi lebih lama. Bahkan, proses pemotongan 10 sapi disebut masih berlangsung hingga siang sejak semalam kemarin.
“Kalau SDM menurut saya sudah bagus, responsif, bahkan banyak yang belum tidur. Yang menjadi persoalan itu alatnya. Kalau memang ada teknologi yang bisa mempercepat, kenapa harus dibuat sulit,” katanya.
Selain alat, pihaknya juga menyoroti fasilitas penunjang seperti ruang tunggu, kebersihan area hingga petunjuk fasilitas umum yang dinilai kurang memadai, terlebih saat momentum Idul Adha yang selalu menghadirkan lonjakan aktivitas setiap tahunnya. Namun banyak masyarakat yang memanfatkan RPH ini yang justru terlantar.
Sebagai anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Abu Bakar mengaku akan mendorong komunikasi lanjutan dengan RPH Perumda Tunas Kota Malang agar kebutuhan fasilitas dapat dipetakan lebih jelas. Menurutnya, sebagai BUMD, RPH harus menjadi aset daerah yang dimaksimalkan potensinya.
“Ini aset yang harus dimaksimalkan. Lonjakan saat Idul Adha sebenarnya bisa diprediksi setiap tahun. Harusnya ada antisipasi supaya pelayanan lebih optimal dan ke depan bisa memberi manfaat lebih besar bagi daerah,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























