Malang, Tugumalang – Mesin politik PDI Perjuangan mulai dipanaskan. Salah satunya melalui Musyawarah Anak Cabang (Musancab) VI Serentak PDI Perjuangan se-Kota Malang pada Sabtu (26/4/2026) malam. Menariknya, generasi muda turut digandeng untuk memperkuat struktur partai dan disiapkan sebagai energi baru menyongsong Pemilu 2029.
Setidaknya, 20 persen struktur Pengurus Anak Cabang (PAC) di DPC PDI Perjuangan Kota Malang saat ini telah diisi kalangan milenial dan Gen Z. Mereka dilantik dalam Musancab yang juga dihadiri jajaran DPD PDI Perjuangan Jawa Timur serta perwakilan DPP PDI Perjuangan.
Konsolidasi Internal Dinilai Berjalan Solid
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita mengatakan konsolidasi dalam pemetaan pengurus baru, termasuk kader muda di seluruh kecamatan di Kota Malang, telah berjalan dengan baik. Karena itu, Musancab VI berlangsung cepat dan lancar.
“Ini mencerminkan kesolidan, mereka sudah saling mengenal satu sama lain, wilayah satu dengan lainnya. Sehingga harapan kami mereka bisa bekerja dengan baik untuk 5 tahun ke depan,” ucapnya.
Dalam penyusunan kepengurusan, Amithya memastikan keterwakilan perempuan dan generasi muda terpenuhi. Sebanyak 30 persen kuota perempuan serta 20 persen untuk milenial dan Gen Z telah diakomodasi dalam struktur partai.
Baca juga: Ketua PDI Perjuangan Kota Malang Amithya Ratnanggani Ajak Gen Z Aktif di Ruang Pengabdian
Anak Muda Dinilai Bawa Perspektif Baru
Amithya menilai kehadiran anak muda membawa angin segar bagi dinamika partai. Selain memperkaya sudut pandang, generasi muda juga dinilai lebih peka terhadap berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat saat ini.
“Keterlibatan anak muda ini penting karena mereka punya banyak perspektif baru, terutama dalam melihat tatanan sosial dan berbagai persoalan yang perlu difasilitasi atau diadvokasi. Mereka angin segar yang akan jadi atmosfer baru,” ujarnya.
Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, I Made Riandiana Kartika menyampaikan bahwa keterlibatan minimal 30 persen perempuan dan 20 persen generasi muda dalam kepengurusan partai telah diwajibkan di wilayah Jawa Timur.
“Keterlibatan milenial dan Gen Z harus masuk di jajaran ketua, sekretaris atau bendahara. Jadi anak muda tak hanya pelengkap, tapi betul-betul berperan dalam pengurusan partai mulai tingkat DPC, PAC sampai ranting,” kata Made.
Regenerasi Disiapkan untuk Masa Depan Partai
“Kami ingin generasi muda terlibat dalam kegiatan politik untuk bersama-sama memikirkan nasib bangsa ini,” tegasnya.
Made tak memungkiri bahwa keterlibatan generasi muda dalam kepengurusan partai merupakan langkah regenerasi untuk masa depan. Ia menekankan bahwa kader muda akan mengikuti kaderisasi secara masif terkait wawasan kebangsaan, pemerintahan, hingga pengambilan keputusan penting.
“Generasi muda harus dipersiapkan, jangan sampai mereka kaget saat diberikan tanggung jawab,” ujarnya.
Baca juga: Kado Ulang Tahun Megawati, PDI Perjuangan Kota Malang Rawat Lingkungan dengan Tanam Pohon
Sementara itu, perwakilan DPP PDI Perjuangan, Andreas Eddy Susetyo mengapresiasi langkah regenerasi kepengurusan partai di Jawa Timur, termasuk di Kota Malang yang melibatkan generasi muda dan perempuan. Ia juga menyoroti larangan pengurus PAC memiliki hubungan keluarga dengan pengurus DPC.
“Ini adalah bagian dari langkah menjadikan partai ini lebih profesional,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko





























