Tugumalang.id – Di tengah tantangan zaman yang makin kompleks, PDI Perjuangan Kota Malang menegaskan komitmennya untuk mengambil peran lebih jauh dalam membangun dan mencerdaskan generasi muda sebagai penerus bangsa. Hal itu disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita.
Anak muda, menurutnya, tidak cukup hanya menjadi penonton perubahan. Mereka harus hadir sebagai pelaku, penggerak, dan penentu arah masa depan.
Baca Juga: Rayakan HUT ke-53, PDI Perjuangan Kota Malang Fokus Rangkul Komunitas Akar Rumput
PDI Perjuangan Kota Malang mengajak generasi milenial dan Gen Z untuk terlibat aktif dalam ruang-ruang pengabdian yang nyata: dari kegiatan sosial, penguatan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, hingga kerja-kerja organisasi yang berpihak pada kepentingan rakyat.
“Politik tidak semata soal kekuasaan, tetapi tentang keberanian mengambil tanggung jawab sosial,” ujar Amithya.

Anak muda Kota Malang, kata Amithya, memiliki potensi besar. PDI Perjuangan Kota Malang menyiapkan ruang agar potensi itu tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi tumbuh menjadi aksi dan karya.
Baca Juga: Peringati Hari Ibu, PDI Perjuangan Kota Malang Ajak Ojol Perempuan Ziarah di TMP
Ruang aktualisasi ini adalah bentuk keseriusan PDI Perjuangan dalam menuntun generasi muda agar berkembang secara terarah, bernilai, dan membawa manfaat bagi masyarakat luas.
“Maka kami siapkan ruang bagi anak muda Gen Z untuk mengabdi dan mengembangkan potensi di berbagai bidang,” imbuhnya.
Beragam wadah disiapkan sebagai ruang belajar, diskusi, dan pengabdian. Taruna Merah Putih menjadi tempat tumbuh bagi pelajar SMA dan mahasiswa.
Repdem menjadi ruang dialog kritis bagi anak muda yang peduli isu demokrasi, sosial, dan kerakyatan. Sementara pendalaman ideologi dan nilai perjuangan disemai melalui Banteng Muda Indonesia.
Minat yang lebih spesifik pun mendapatkan tempat. Anak muda yang bergerak di UMKM dan ekonomi kreatif dapat berkembang bersama BPEK. Mereka yang terpanggil di bidang kemanusiaan dan kebencanaan dapat mengabdikan diri melalui Baguna.
Latar belakang hukum dan kepedulian pada advokasi rakyat kecil terwadahi di BBHAR. Sementara pegiat seni dan budaya memiliki ruang ekspresi dan perjuangan di BKN.
“Kehadiran anak muda dalam barisan PDI Perjuangan bukan sekadar untuk menyiapkan kader, tetapi untuk menumbuhkan generasi yang kritis, solutif, dan berjiwa gotong royong—generasi yang peka terhadap persoalan rakyat dan berani terlibat dalam solusi,” tegas Amithya.
Bagi generasi milenial dan Gen Z yang ingin menyalurkan energi, ide, dan kepedulian dalam kegiatan-kegiatan produktif dan berdampak, PDI Perjuangan Kota Malang membuka ruang kebersamaan.
Anak muda dapat datang langsung ke Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang sebagai langkah awal untuk ikut ambil bagian.
Karena masa depan bangsa tidak lahir dari sikap diam, melainkan dari keberanian anak mudanya untuk terlibat dalam kerja-kerja perubahan—di ruang politik yang ideal, beretika, dan berpihak pada rakyat.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M. Sholeh
Editor: Herlianto. A





























