KALIMANTAN, Tugumalang.id – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), perusahaan penyediaan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia, mengembangkan program corporate social responsibility (CSR) di bidang kesehatan lewat program Bangun Sehat Bersama. Selama 8-25 Agustus 2025, pelatihan kesehatan TBIG menyasar 4.204 masyarakat di Pulau Kalimantan diedukasi soal pola hidup sehat.
Pelatihan kesehatan TBIG ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat Kalimantan di wilayah 3T. Hal ini merespons dalam World Health Promotion Glossary, World Health Organization (WHO) menjelaskan, keterampilan kognitif dan sosial tentukan motivasi serta kemampuan individu untuk memperoleh, memahami, dan memakai informasi dengan cara yang mendukung serta memelihara kesehatan yang baik.
Baca Juga: Tower Bersama Group Dukung Pelestarian Batik Lewat Rumah Batik TBIG di Pekalongan

Berdasarkan penjelasan WHO ini, tingkat literasi kesehatan masyarakat berperan penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan suatu wilayah.
Selain itu, dalam jurnal berjudul Health Literacy and Associated Factors Among Patients with Chronic Diseases in Indonesia, yang diterbitkan Maret 2025 di Journal of Public Health (Jerman), menemukan bahwa 33% pasien berada pada kategori problematik dan 16,2% inadequate. Artinya, sebanyak 49% responden memiliki tingkat literasi kesehatan yang rendah.
Sementara itu, penelitian lain di sejumlah puskesmas di Indonesia menunjukkan kondisi lebih memprihatinkan, di mana 60%-80% responden memiliki literasi kesehatan rendah dan tidak memadai.
Baca Juga: Bisa Praktik Langsung, Siswa SMK Antusias Pelajari Fiber Optik di Rumah Belajar TBIG

Merespons hal itu, pelatihan kesehatan TBIG berupaya mengedukasi warga Kalimantan. Bentuk kegiatannya berupa edukasi 3P, yaitu Pola Hidup Sehat, Pola Konsumsi Sehat, dan Pola Sanitasi Sehat.
Warga Indonesia Minim Literasi Kesehatan
Presiden Direktur TBIG Herman Setya Budi menegaskan bahwa berdasarkan penelitian terbaru menyatakan separo masyarakat Indonesia minim soal literasi kesehatan.
“Kesehatan itu fondasi dari pembangunan manusia. Sedangkan literasi kesehatan jadi kunci agar masyarakat dapat menjaga diri secara mandiri. Berdasarkan data penelitian terbaru menunjukkan bahwa hampir separo masyarakat Indonesia memiliki literasi kesehatan yang rendah,” ujarnya.

Dia mengatakan, fakta ini menjadi alarm bagi kita semua, termasuk dunia usaha, untuk turun tangan.
“Karena itu, melalui program edukasi kesehatan dan bantuan gizi, TBIG ingin hadir bukan hanya sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang lebih sehat dan berdaya,” kata Herman.
Dia meyakini bahwa kehidupan masyarakat yang sehat jadi investasi masa depan Indonesia yang kuat.
“Kami percaya investasi pada kesehatan masyarakat hari ini adalah investasi untuk masa depan Indonesia yang lebih kuat,” ujarnya.
Herman juga menambahkan, TBIG mendasari seluruh program CSR dengan prinsip-prinsip ESG, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), serta panduan ISO 26000.
“Dengan pendekatan ini, kami memastikan setiap program CSR TBIG tidak hanya berdampak sesaat, tetapi berkelanjutan, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
TBIG Target 500 Kegiatan Edukasi Kesehatan Se-Indonesia
Sementara itu, Chief of Business Support Officer TBIG Lie Si An menuturkan, program CSR ini fokusnya pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui edukasi kesehatan.

“Kami ingin memastikan masyarakat memiliki pemahaman yang baik tentang konsumsi sehat, sanitasi, dan pola hidup sehat. Selain itu, kami menyalurkan bantuan makanan bergizi untuk mendukung tumbuh kembang anak,” jelasnya.
Dia juga menambahkan, hingga akhir 2025, TBIG menargetkan terlaksananya lebih dari 500 kegiatan serupa se-Indonesia. Si An juga mengatakan, pola konsumsi berkaitan erat dengan kualitas kesehatan.
“Kami memberikan pemahaman dasar soal pola konsumsi sehat. Kami menargetkan ada 500 kegiatan edukasi kesehatan dengan penyaluran bantuan makanan bergizi di wilayah 3T (daerah tertinggal, terdepan, dan terluar di Indonesia, Red),” ujarnya.
Selain fokus pada bidang kesehatan, Si An, sapaan akrabnya, juga mengatakan, CSR TBIG juga fokus pada bidang pendidikan, lingkungan, dan budaya. Dia melanjutkan, program CSR ini berkaitan dengan manusia yang berhubungan dengan nilai-nilai kemanusiaan.
“Kami ada empat pilar. Pertama, bidang kesehatan dengan program Bangun Sehat Bersama. Kedua bidang pendidikan, ada Bangun Cerdas Bersama. Ketiga, bidang budaya dengan Bangun Budaya Bersama. Dan keempat bidang lingkungan dengan Bangun Hijau Bersama,” katanya.
Menurut dia, keempat pilar ini intinya pada bagaimana CSR TBIG ini dalam mengedukasi masyarakat Indonesia secara luas terkait bidang-bidang tersebut.
“Semua program kami intinya mengedukasi masyarakat. Caranya lewat bidang kesehatan, pendidikan, budaya, dan lingkungan,” katanya saat kick off Journalism Fellowship on CSR 2025 atau JFC 2025 Batch 2 yang digelar di Rumah Belajar Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), Jl Boulevard Kawasan Sudirman, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Banten, Jakarta.
Selain literasi kesehatan, TBIG juga memberikan bantuan makanan bergizi kepada 2.400 warga masyarakat di enam desa di Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah.
Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari program Bakti Sosial Bersama Untuk Indonesia yang menjangkau 80 desa dari Aceh hingga Papua dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia.
Salah satu warga Desa Tumbang Tukun, Kapuas Tengah, Kalimantan Tengah, bernama Eva mengaku, bersyukur kepada TBIG telah mengadakan program Bangun Sehat Bersama. Dia juga mengucapkan terima kasih mendapatkan pengalaman soal kesehatan.
“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Tower Bersama Group yang telah mengadakan aksi Bangun Sehat Bersama. Kami mendapat banyak pengalaman baru tentang menjaga kesehatan mulut dan gigi serta cara mencuci tangan yang benar,” ujar Eva.
Dia juga mengatakan, pihaknya merasa terbantu dan harapannya kegiatan ini terus berkelanjutan.
“Kami merasa terbantu dan berharap kegiatan ini dapat berlanjut untuk membekali diri dalam hal kesehatan maupun lain-lainnya,” ujar Eva.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Dwi Lindawati
Editor: Herlianto. A





























