Sunday, July 5, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Zakat dan Haji di Tengah Kecamuk Perang

Redaksi by Redaksi
April 22, 2026 9:19 pm
in Catatan
Zakat dan Haji

M.Zainuddin.dok/pribadi

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh M. Zainuddin*

 

READ ALSO

Malang dan Ilusi Pembangunan: Ketika Ruang Terbuka Hijau Dikorbankan, Siapa yang Dilayani?

Membaca Fenomena Selebrasi Gen-Z Pasca Sidang Skripsi

 KEBERANGKATAN jemaah haji Indonesia 2026 dijadwalkan mulai 22 April bertepatan dengan 5 Zulkaidah 1447 H. Kementerian Haji dan Umrah mengumumkan, kuota haji nasional Indonesia untuk tahun 2026 sebanyak 221.000 jemaah. Dari jumlah tersebut, sekitar 203.320 jemaah merupakan haji reguler, sedangkan 17.680 jemaah termasuk haji khusus.

Sementara itu Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) atau Ongkos Naik Haji (ONH) yang ditanggung oleh jemaah haji reguler tahun 2026 ini ditetapkan oleh Pemerintah rata-rata sebesar Rp54,19 juta per orang, turun dari tahun 2025. Total Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) disepakati Rp87,4 juta dan sisanya ditanggung oleh nilai manfaat dana haji.

Meski biaya ONH tersebut relatif tinggi, namun semangat dan hasrat pergi haji bagi masyarakat Muslim Indonesia tidak pernah kendor. Hal ini tidak lepas dari adanya doktrin yang melatarbelakanginya. Dalam keyakinan masyarakat Muslim tertentu, haji merupakan salah satu ibadah yang menempati kedudukan istimewa.

Ibadah haji sebagai salah satu dari rukun Islam yang lima juga merupakan ibadah yang memiliki tempat tersendiri di hati mereka. Hal demikian bisa dibuktikan akan besarnya minat masyarakat untuk melaksanakan ibadah haji dalam setiap tahunnya. Bahkan Indonesia menempati urutan pertama jumlah jamaah haji terbanyak dunia.

Baca juga: Puasa (Ramadan) Berdampak

 Haji dan Zakat, Mana yang Harus Didahulukan?

Dalam persepktif Islam, semua pesan keagamaan yang terdapat dalam ibadah mahdhah selalu berpihak pada ajaran sosial. Termasuk ibadah haji, yang diharapkan pasca haji mereka memiliki kepekaan sosial setelah sekian hari mereka dihadapkan langsung pada kemajemukan karakter manusia seluruh dunia. Demikian pula syahadat, salat, dan puasa pun pada hakikatnya sarat dengan pesan-pesan ajaran yang sama, yakni ajaran yang diharapkan selalu responsif terhadap problema sosial.

Hanya selama ini pelaksanaan zakat belum diminati oleh banyak kalangan yang mampu.  Zakat dan haji memang tipe ibadah golongan masyarakat elit, tetapi di sisi lain bagi masyarakat yang berada (the have), belum banyak pula yang memandang pelaksanaan ibadah zakat lebih utama.

Hal ini terjadi karena masih ada anggapan dari sebagian masyarakat tertentu bahwa ibadah haji adalah ibadah prestisius yang mampu mengangkat citra sosialnya, tidak demikian dengan zakat.

Baca juga: Pesan Sosial Halal Bihalal

Padahal jika digali dalam Al-Quran, kata “zakat” disebut lebih banyak dibanding dengan kata “haji”. Kata zakat disebut sebanyak 32 kali dalam konteks makna teknis ibadah yang kebanyakan disandingkan langsung dengan perintah salat.

Bahkan beberapa sumber menyebutkan bahwa mention kata “zakat” bersamaan dengan salat hingga 82 kali. Sedangkan kata “haji” disebut dalam Al-Quran sebanyak 12 kali dalam surat Al-Haj.

Masih dipertanyakan, apakah mereka yang telah melaksanakan haji berulang-kali juga sekaligus sadar untuk berzakat? Bahkan ada di antara mereka yang salat, puasa dan zakatnya masih belum tertib namun sudah melaksanakan haji lebih dari sekali. Zakat yang dimaksud di sini bukan zakat fitrah, melainkan zakat mal.

Sementara itu haji merupakan ibadah yang membutuhkan ketahanan mental maupun fisik. Tentu selain kesiapan administratif dan logistik, kemampuan fisik menjadi syarat penting dalam pelaksanaan ibadah haji. Bahkan juga syarat wajib haji tidak hanya mencakup kemampuan finansial, tetapi juga keamanan. Apalagi kini perang Israel-Amerika vs Iran masih terus berkecamuk hingga sudah berlangsung sebulan lebih dari sekarang.

Berbagai rudal dan bom terus diluncurkan dari kedua belah pihak yang mengakibatkan hancurnya gedung-gedung, berbagai fasilitas umum dan korban ribuan jiwa melayang.

Baca juga: Perlunya Qiraah Qauliyah dan Kauniyah

Apalagi setelah perang antara Israel-Amerika dan Iran pecah, muncul berbagai pertanyaan, apakah eskalasi perang tersebut dapat berkembang menjadi jauh lebih besar, bahkan berpotensi menuju Perang Dunia Ketiga? Karena perang tersebut tidak hanya antara Israel-Amerika dan Iran, namun juga menyasar ke belasan negara lain di kawasan Timur Tengah, seperti Uni Emirat Arab, Irak, Bahrain, Kuwait, Arab Saudi, Oman, Azerbaijan, Siprus, Suriah, Qatar, Lebanon, dan Tepi Barat yang diduduki Israel.

Kita tidak dapat membayangkan bagaimana jika ada rudal-rudal yang nyasar pada pesawat para jamaah haji atau di mana mereka tinggal selama di Arab Saudi?

Maka menurut hemat saya, bagi yang sudah pernah menunaikan ibadah haji, akan lebih bermanfaat jika sebagian dana haji tersebut disumbangkan untuk korban genosida di Gaza dan Palestina yang dirundung kemalangan akibat perang yang berkepanjangan, atau digunakan untuk bantuan kemanusiaan yang lain dari pada harus digunakan berhaji lagi bahkan berulangkali.

Karena toh kewajiban haji bagi yang mampu hanya sekali seumur hidup sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Baca juga: Umat Muslim Wajib Tahu! Golongan Inilah yang Berhak Mendapa Daging Kurban saat Idul Adha

Dampak dari ibadah haji juga seharusnya dapat melahirkan kesadaran untuk lebih peka terhadap problema sosial dan kemanusiaan, namun fenomena yang terjadi adalah sebaliknya. Haji hanyalah untuk haji. Dan mengapa ibadah zakat selalu dinomorakhirkan?

Padahal dalam sejarah, Khalifah Abu Bakar As-Shiddiq pernah memerintahkan untuk memerangi mereka yang membangkang dan enggan mengeluarkan zakat, dan bukan memerangi mereka yang tidak mau melaksanakan ibadah haji?

Namun mengapa ibadah haji meriah zakat susah? Malah sebaliknya ada kecenderungan pada masyarakat tertentu, haji tidak lagi membawa kesadaran mereka untuk sadar berzakat dan peka terhadap urusan-urusan sosial (amal saleh) yang mampu menekan jurang kemiskinan, tetapi malah mendidik sebagian di antara mereka menjadi “kapitalis-kapitalis” modern. Padahal tujuan diturunkannya syariat Islam (maqashid syari’ah) adalah untuk memiliki kesadaran sosial dan sikap humanis, wallahu a’lam [*].

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

**Guru Besar Pascasarjana UIN Maliki Malang, Chairman of Yasmine Institute

Redaktur: jatmiko

Tags: biaya haji 2026ibadah haji 2026jemaah haji indonesiaKonflik Timur Tengahopini m zainuddinperang gaza palestinazakat dan hajizakat mal

Related Posts

Ruang hijau
Catatan

Malang dan Ilusi Pembangunan: Ketika Ruang Terbuka Hijau Dikorbankan, Siapa yang Dilayani?

Monday, 29 Jun 2026
Abdul Hamid. Foto/dok
Catatan

Membaca Fenomena Selebrasi Gen-Z Pasca Sidang Skripsi

Monday, 29 Jun 2026
Gen-z
Catatan

Membaca Fenomena Selebrasi Gen-Z Pasca Sidang Skripsi

Sunday, 28 Jun 2026
Pendidikan Akhlak
Catatan

Guru dan Orang Tua: Dua Sisi Mata Uang Pendidikan Akhlak

Sunday, 28 Jun 2026
Rama dan Sinta
Catatan

Rama dan Sinta (Bukan dalam Wayang)

Saturday, 27 Jun 2026
Aries Musnandar. Foto/dok
Catatan

Belajar Disiplin dari Negeri Matahari Terbit

Friday, 26 Jun 2026
Next Post
Grand Paviliun RSSA Malang Resmi Dibuka, Perkuat Layanan Kesehatan Premium di Jawa Timur

Grand Paviliun RSSA Malang Resmi Dibuka, Perkuat Layanan Kesehatan Premium di Jawa Timur

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Mulai Berdampak, Bapenda Kota Malang Sebut Opsen PKB Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Edi Purwanto, Santri dan Penggerak NU Asal Malang Terpilih Jadi Komisioner KI Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.