Jumat, Juli 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Puasa (Ramadan) Berdampak

Redaksi by Redaksi
Maret 1, 2026 9:39 am
in Catatan
Puasa

Prof M. Zainuddin (Guru Besar UIN Maliki Islamic University Malang, Chairman of Yasmine Institute)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

PUASA (RAMADHAN) BERDAMPAK

 Oleh M. Zainuddin

READ ALSO

Kiai Bad dan Visualisasi Do’a

Buku Pelanggaran

(Guru Besar Maliki Islamic University Malang, Chairman of Yasmine Institute)

 PUASA bukan sekadar menahan makan, minum dan berhubungan suami-istri di siang hari, dan segala sesuatu yang membatalkannya, namun lebih dari itu adalah puasa batin yang dapat mengantarkan orang beriman kepada derajat takwa (muttaqin) dan saleh (shalihin), baik saleh individu maupun sosial. Oleh sebab itu Imam Al-Ghazali membagi tingkatan puasa ada 3 level. Elementery (awam), intermidiate (khawash) dan advance (khawasul khawash). Nabi mengingatkan kepada kita: “Banyak orang berpuasa namun yang diperoleh hanyalah lapar dan dahaga”.

Selanjutnya, bagaimana kita mampu menjadikan bulan puasa Ramadhan ini sebagai titik tolak (take off) menuju 11 bulan ke depan yang lebih baik? Inilah hakikat puasa yang sebenarnya. Karena perintah puasa Ramadhan di sini jika dilihat dari kaidah Ushul Fiqh mengandung makna al-amru fi al-wujub yaqtadhi at-tikrar (perintah wajib yang mengandung pengulangan terus-menerus).

Meskipun puasa Ramadhan diwajibkan hanya setiap tahun sekali, namun dampak kebaikannya harus berlangsung terus menerus (Sustainable Character Development). Ibadah formalnya setahun sekali tetapi dampaknya harus terlihat dalam kehidupan sehari hari (every day life). Inilah sesungguhnya arti pentingnya ibadah mahdhah, baik itu puasa, haji, apalagi salat yang dilakukan setiap hari. Semuanya harus berdampak positif pada kehidupan sehari-hari.

Ibadah yang Berdampak

Setiap perintah dan larangan dalam ajaran Islam yang dititahkan oleh Allah Swt. kepada hamba-Nya dan yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. kepada umatnya haruslah diikuti, karena semua perintah tersebut mengandung dampak kebaikan, kemanfaatan dan pahala. Sebaliknya, semua larangannya mengandung madharat dan dosa. Dan semua perintah dan larangan tersebut jika diikuti bermakna ibadah.

Baca juga: Puasa dan Ketahanan Mental

Ibadah dalam ajaran Islam mengandung dua kategori, yaitu ibadah mahdhah yang sudah given seperti rukun Islam yang lima (arkan al-Islam al-khamsah) dan ibadah ghair mahdhah seperti perbuatan–perbuatan baik lainnya yang bersifat sosiologis dan kosmologis yang bearada pada ranah horizontal, seperti mencintai sesama dan semua makhluk ciptaan Tuhan, baik di darat, laut maupun udara (lihat QS. Al-Qashas 77).

Misalnya syahadat (dalam rukun Islam yang pertama) menuntut umat beriman untuk tidak berbuat sombong, syirik, dan mengharapkan pujian yang berlebihan, karena di balik itu semua ada Zat yang berhak memperoleh identitas tersebut.

Demikian pula perintah salat, suatu ajaran yang mensyaratkan di dalamnya untuk mengakhiri ucapan salam kedamaian, tidak boleh membuat keonaran dan berkonflik antarsesama. Bahkan dalam Al-Quran secara ekplisit di tegaskan bahwa “salat itu dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar” (QS. Al-Ankabut: 45).

Jika pada puasa umat beriman dilatih untuk tidak makan dan minum (di siang hari), maka pada pungkasan akhir Ramadhan mereka diperintah untuk mengeluarkan zakat fitrah, memberikan bekal makan pada mereka yang membutuhkan. Sementara itu perintah zakat merupakan ajaran yang berimplikasi langsung terhadap ajaran sosial. Bagi seorang yang mengeluarkan zakat (muzakki), secara otomatis mereka memiliki kepekaan terhadap penderitaan kaum lemah (mustadh’afin).

Baca juga: Bencana Alam: Kesalahan Memahami Etika

Hanya persoalannya, pelaksanaan zakat (mal) selama ini masih belum banyak diminati oleh beberapa kalangan yang mampu. Zakat dan haji memang tipe ibadah golongan masyarakat elit (the have), namun di sisi lain bagi masyarakat elit berada tersebut, belum banyak pula yang memandang pelaksanaan ibadah zakat lebih utama ketimbang ibadah haji misalnya.

Hal ini terjadi karena masih ada anggapan dari sebagian masyarakat muslim tertentu, bahwa ibadah haji adalah ibadah prestise yang mampu mengangkat citra sosial dan berdampak pada statusnya, gelar “Pak Haji”. Padahal juga ada riwayat (Hadis Muslim) yang menyatakan, bahwa “Harta yang dikeluarkan zakatnya tidak akan akan pernah habis (justru malah bertambah)”.

Nah di sini kebanyakan orang yang berhak mengeluarkan zakatnya (muzakki) justru lebih memilih pergi haji ke Makkah atau hanya bersedekah sunnah yang tidak terikat oleh nisabnya yang 2,5 % itu.

Bahkan dalam konteks ini Menteri Agama, Prof. Nasaruddin Umar mengimbau para umat Islam untuk bersedekah lebih dari zakat yang hanya 2,5% tersebut, dengan menegaskan: “Jika umat Islam hanya terpaku pada angka 2,5%, maka potensi ekonomi umat yang sangat besar tidak mengejawantah”. Nah di sinilah justru beliau hendak menekankan pentingnya sikap dermawan (filantropi) Muslim yang harus jauh melampaui angka 2,5%, melalui sedekah dan infak yang tidak terbatas pada persentase dimaksud .” (https://islami.co).

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

 

redaktur: jatmiko

 

Tags: Dampak Sosial PuasaIbadah BerdampakIbadah MahdhahKarakter BerkelanjutanPuasa RamadanSpiritualitas IslamTakwa dan KesalehanZakat dan Filantropi

Related Posts

Kiai Bad dan Visualisasi Do’a
Catatan

Kiai Bad dan Visualisasi Do’a

Senin, 13 Jul 2026
Buku Pelanggaran
Catatan

Buku Pelanggaran

Minggu, 12 Jul 2026
Cologne,  Katedral, dan Masjid 
Catatan

Cologne, Katedral dan Masjid 

Kamis, 9 Jul 2026
Menakar Ulang Menara Gading: Ketika Gelar Akademik Dosen Menjauh dari Realitas Publik
Catatan

Menakar Ulang Menara Gading: Ketika Gelar Akademik Dosen Menjauh dari Realitas Publik

Kamis, 9 Jul 2026
Cristiano Ronaldo dan Seperti Apa Sebaiknya Kita Memandang Sebuah Kehidupan
Catatan

Cristiano Ronaldo dan Seperti Apa Sebaiknya Kita Memandang Sebuah Kehidupan

Rabu, 8 Jul 2026
Kota Malang dan El Nino
Catatan

Kota Malang dan El Nino

Rabu, 8 Jul 2026
Next Post
Jadwal buka puasa Malang Raya

Jadwal Buka Puasa Malang Raya Hari Minggu 1 Maret 2026 dan Keutamaan Hari ke-11 Puasa Ramadan

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.