Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Puasa dan Ketahanan Mental

Redaksi by Redaksi
Februari 18, 2026 8:18 am
in Catatan
Prof. Dr. M. Zainuddin, MA. Foto/dok TM

Prof. Dr. M. Zainuddin, MA. Foto/dok TM

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Prof. Dr. M. Zainuddin, MA*

Tugumalang.id – Sejatinya ibadah puasa bukan sekadar menahan makan dan minum di siang hari, namun lebih dari itu adalah ibadah pengendalian diri dari segala hal yang terkait dengan penyakit mental.

READ ALSO

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Dalam perspektif Islam, penyakit mental sering diidentikkan dengan beberapa sifat buruk atau tingkah laku tercela seperti: emosi, iri hati, buruk sangka, tamak dan seterusnya. Beberapa sifat tercela tersebut dalam kesehatan mental (mental hygiene) dianggap sebagai penyakit jiwa (psychoses).

Marah atau emosi pada hakikatnya adalah memuncaknya kepanikan di kepala, lalu menguasai otak atau pikiran dan akhirnya kepada perasaan. Kondisi semacam ini seringkali sulit untuk dikendalikan.

Baca Juga: Kapan Puasa Arafah 2025? Simak Jadwal Lengkap dan Keutamaan Menjelang Idul Adha

Marah akan menimbulkan beberapa pelampiasan, misalnya secara lisan akan memunculkan caci-makian, kata-kata kotor dan keji, dan secara fisik akan menimbulkan tindakan-tindakan destruktif.

Puasa dan Ketahanan Mental

Berkaitan dengan hal di atas, Usman Najati Najati, dalam Al-Qur’an dan Ilmu Jiwa,

berpendapat bahwa marah yang menguasai seseorang dapat membuat kemandekan berpikir. Di samping itu energi tubuh selama marah berlangsung akan membuat orang siap untuk melakukan tindakan-tindakan yang akan disesali di kemudian hari.

Oleh sebab itu cara mengatasi problem marah ini menurutnya adalah dengan jalan mengendalikan diri, sebab mengendalikan diri dari marah mempunyai beberapa manfaat: pertama, dapat memelihara kemampuan berpikir dan pengambilan keputusan yang benar; kedua, dapat memelihara keseimbangan fisik, karena mampu melindungi dari ketegangan yang timbul akibat meningkatnya energi; ketiga, dapat menghindarkan seseorang dari sikap memusuhi orang lain, baik secara fisik maupun melalui umpatan; keempat, dari segi kesehatan, pengendalian marah dapat menghindarkan seseorang dari berbagai penyakit.

Baca Juga: 7 Tips Efektif Belajar Saat Puasa Ramadan

Dalam hal ini Nabi juga sangat memuji tindakan pengendalian diri terhadap marah dan menganggapnya sebagai orang yang kuat, sebagaimana sabdanya: “Tidaklah yang disebut orang kuat adalah orang yang pandai berantem, tetapi orang kuat adalah orang yang mampu menahan amarahnya” (lihat juga Q.S. 3:134).

Sementara iri hati didasari oleh rasa benci terhadap apa yang dimiliki oleh orang lain, baik yang berkaitan dengan materi maupun yang berhubungan dengan jabatan atau kedudukan.

As-Syarqawi dalam Nahwa Ilm an-Nafsi al-Islami, menegaskan bahwa iri hati cenderung memunculkan sikap antipati dan bahkan melahirkan sikap permusuhan terhadap orang lain. Kemunculannya ditandai dengan rasa sombong, pamer, dan rasa takut kehilangan kedudukan.

Tamak atau rakus adalah keinginan berlebihan yang disebabkan oleh kemauan hawa nafsu yang tidak terkendali. Jika seseorang mengikuti hawa nafsunya secara belebihan, maka berarti ia bersikap tamak dan tidak pernah merasa puas dengan apa yang ia terima, dan selama itu pula ia terperangkap oleh angan-angan dunia yang tidak pernah merasakan kepuasan, akibatnya mereka harus melakukan korupsi dan segala macam tindak kejahatan.

Menurut As-Syarqawi (1979:103), cara membendung sifat tamak tersebut adalah dengan membiasakan diri dengan sikap zuhud dan qana’ah sehingga dengan demikian ia akan bebas dari pemenuhan syahwat hawa nafsu.

Nah, puasa (Ramadhan) selama sebulan adalah ibadah kesabaran, yang menurut Al-Ghazali meliputi sabar menahan nafsu perut dan farji, yang disebut dengan iffah; sabar menahan dari permusuhan dan seteru yang disebut dengan syaja’ah; sabar menahan diri dari amarah yang disebut dengan hilm; sabar menahan diri dari hidup mewah dan berlebihan, yang disebut dengan zuhd; sabar dengan ikhlas menerima rizki yang telah ditentukan oleh Tuhan, yang disebut dengan qana’ah; sabar dari menyimpan rahasia orang lain (kitmanu sirrin) dan menerima permintaan maaf orang lain atau lapang dada (sa’atu shadrin).

Oleh sebab itu puasa merupakan ibadah yang sangat berat bagi tingkat pemula, karena ia merupakan ibadah “memerangi hawa nafsu” yang oleh Nabi dikategorikan sebagai jihad yang paling besar (al-jihad al-akbar), lebih besar dibanding dengan jihad di medan perang (Badar).

 

*Penulis adalah Guru Besar Sosiologi Agama PPs Maliki Islamic University, Chairman of Yasmine Institute.

Editor: Herlianto. A

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Tags: Kesehatan MentalpuasaRamadanUIN Malang

Related Posts

Abdul Hamid. Foto/dok
Catatan

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Selasa, 26 Mei 2026
Momentum Hari Kebangkitan Nasional, refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib tentang kedaulatan algoritma di era digital. /Foto: Dok. Istimewa.
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Rabu, 20 Mei 2026
Tiko Ari. Foto/dok
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional dan Tantangan Nyata Pekerja Indonesia di Tengah Perubahan Zaman

Rabu, 20 Mei 2026
Agama
Catatan

Ketika Ilmu Dipisahkan dari Agama (1)

Selasa, 19 Mei 2026
Prophetic Intelligence
Catatan

Prophetic Intelligence: Menyatukan Ideologi dan Strategi Politik PKB di Era Gen Z

Selasa, 12 Mei 2026
Sains dan Agama
Catatan

Paradigma Baru: Mengakhiri “Perang Dingin” antara Sains dan Agama

Minggu, 10 Mei 2026
Next Post
Prakiraan cuaca Malang, terutama di Kota Malang pada Rabu, 18 Februari 2026 yang berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang. /Foto: Pinterest/Yuda Karingga.

Prakiraan Cuaca Malang Rabu 18 Oktober 2026: Hujan Ringan Hingga Sedang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.