MALANG, Tugumalang.id – Ormas Yakuza Maneges menyegel tiga pondok pesantren (ponpes) yang ada di wilayah Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, pada Sabtu (13/6/2026) malam. Tiga ponpes tersebut merupakan milik kiai berinisial T yang diduga melakukan pelecehan seksual kepada sejumlah santrinya.
Ketiga ponpes berada di satu desa yang sama, namun berbeda RT. Pondok pertama sudah berdiri sejak tahun 2004, sedangkan pondok ketiga baru berdiri sekitar tujuh tahun yang lalu.
Penyegelan ini dilakukan dengan dukungan warga yang juga resah karena adanya dugaan pelecehan seksual di ponpes tersebut. Sebagai tanda penyegelan, gedung ponpes dipasangi banner bertuliskan “Pondok Pesantren Ini Disegel/Ditutup Yakuza Maneges (Atas Dukungan Warga”.
Baca juga: Santriwati Laporkan Kiai di Kabupaten Malang, Dugaan Pelecehan Seksual
Dugaan Kiai Cabul Sudah Berlangsung Lama
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Yakuza Maneges, Rizki Bagus mengatakan, dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh T telah terjadi berulang kali. Bahkan, 20 tahun yang lalu warga setempat sempat hendak membakar salah satu ponpes milik T karena resah dengan dugaan tersebut.
“Berkat dukungan warga dan keberanian korban, kami melaporkan dugaan ini ke polisi dan menyegel ponpes untuk sementara supaya ada pembenahan,” kata Bagus.
Para santri yang ada di tiga ponpes tersebut telah pulang ke rumah masing-masing. Saat disegel, ketiga ponpes dalam kondisi sepi dan terkunci.
“Kami juga akan mengecek apakah pondok ini sudah mengantongi izin dari Kementerian Agama. Kalau belum ada izin, artinya ilegal,” imbuh Bagus.

Baca juga: Gus Idris Ditetapkan Tersangka Dugaan Pelecehan Seksual
Sebelumnya diberitakan, Yakuza Maneges mendampingi 3-4 korban dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh pengasuh ponpes di Bululawang, T. Mereka melapor ke Satres PPA dan PPO Polres Malang pada Sabtu (13/6/2026) sore.
T diduga melakukan pelecehan seksual kepada para santri perempuan beberapa kali selama lebih dari 20 tahun. Kasus ini baru terungkap berkat aduan korban yang dilayangkan ke Yakuza Maneges.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko


















