MALANG, Tugumalang.id – Yakuza Maneges Malang Raya mendampingi 3-4 santri perempuan melaporkan kiai atas dugaan pelecehan seksual. Para korban merupakan santri di sebuah pondok pesantren yang ada di wilayah Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.
Korban bersama tim hukum dari Yakuza Maneges mendatangi Satres PPA dan PPO Polres Malang, pada Sabtu (13/6/2026) sore. Terlapor berinisial T dan merupakan pengasuh dari pondok pesantren tempat para korban menuntut ilmu.
Tim hukum Yakuza Maneges, Moh Zaky mengatakan, dugaan pencabulan diduga telah dilakukan oleh terlapor sejak 25 tahun yang lalu. Kasus ini baru terungkap karena ada santriwati yang berani mengadu.
Baca Juga: Gus Idris Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual Saat Syuting Konten Sumpah Pocong yang Viral di Medsos
“Para korban adalah santriwati (dari terlapor) dan rata-rata di bawah umur. Saat ini ada yang masih aktif sebagai santri, sebagian lainnya sudah keluar dari pondok,” ujar pria yang akrab disapa Zaky Chong tersebut.
Ia menerangkan, terlapor memanfaatkan relasi kuasa dan meminta korban menuruti kemauannya. Terlapor mencium, meremas organ sensitif korban, hingga meminta korban memainkan kemaluan terlapor.
“Ada persetubuhan yang dilakukan 20 tahun lalu. Kalau yang baru-baru ini tidak sampai disetubuhi,” kata Zaky.
Hal tersebut diduga dilakukan terlapor selama beberapa kali. Agar korban tidak mengadu, ia memberi iming-iming uang.
Baca Juga: KAI Kampanyekan Gerakan Anti Pelecehan Seksual di Stasiun Malang
Pada kesempatan ini, Yakuza Maneges juga menyerahkan terlapor ke Polres Malang. Terlapor terlihat berjalan memasuki kantor Satres PPA dan PPO dikawal petugas dengan pakaian menutupi kepalanya.
Zaky menjelaskan, kemarin pihaknya telah mencoba menemui terlapor untuk meminta klarifikasi. Ternyata, terlapor mengetahui rencana Yakuza Maneges Malang Raya sehingga melarikan diri.
“Kami sampaikan kepada putra putri (terlapor) bahwa kami minta ketemu. Kalaupun tidak (mau bertemu), kami tetap akan kawal laporan ke PPA Polres Malang,” kata Zaky.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A
























