Tugumalang.id – Seorang perempuan berusia 25 tahun mengaku menjadi korban pemerkosaan oleh temannya di Kota Malang pada Sabtu (12/9/2026). Korban sempat meminta tolong ke driver ojek online (Ojol). Yakuza Maneges yang mendapati aduan itu langsung turun tangan mengawal korban.
Ketua Tim Hukum Yakuza Maneges Malang-Pasuruan Raya, M Zakki menjelaskan bahwa penemuan kasus itu bermula saat seorang driver ojol mendapat order customer di kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) sekitar pukul 01.00 WIB. Namun saat di titik jemput, customer perempuan itu menangis dan mengaku baru saja menjadi korban pemerkosaan.
Baca Juga: Tersangka Pemerkosaan Tunawicara di Wajak Terancam 12 Tahun Penjara
“Jadi saat driver nyamperin, penumpang ini nangis-nangis. Ternyata setelah ditanya, katanya abis jadi korban pemerkosaan,” ungkapnya.
Perempuan itu meminta tolong untuk diantar ke Polsek. Namun gerbang Polsek Lowokwaru tutup dan dikira tak ada petugas. Akhirnya, driver ojol itu menghubungi teman-temannya dari komunitas Barisan Driver Suhat Malang.
“Kemudian komunitas driver itu berinisiatif mendatangi lokasi kejadian perkara di Tlogomas. Di sana mereka menghubungi saya dan kepolisian. Saya langsung ke lokasi,” urainya.
Baca Juga: Ketika Candaan Melukai Nurani: Refleksi atas Kasus Pelecehan Seksual di Fakultas Hukum UI
Saat itu, terduga pelaku sempat tak mau keluar dari rumahnya. Terlebih, di luar rumah sudah ada petugas kepolisian, driver ojol dan anggota Yakuza Maneges. Pria itu tak mengakui perbuatannya. “Setelah kami gedor-gedor, akhirnya dia keluar,” ujarnya.
Petugas kemudian segera menggelandang terduga pelaku ke Polresta Malang Kota untuk menjalani pemeriksaan. Zakki juga mendampingi korban dalam proses pelaporan.
Berdasarkan keterangan awal, Zakki menyebut korban mulanya dalam kondisi frustasi pasca jalinan asmara dengan kekasihnya kandas alias putus. Dikatakan, terduga pelaku pemerkosaan itu merupakan teman mantan kekasih korban.
“Jadi korban ini frustasi karena abis putus dengan pacarnya. Nah terduga pelaku ini adalah teman pacarnya dan teman dia juga yang kebetulan sering ketemu di gym,” ungkapnya.
“Korban ini pengen curhat, nah sekitar jam 9 malam itu dijemput dan dibawa ke rumahnya. Di situlah terjadi dugaan pemerkosaan itu,” sambungnya.
Zakki memastikan akan mengawal kasus ini sampai tuntas. Ia menegaskan tak akan memberi ampun jika pelaku terbukti melakukan kejahatan ini.
“Saya pastikan bahwa korban akan mendapat keadilan. Tak ada ceritanya Yakuza mendampingi perkara tak sampai tuntas. Kami akan sikat pelaku kejahatan tanpa ampun,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A































