Pekalongan, Tugumalang.id – M Wildani Rifqi, seorang Teman Tuli, meraih predikat sebagai wisudawan terbaik Rumah Batik Tower Bersama Infrastructure Group (TBIG). Ia diwisuda bersama 34 siswa lainnya pada Kamis (22/10/2026).
Wildani mengikuti proses pembelajaran membatik di Rumah Batik TBIG yang berlokasi di Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Selain Wildani, terdapat 10 peserta pelatihan lain yang juga merupakan penyandang disabilitas.
Proses pembelajaran membatik dilakukan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta. Selama pelatihan, Wildani mempelajari teknik dasar membatik hingga mampu menghasilkan karya sendiri.

Bagi Wildani, pelatihan tersebut menjadi pengalaman baru untuk mengenal lebih jauh dunia batik sekaligus mengasah keterampilannya. Kesempatan itu juga menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa dirinya mampu berkarya dan mandiri.
“Saya merasa bangga karena dapat menyelesaikan pelatihan dan meraih predikat sebagai salah satu wisudawan terbaik,” kata Wildani.
Dalam program pelatihan tahun ini, Rumah Batik TBIG menetapkan dua wisudawan terbaik, yakni Wildani dan M Adnan Maulana. Keduanya merupakan bagian dari 33 peserta yang diwisuda dari program Rumah Batik TBIG pada 2026.
Baca juga: TBIG Wisuda 45 Lulusan, Termasuk 8 Difabel dari Program Rumah Batik dan Culinary Pekalongan
Program tahun ini diikuti 22 peserta pelatihan reguler dan 11 peserta penyandang disabilitas.
Rumah Batik TBIG Latih 1.200 Calon Pembatik
Rumah Batik TBIG telah hadir di Pekalongan sejak 2014 sebagai wadah pemberdayaan masyarakat. Selama lebih dari satu dekade, Rumah Batik TBIG telah melatih sekitar 1.200 calon pembatik. Dari jumlah tersebut, sekitar 300 alumni kini menjadi pembatik aktif.
Rumah Batik TBIG tidak hanya memberikan pelatihan teknik membatik. Para peserta juga dibekali keterampilan kewirausahaan agar mampu mendirikan usaha sendiri sekaligus membuka lapangan pekerjaan.
Materi pelatihan mencakup teknik batik tulis dan batik cap. Peserta juga dikenalkan dengan pengembangan desain secara digital serta penggunaan pewarna alami.
Baca juga: Tower Bersama Group Dukung Pelestarian Batik Lewat Rumah Batik TBIG Pekalongan
Selain itu, mereka mendapat pembekalan mengenai pengelolaan limbah pewarna. Dengan begitu, praktik membatik yang dilakukan diharapkan lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Bangun Kepercayaan Diri dan Kemandirian Peserta
Chief Business Support Officer TBIG, Lie Si An, menyampaikan bahwa Rumah Batik telah menjadi ruang bagi masyarakat untuk belajar, berkarya, sekaligus mengenali potensi yang dimiliki.
Ia berharap proses pembelajaran tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan sebuah produk. Lebih dari itu, pelatihan diharapkan mampu membangun kepercayaan diri dan membuka kesempatan bagi peserta untuk berkembang lebih jauh.
“Bagi kami, setiap lulusan membawa potensi yang dapat terus dikembangkan sesuai dengan kemampuan dan cita-citanya,” ujarnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko






































