Malang, Tugumalang.id – Pramugari Trans Jatim memiliki peran penting dalam memberikan kenyamanan kepada penumpang. Tugas mereka bukan sekadar membantu pembelian tiket, tetapi juga memberikan edukasi dan memastikan layanan transportasi publik dapat diakses berbagai kalangan.
Salah satu pramugari Trans Jatim Koridor 2, Sheila Nadine Kartika Putri (18), mengatakan, kemampuan memberikan pelayanan menjadi bekal utama sebelum bertugas. Pengalamannya di bidang pelayanan membantu memahami standar operasional prosedur (SOP) dalam melayani penumpang.
“(Tugas) utama kami di pelayanan. Jadi, kami harus bisa melayani pelanggan dengan ramah, terus menjaga keamanan juga,” ujarnya saat ditemui usai peluncuran Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya di Kepanjen, Jumat (30/10/2026) sore.

Baca juga: Penyandang Disabilitas Bisa Naik Trans Jatim Gratis di Semua Koridor
Salah satu tantangan dalam memberikan pelayanan adalah menghadapi penumpang dengan latar belakang dan karakteristik berbeda, termasuk kelompok lanjut usia (lansia). Untuk memudahkan komunikasi, pramugari menyesuaikan penggunaan bahasa dengan daerah asal penumpang.
Pramugari Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya lainnya, Amira Shafa Lutfia (22), menjelaskan bahwa pramugari harus menguasai bahasa Jawa, termasuk krama alus. Mereka bahkan diminta menguasai bahasa Madura.
Kemampuan berbahasa daerah tersebut diperlukan agar penumpang lansia lebih mudah memahami informasi yang disampaikan. Jika komunikasi belum berjalan efektif, pramugari baru menggunakan bahasa Indonesia.
“Terkait edukasi dengan penumpang lansia, kami menggunakan pendekatan bahasa Jawa krama inggil. Kalau daerahnya dekat dengan wilayah yang berbahasa Madura, kami juga menggunakan bahasa Madura,” terang Amira.
Jalani Pelatihan Selama Enam Hari
Sebelum bertugas, para pramugari telah menjalani pelatihan selama enam hari. Tiga hari pertama diisi dengan pembekalan materi, termasuk tentang menjaga penampilan. Sementara tiga hari berikutnya digunakan untuk training atau praktik langsung.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur Nyono menyampaikan, Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya menyiapkan 36 pramugari. Jumlah tersebut disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan sistem pergantian jadwal kerja atau shift.
“Sistemnya shift atau gantian supaya pramugari tidak terlalu capek,” kata Nyono.
Bantu Pembelian Tiket hingga Atur Perjalanan
Menurut Nyono, keberadaan pramugari menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan kepada penumpang, terutama dalam urusan pembelian tiket. Sebab, tidak semua masyarakat terbiasa menggunakan metode pembayaran digital seperti QR maupun uang elektronik (e-money).
Karena itu, Trans Jatim tetap menyediakan pilihan pembayaran secara tunai.
“Untuk pelayanan ticketing, tidak semua masyarakat bisa bayar QR atau e-money. Mereka bisa bayar pakai cash,” jelas Nyono.
Dari sisi operasional, pramugari mengikuti jadwal perjalanan atau time table yang telah ditentukan. Pada shift pagi, petugas menjalani empat rit atau dua kali perjalanan pulang-pergi (PP). Sementara itu, shift siang mendapatkan satu kali perjalanan pulang-pergi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko





































