Malang, Tugumalang.id – Perum Bulog Kantor Cabang Malang memperketat pengawasan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi praktik pengoplosan beras subsidi menjadi produk beras kemasan premium.
Kabar dugaan praktik pengoplosan beras subsidi SPHP menjadi beras kemasan premium di wilayah Matraman dan Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, belakangan menjadi perbincangan publik. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Bulog Malang mulai memperketat pengawasan distribusi.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Malang, M Nurjuliansyah Rachman, memastikan Bulog telah mengambil langkah tegas menyikapi kasus tersebut. Langkah itu meliputi penertiban, penguatan pengawasan, dan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme distribusi beras SPHP.
Pembentukan Satgas Khusus Penertiban Program Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) juga telah dilakukan. Satgas tersebut bertugas memperkuat pengawasan jalur distribusi, mengevaluasi kepatuhan mitra penyalur, serta memastikan penyaluran beras SPHP benar-benar tepat sasaran.
Baca juga: Jelang Nataru, Bulog Malang Pastikan Stok Beras Melimpah
Nurjuliansyah menegaskan, penguatan pengawasan menjadi langkah penting untuk menjaga integritas pelaksanaan program SPHP. Sekaligus memastikan seluruh mitra penyalur menjalankan tanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku.
“Penguatan pengawasan ini untuk memastikan penyaluran beras SPHP berjalan secara tertib, transparan dan tepat sasaran. Kami terus mendorong seluruh mitra penyalur untuk mematuhi ketentuan yang berlaku dan memastikan beras SPHP dapat diterima masyarakat sesuai tujuan program pemerintah,” tegasnya, Jumat (30/10/2026).
Ia juga memastikan seluruh jajaran Bulog di wilayah kerjanya terus didorong memperketat pengawasan distribusi. Dengan begitu, program SPHP dapat terlaksana secara tertib, tepat sasaran, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca juga: Kontribusi Bulog Malang Wujudkan Swasembada Pangan dengan Tanam 413 Pohon di Hulu Sungai Brantas
Penguatan pengawasan juga diarahkan pada penataan dan evaluasi jaringan mitra penyalur, termasuk Rumah Pangan Kita (RPK). Jaringan tersebut menjadi salah satu saluran distribusi beras SPHP kepada masyarakat.
Bulog Malang menekankan pentingnya kepatuhan seluruh mitra terhadap ketentuan distribusi, harga jual, serta larangan penyalahgunaan komoditas yang menjadi bagian dari program pemerintah.
Penguatan pengawasan diharapkan dapat meminimalkan risiko penyimpangan pada setiap mata rantai distribusi.
“Langkah penertiban dan pembenahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga efektivitas program SPHP yang memiliki peran strategis dalam mendukung stabilitas pasokan dan harga beras nasional,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko






































