Malang, Tugumalang.id – Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya yang diberi nama Kanjuruhan resmi beroperasi. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan layanan yang menghubungkan Kota Malang dan Kepanjen, Kabupaten Malang, itu di Pendopo Panji Kabupaten Malang, Jumat (30/10/2026) sore.
Bus Trans Jatim Koridor 2 menghubungkan Kota Malang dengan Kabupaten Malang, tepatnya Kecamatan Kepanjen. Rute perjalanan dimulai dari Terminal Madyopuro dan berakhir di Terminal Talangagung.
Dari Terminal Madyopuro, bus menuju Terminal Hamid Rusdi, kemudian melintasi Kecamatan Bululawang, Gondanglegi, hingga Kepanjen. Tarif perjalanan dipatok Rp 5 ribu untuk penumpang umum dan Rp 2.500 untuk pelajar, santri, serta mahasiswa.
“Bus ini terkoneksi antara koridor satu dan dua. Penumpang yang melanjutkan perjalanan antarkoridor dapat menggunakan satu tiket selama waktu perpindahan tidak melebihi dua jam,” ujar Khofifah.
Selama satu minggu sejak peluncuran, penumpang dapat menikmati layanan Trans Jatim secara gratis. Setelah masa tersebut, pembayaran dapat dilakukan menggunakan QRIS, e-money, maupun uang tunai.
Khofifah menyebut pengembangan transportasi publik di Malang Raya diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan transportasi yang aman, nyaman, terjangkau, dan tepat waktu.

Selain meningkatkan mobilitas masyarakat, keberadaan Trans Jatim juga diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas, menekan risiko kecelakaan, serta membuat perjalanan lebih efisien.
“Harapannya bahwa ini bisa mengurangi kemacetan, menguatkan keamanan. Dan ketepatan waktu saya rasa salah satu kekuatan Trans Jatim sehingga tepat waktu, aman, terjangkau, dan bisa mengurangi risiko kemungkinan laka lantas jika traffic itu tidak diurai,” jelasnya.
Baca juga: Terminal Arjosari Tipe C Diusulkan Jadi Titik Keberangkatan Bus Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya
Sementara itu, Bupati Malang menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jawa Timur atas penambahan layanan transportasi publik di kawasan Malang Raya. Menurut dia, rute Koridor 2 melintasi sejumlah fasilitas pelayanan publik, mulai rumah sakit, perguruan tinggi, hingga pondok pesantren.
Beberapa rumah sakit yang berada di sepanjang rute tersebut di antaranya RS Mitra Delima, RSI Gondanglegi, dan RSUD Kanjuruhan.
Adapun fasilitas pendidikan yang terjangkau layanan ini meliputi Universitas Al-Qolam serta Pondok Pesantren An-Nur dan Al-Rifaie.
Bupati Malang juga menyebut rencana kehadiran Universitas Brawijaya di Kepanjen pada 2027. Kampus tersebut diproyeksikan menyediakan pendidikan vokasi bagi sekitar 3.000 mahasiswa.
Selain itu, keberadaan SMA Taruna di kawasan tersebut juga menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang dapat dijangkau masyarakat menggunakan transportasi umum.
“Semoga bermanfaat untuk meningkatkan pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat di Malang Raya,” ungkapnya.
Baca juga: Trans Jatim Koridor 2 Lewati Bululawang dan Gondanglegi
Pengoperasian Trans Jatim Koridor 2 tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan akses transportasi masyarakat. Layanan ini juga diharapkan membantu mengurai kepadatan lalu lintas dan menekan risiko kecelakaan.
Khofifah menilai ketepatan waktu menjadi salah satu keunggulan layanan Trans Jatim. Dengan tarif terjangkau dan konektivitas antarkoridor, transportasi publik tersebut diharapkan semakin memudahkan mobilitas masyarakat Malang Raya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Redaktur: jatmiko






































