Selasa, Juni 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Warga Terdampak Gempa Malang Keluhkan Bantuan yang Tak Merata

Redaksi by Redaksi
April 19, 2021 3:15 pm
in Berita
Mistiani, warga Desa Majang Tengah, berbicara dengan tim Peduli gempa Malang Tugu Media Group. Foto: Rubianto

Mistiani, warga Desa Majang Tengah, berbicara dengan tim Peduli gempa Malang Tugu Media Group. Foto: Rubianto

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Gempa magnitude 6,1 yang terjadi di Malang Selatan menimbulkan korban dan banyak rumah rusak. Akibatnya banyak warga mengungsi dan bergantung pada bantuan pemerintah.

Namun, ternyata sebagian warga mengaku belum tersentuh bantuan baik sembako sampai rekonstruksi rumah yang dijanjikan oleh pemerintah setempat.

READ ALSO

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Salah satunya seorang warga Dusun Warak, Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, yang mengaku belum mendapatkan bantuan sama sekali.

“Kalau untuk bantuan terus terang ini tidak merata, contohnya saya sendiri sebagai korban tidak menerima bantuan dari mana-mana,” terangnya saat dikonfirmasi tugumalang.id beberapa waktu lalu.

Perempuan yang atap rumahnya ambruk ini memiliki banyak spekulasi yang membuat dirinya tidak dilirik bantuan baik sembako maupun rekonstruksi rumah.

“Mungkin karena yang mendata, atau mungkin karena yang tidak terdampak ikut-ikutan antri (sembako). Mungkin juga bantuan masih liar atau belum terstruktur, mungkin juga kurang jeli mana yang berhak mana yang tidak,” ujarnya.

Ia juga mengatakan jika pendataan terhadap korban sendiri juga belum sempurna, sehingga masih ada warga terdampak tapi tidak terdata sebagai korban.

“Pendataan korban sejak awal memang ada, tapi belum semua yang terdata, sehingga yang tidak terdata ini harus mengusahakan dirinya sendiri untuk mendapat bantuan,” tukasnya.

Warga Desa Majang Tengah lain, Mistiani, mengaku juga tidak mendapat bantuan pakaian sama sekali. Padahal, seluruh pakaiannya sudah tertimbun puing-puing bangunan rumahnya yang rata dengan tanah.

“Kalau bantuan itu katanya tidak merata, saya yang rumahnya hancur aja kalau dicari gak ada langsung gak dikasih (bantuan). Soal baju aja saya gak dikasih meskipun katanya ada 5 kardus, padahal masalah baju itu semua terpendam di situ,” ucap ibu rumah tangga ini usai menerima bantuan sembako dari Tugu Media Peduli.

Di tempat terpisah, relawan bencana di Ampelgading, Muhammad Yasin Arif, mengatakan jika bantuan di Ampelgading juga tidak merata.

“Mungkin karena sulitnya akses itu yang membuat bantuan itu tidak merata. Karena kebanyakan butuh terpal gak hanya sembako, jadi itu mungkin yang belum tersentuh. Kalau sembako ada kemarin, tapi tidak tersentuh semuanya,” bebernya.

“Yang belum merata bantuannya itu seperti Desa Tamanasri di beberapa RT belum tersentuh,” imbuhnya.

Ia menilai jika bantuan ini tidak merata karena rumah-rumah warga yang terdampak lokasinya terpencar dan tidak menjadi satu blok yang mudah ditandai.

“Bantuan itu masih terkonsentrasi ke daerah yang dampaknya menyeluruh, Kalau di Tamanasri ini banyak yang terdampak tapi secara geografis letaknya terpencar. Jadi, bantuan itu melihat kok kanan kiri baik-baik saja, sehingga bantuan itu ke lokasi yang secara geografis dampaknya ngeblok atau satu RT semua (roboh),” jelasnya.

“Kalau di sini dijumlah banyak, cuma letaknya mencar-mencar,” sambungnya.

Yasin mengungkapkan jika saat ini yang paling dikeluhkan oleh warga adalah terbatasnya tenda darurat dan terpal.

“Karena rumah-rumah yang rusak itu bingung penghuninya mau ke mana. Sehingga warga tidur di emperan rumahnya dan tetangganya. Ada juga yang tinggal di kandang kambing bersama kambing-kambingnya,” ungkapnya.

“Kesehatannya pasti terdampak, bayangkan setiap hari tidur bersama kambing,” lanjutnya.

Terakhir, pria berkacamata ini mengatakan agar para donatur lebih membuka mata saat akan menyalurkan bantuan. Pasalnya menurutnya banyak warga yang terdampak tapi tidak tersentuh bantuan hanya karena wilayahnya tidak signifikan terdampak gempa, padahal rumah warga tersebut tidak layak huni lagi.

“Harapannya kalau donatur mau membantu ayo survei ke sinilah, selain sembako, yang dibutuhkan itu rekonstruksi rumah. Karena Itu butuh biaya banyak, dan pemerintah hanya menjamin saja, itupun masih simpang siur beritanya dan hanya menjamin yang meninggal atau rumahnya rusak parah,” jelasnya.

“Padahal yang rusaknya sedang itu banyak juga yang tidak layak huni,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati Malang, Muhammad Sanusi, saat dikonfirmasi terkait banyak warga yang tidak tersentuh bantuan, pria asli Gondanglegi ini menampik kabar tersebut.

“Lho endak (tidak), sudah tersentuh semua dan tidak ada yang terisolir,” tegasnya.

Alumni Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Ganjaran ini yakin bahwa Camat adalah kepanjangan tangan dari pemerintah yang sudah mendata setiap warganya. “Camat itu sama saja sebagai wakil pemerintah,” pungkasnya.

Related Posts

Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Kubah Masjid At-Taqwa di Karangploso jatuh akibat terpaan angin kencang. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Berita

Angin Kencang di Karangploso Rusak 10 Bangunan, Kerugian Total Rp119,5 Juta

Selasa, 7 Okt 2025
Yai Mim membeberkan rencana pindah rumah (M Sholeh)
Berita

Usai Jalani Pemeriksaan Polisi, Yai Mim Ungkap Rencana Pindah Rumah

Selasa, 7 Okt 2025
Kursi kursi yang dipersiapkan untuk audiens acara dakwah Dr Zakir Naik di Starion Gajayana, Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Berita

Panitia Siapkan 10 Ribu Kursi untuk Acara Dakwah Dr Zakir Naik di Stadion Gajayana Malang

Kamis, 10 Jul 2025
Jemaah haji asal Kepanjen, Sukardi dilaporkan hilang di Makkah. Foto: dok. Keluarga
Berita

Jemaah Haji Asal Kabupaten Malang Dilaporkan Hilang di Makkah

Selasa, 24 Jun 2025
Next Post
Dr Aqua Dwipayana: Niatkan Mengurus Sekolah Sepak Bola Sebagai Ibadah

Dr Aqua Dwipayana: Niatkan Mengurus Sekolah Sepak Bola Sebagai Ibadah

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.