Kisah Mistiani saat Gempa Malang: Saya Lagi Makan Rujak Tertimpa Bata dan Genteng

  • Whatsapp
Mistiani (tengah) di antara puing-puing rumahnya di Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, pada Jumat (16/4/2021). Foto: Rubianto

Tugumalang.id – Gempa magnitude 6,1 di Malang Selatan masih meninggalkan trauma tersendiri bagi warga Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Pasalnya, banyak warga yang harus kehilangan rumah karena hancur diguncang gempa yang berpusat di 90 Km sebelah barat daya Kabupaten Malang tersebut.

Tak terkecuali Mistiani yang saat kejadian tengah asik menyantap rujak bersama anaknya yang tengah hamil. “Saat kejadian gempa saya sedang duduk di ruang tamu makan rujak bersama anak saya yang sedang hamil, saat itu langsung panik mau keluar rumah gak bisa jadi cuma mondar-mandir,” kenangnya, usai menerima bantuan sembako dari Tugu Media Group, pada Jumat (16/04/2021).

Di tengah kepanikan tersebut, Mistiani sampai tertimpa batu bata dan genteng rumahnya. Akibatnya, dia mengalami luka di bagian kepala. Untungnya, dia bisa keluar dari rumah. Pasalnya, beberapa saat kemudian rumahnya langsung roboh.

“Terus waktu sampai depan pintu mau keluar sampai ketimpa batu bata dan genteng kepala saya. Saat saya sampai di luar itu debu sudah banyak, warga sudah berhamburan keluar dan wartawan sudah banyak yang datang,” ungkapnya.

“Waktu saya keluar, rumah itu langsung tidur ambruk rata dengan tanah. Yang parah itu rumah saya dan punya adik saya di belakang rumah saya,” imbuhnya.

Kini, ibu rumah tangga ini berharap agar rumahnya segera dibangun oleh pemerintah setempat. “Katanya memang dapat rumah sementara, katanya Pak Kapolda. Moga-moga nanti turun bantuannya bu katanya begitu. Kalau punya saya itu katanya dapat Rp50 juta. Tapi untuk kapannya itu belum tahu aku, katanya tunggu aja gitu,” bebernya.

“Kayanya juga dibikinkan rumah yang kecil dulu (sementara), nanti kalau sudah ada rezeki dibikinkan rumah seperti sebelumnya,” sambungnya.

Kini, setiap hari Mistiani harus tidur di posko pengungsian karena rumahnya sudah hancur. “Sekarang barang-barang saya ada di rumah anak saya, tapi kalau tidur saya di posko situ. Kalau untuk makan sehari-hari saya dikasih anak saya yang jadi relawan,” pungkasnya.

Perlu diketahui, Tugu Media Group juga menggalang donasi bagi korban gempa Malang. Bagi para pembaca yang ingin menyisihkan sebagian rezekinya untuk korban bencana gempa Malang, bisa menyalurkan donasi melalui Tugu Media Group dengan mentransfer ke rekening 0115588775 (Bank BCA) atas nama PT Tugu Malang Komunikasindo.

Jangan lupa untuk menambahkan angka 002 ketika mentransfer untuk kode unik dan mudah diidentifikasi. Contohnya, jika ingin menyumbang Rp100.000, maka harap mentransfer Rp100.002.
Reporter: Rizal Adhi
Editor: Lizya Kristanti
Baca Juga  Alhamdulillah, Berkat PPKM Angka Kasus Corona di Kota Malang Menurun

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *