MALANG, Tugumalang.id – Di tengah meningkatnya mobilitas warga dan kepadatan lalu lintas di Kota Malang, kehadiran Trans Jatim Koridor I Malang Raya menjadi angin segar bagi masyarakat. Layanan transportasi umum ini resmi mengaspal sejak 20 November 2025 dan langsung mendapat respons positif dari pengguna.
Bus yang akrab disebut Trans Jatim Gajayana tersebut dinilai mampu menjawab kebutuhan warga akan transportasi umum yang nyaman, aman, dan terjangkau. Kehadirannya menghubungkan Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu dalam satu koridor layanan yang terintegrasi.
Tak hanya membantu mengurai kemacetan, Trans Jatim Koridor I Malang Raya juga mendukung mobilitas harian pekerja, pelajar, hingga wisatawan yang selama ini bergantung pada angkutan umum.
Membantu Mobilitas Pekerjaan Sehari-hari
Salah satu warga yang merasakan langsung manfaat layanan ini adalah Putri Amalia Raindini (24). Sebagai pekerja kreatif dengan mobilitas tinggi, perempuan yang akrab disapa Dini mengaku aktivitas hariannya menjadi lebih efisien.
Baca juga: Pantau Bus Trans Jatim Koridor I Malang Raya: Tips Jitu Hindari Antrean Panjang di Halte!
Menurutnya, menggunakan Trans Jatim membuatnya tidak perlu lagi repot mengendarai kendaraan pribadi di tengah kemacetan. Kenyamanan armada juga memungkinkan dirinya tetap produktif selama perjalanan.
“Sebagai pekerja kreatif dengan mobilitas tinggi, layanan Trans Jatim sangat membantu aktivitas sehari-hari. Armada nyaman, jadi tetap bisa produktif selama perjalanan. Bisa menyusun ide tanpa khawatir macet dan enggak perlu repot nyetir,” ungkap Dini.
Selain kenyamanan, tarif bus yang terjangkau juga menjadi nilai tambah. Dengan tarif flat Rp5 ribu untuk jarak dekat maupun jauh, Dini merasa layanan ini ramah di kantong. Ia juga menilai waktu tunggu antar bus relatif singkat dan mudah dipantau melalui aplikasi.
“Jarak waktu tunggu bus enggak terlalu lama. Kalau ketinggalan, bus berikutnya juga enggak nunggu lama. Bisa dicek langsung di aplikasi,” terangnya.
Ia menambahkan, sejumlah penumpang lain yang ditemuinya turut merasa terbantu, terutama masyarakat yang kerap kesulitan memesan transportasi berbasis aplikasi daring. Ke depan, Dini berharap rute Trans Jatim Malang Raya bisa diperluas agar menjangkau lebih banyak wilayah.
“Saran mungkin rutenya bisa ditambah lagi,” ucapnya.
Memanjakan Pekerja Kantoran
Manfaat serupa juga dirasakan Anastasia Okta (29), pekerja kantoran yang setiap hari melakukan perjalanan dari Kota Malang ke Kota Batu. Perempuan yang akrab disapa Tasya ini menilai Trans Jatim Koridor I Malang Raya sangat membantu mobilitas rutinnya.
Menurut Tasya, kombinasi armada yang nyaman dan tarif terjangkau membuat perjalanan kerja menjadi lebih ringan. Rute Malang–Batu dinilainya sangat relevan bagi pekerja kantoran yang berdomisili di Malang namun bekerja di Kota Batu.
“Adanya Trans Jatim memudahkan saya sebagai pekerja kantoran yang rumahnya di Malang dan kantor ada di Kota Batu. Dengan rute Malang–Batu ini, tentu memanjakan pekerja kantoran dengan harga transportasi yang relatif terjangkau,” jelas Tasya.
Baca juga: 35 Rekomendasi Tujuan Seru di Sepanjang Rute Trans Jatim Koridor I Malang Raya
Ia juga mengaku bisa memanfaatkan waktu perjalanan untuk beristirahat sambil menikmati pemandangan kota. Hal tersebut dirasakannya penting mengingat jarak tempuh yang cukup jauh, dari Terminal Madyopuro menuju Terminal Batu.
“Bisa istirahat sejenak sambil menikmati city view Malang–Batu, before working and after working. Apalagi rute saya lumayan jauh,” tambahnya.
Jawaban Kebutuhan Transportasi Umum di Malang
Respons positif juga datang dari Alfianti Rizka, seorang pendidik yang menilai kehadiran Trans Jatim Koridor I Malang Raya sebagai jawaban atas kebutuhan transportasi umum yang memadai di Malang sejak lama.
Meski menilai kehadirannya tergolong terlambat dibandingkan kota lain, Rizka tetap mengapresiasi layanan yang ditawarkan. Menurutnya, kenyamanan armada dan kemudahan memantau posisi bus melalui aplikasi membuat pengguna tidak lagi khawatir dengan waktu tunggu.
“Menurutku bagus adanya Trans Jatim, walaupun sebenarnya kita terlambat jauh dari kota-kota lain yang sudah punya transportasi umum memadai. Apalagi sekarang bisa cek keberangkatan dan kedatangan bus dari aplikasi,” beber Rizka.
Ke depan, ia berharap jumlah armada dan cakupan rute Trans Jatim Malang Raya dapat ditambah. Dengan begitu, semakin banyak masyarakat yang beralih ke transportasi umum dan kemacetan di wilayah Malang Raya bisa berkurang.
“Semoga ke depannya bisa nambah armada biar makin banyak yang memilih transportasi umum untuk mengurangi kemacetan,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko





























