Senin, Juni 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Virus Nipah Mengintai, Dosen FK UB Ingatkan Risiko Radang Otak

Redaksi by Redaksi
Februari 4, 2026 5:01 pm
in Tugu Sehat
Virus Nipah

Ilustrasi

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Meski hingga kini belum ditemukan di Indonesia, masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman sebaran virus Nipah. Virus ini termasuk penyakit infeksi emerging dengan tingkat fatalitas tinggi dan dampak serius bagi kesehatan manusia, terutama karena kemampuannya menyebabkan peradangan otak atau ensefalitis.

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB), dr. Milanitalia Gadys Rosandy, Sp.PD, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan tenaga kesehatan dalam menghadapi potensi ancaman virus tersebut.

READ ALSO

Jaga Kesehatan! Hospital Penawar Hadirkan Paket Skrining Prostat dengan Biaya Terjangkau

Dukung Orang Tua Pahami Kebutuhan Anak, Event INAS26 Hadirkan Screening Gratis

Virus Nipah Serang Otak dan Paru-Paru

Ia menjelaskan bahwa virus Nipah tergolong sangat berbahaya karena dapat menyerang organ-organ vital tubuh. Virus ini mampu menembus sistem saraf pusat dan menyebabkan peradangan otak yang bersifat progresif.

“Virus ini dapat berkembang sangat cepat, mulai dari demam tinggi, penurunan kesadaran, hingga pasien mengalami koma,” jelasnya, Rabu (4/2/2026).

Baca juga: Bukan Karena Virus, Belasan Domba Mati di Sumbermanjing Wetan Akibat Keracunan

Selain sistem saraf, virus Nipah juga dapat menimbulkan peradangan hebat pada paru-paru. Kondisi ini berpotensi menyebabkan gagal napas akut dan meningkatkan risiko kematian. Menurutnya, kombinasi gangguan pada otak dan paru-paru inilah yang membuat tingkat kematian akibat virus Nipah relatif tinggi dibandingkan infeksi virus lainnya.

Gejala Awal Sulit Dibedakan

Dalam praktik klinis sehari-hari, dr. Milanitalia mengungkapkan bahwa tantangan utama dalam mendeteksi virus Nipah terletak pada kemiripan gejala awal dengan penyakit infeksi lain. Oleh karena itu, dokter dituntut memiliki kewaspadaan tinggi terhadap tanda-tanda klinis tertentu.

“Gejala yang perlu menjadi alarm antara lain demam tinggi yang tidak membaik, sesak napas, penurunan kesadaran, serta kejang. Perubahan kondisi yang cepat harus segera dicurigai sebagai infeksi yang lebih serius,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa virus Nipah dapat menyerang berbagai kelompok usia. Namun, risiko lebih tinggi dialami kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, serta individu dengan imunitas rendah atau kondisi immunocompromised. Pada kelompok ini, dampak klinis yang muncul cenderung lebih berat dan berkembang cepat.

Belum Ada Vaksin, Penanganan Bersifat Suportif

Terkait penanganan pasien, hingga saat ini belum tersedia vaksin maupun terapi khusus untuk virus Nipah. Penanganan medis masih bersifat suportif dan simptomatik, disesuaikan dengan kondisi pasien.

“Pasien dengan demam diberikan obat penurun panas, pasien dengan sesak napas diberikan oksigen. Jika terdapat kecurigaan virus Nipah, pasien harus dirawat di ruang isolasi dan dipisahkan dari pasien lain,” jelasnya.

Selain itu, tenaga medis diwajibkan menerapkan protokol pengendalian infeksi secara ketat, mulai dari penggunaan alat pelindung diri, kebiasaan mencuci tangan yang benar, hingga penerapan standar isolasi sesuai prosedur. Menurutnya, kesiapan tenaga kesehatan menjadi faktor kunci dalam mencegah penularan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Menanggapi wacana karantina dan pembatasan mobilitas, dr. Milanitalia menekankan pentingnya penguatan skrining, khususnya bagi individu dengan risiko tinggi. Ia menilai pengalaman pandemi COVID-19 memberikan pelajaran berharga mengenai pentingnya deteksi dini.

“Skrining di bandara dan terminal harus dilakukan secara ketat agar virus yang belum ada di Indonesia tidak masuk melalui perjalanan internasional,” tegasnya.

Dari sisi fasilitas kesehatan, ia menilai rumah sakit di Kota Malang dan wilayah Jawa Timur secara umum telah memiliki ruang isolasi khusus untuk menangani penyakit infeksi emerging. Meski demikian, ia berharap kesiapan tersebut tidak sampai diuji oleh terjadinya wabah besar.

“Jangan sampai kita kembali menghadapi situasi pandemi seperti COVID-19,” ujarnya.

Lebih lanjut, peningkatan kewaspadaan juga memerlukan peran institusi pendidikan kedokteran dalam memperkuat edukasi publik. Upaya ini penting agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar terkait virus Nipah dan tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada tanpa kepanikan berlebihan dalam menyikapi isu virus Nipah. “Waspada bukan berarti takut berlebihan. Masyarakat cukup menerapkan protokol kesehatan, menggunakan masker di area berisiko, rajin mencuci tangan, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala,” pungkasnya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko

 

Tags: kesehatanmalangnipahpendidikanpotensi virus nipahuniversitas brawijayavirus covid-19Virus nipah

Related Posts

Hospital Penawar hadirkan paket skrining prostat berbiaya terjangkau bagi pasien asal Indonesia./Foto: Pinterest/Kimberly Getchell
Tugu Sehat

Jaga Kesehatan! Hospital Penawar Hadirkan Paket Skrining Prostat dengan Biaya Terjangkau

Senin, 1 Jun 2026
Event INAS26
Tugu Sehat

Dukung Orang Tua Pahami Kebutuhan Anak, Event INAS26 Hadirkan Screening Gratis

Jumat, 29 Mei 2026
Cara Aman Mengonsumsi Olahan Daging saat Idul Adha (Foto: Pexels)
Tugu Sehat

Mengapa Tubuh Bisa Lemas setelah Makan Daging Kurban? Ini Penjelasan dr. Indra Gunawan

Rabu, 27 Mei 2026
Black Mold
Tugu Sehat

Bahaya Black Mold di Rumah, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Selasa, 26 Mei 2026
Aqua Yoga
Tugu Sehat

Mengenal Aqua Yoga, Olahraga Air yang Bantu Relaksasi dan Kebugaran

Selasa, 26 Mei 2026
Para dokter spesialis dari Morula. (Foto/ist)
Tugu Sehat

10 Persen Pasangan Usia Subur di Malang Hadapi Persoalan Infertilitas, Morula Beber Faktornya

Senin, 25 Mei 2026
Next Post
ITN Malang

Kuliah Tamu Internasional ITN Malang Bahas Masa Depan AI dan Teknologi Digital

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.