Tugumalang.id – Polemik tertundanya gaji pegawai RSI Unisma Malang belakangan menjadi perbincangan publik. Secara akumulasi, total tunggakan gaji pegawai RSI Unisma disebut mencapai sekitar Rp 3,2 miliar. Kini, yayasan yang menaungi RSI Unisma tengah berupaya memenuhi gaji tersebut dengan menjual salah satu asetnya.
HRD RSI Unisma, Nofa Diana menjelaskan bahwa persoalan finansial RSI Unisma telah terjadi sejak 2022 lalu. Berbagai upaya termasuk efisiensi telah dilakukan. Namun, mencuatnya isu gelombang pegawai resign mulai ramai di tahun 2026 ini.
“Kalau yang ramai di media sosial itu, bukan gelombang resign berjamaah. Catatan kami, sejak Januari sampai Juli 2026 itu akumulasinya ada 15 pegawai. Jadi tidak resign bersamaan, yang terakhir itu ada 5 orang,” ungkapnya, Rabu (29/7/2026).
Baca Juga: Harlah ke 28, RSI Unisma Berkomitmen Menjadi RS Pendidikan Bertaraf Internasional
Diana mengatakan bahwa persoalan gaji pegawai RSI Unisma yang masih tertahan saat ini mencapai Rp 3,2 miliar. Termasuk gaji direksi periode sebelumnya.
“Gaji yang belum terbayar itu sebesar 270 persen atau sekitar Rp 3,2 miliar. Ini gaji pegawai, pejabat direktur, termasuk direktur yang lama sampai jajaran dibawahnya. Hak mereka masih terpending 270 persen,” bebernya.
“Itu akumulasi dari total gaji yang belum dibayar mulai bulan November 2025, kemudian Desember 2025, Maret, dan April 2026,” imbuhnya.
Menurutnya, manejemen dan yayasan tengah berupaya mencari solusi untuk menutup tanggungan tersebut. Termasuk untuk memenuhi piutang RSI Unisma di beberapa pihak yang disebut mencapai angka sekitar Rp 25 miliar. Salah satunya dengan menjual aset milik yayasan.
Baca Juga: RSI Unisma Salurkan 1.000 Dosis Vaksin AstraZeneca
“Kalau asetnya yang mana, itu yayasan yang tau. Kemarin yayasan menyampaikan yayasan memerlukan dana untuk pemenuhan hutang hutang sebesar Rp 25 miliar. Itu tak hanya untuk gaji, tapi juga tanggungan di rekanan rekanan,” paparnya.
Di sisi lain, Diana memastikan bahwa pelayanan di RSI Unisma saat ini masih beroperasi seperti biasanya. Setidaknya, saat ini ada sekitar 340 pegawai di bidang medis, non medis maupun manajemen yang masih melakukan pelayanan di rumah sakit itu.
Secara pribadi, Diana mengakui kondisi keuangan RSI Unisma belum sepenuhnya stabil. Namun, pelayanan kepada masyarakat di bidang kesehatan itu masih menjadi spirit bagi para pegawai yang masih bertahan.
“Jadi kalau pelayanan saat ini masih beroperasi. Tidak ada yang berhenti. Yang sempat disebut sebut ada unit yang tutup karena pegawai resign itu juga tidak benar. Karena itu bukan tutup, tapi ada renovasi pemindahan ruangan di beberapa unit,” ujarnya.
Ia berharap kondisi finansial RSI Unisma bisa kembali stabil. Dengan demikian, hak hak pegawai bisa terpenuhi dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A


























