Malang, Tugumalang.id – Anggota DPRD Kabupaten Malang Zulham Akhmad Mubarrok mengalami luka setelah terlibat keributan dengan seorang warga di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Jumat (11/9/2026).
Zulham mengaku mengalami sejumlah benturan di bagian kepala hingga bibirnya sobek.
Peristiwa tersebut bermula saat warga Kecamatan Sumberpucung, Hadi Wiyono alias Pak Dur, datang ke kantor DPRD Kabupaten Malang sekitar pukul 14.00. Kedatangannya untuk mengantarkan surat sekaligus menyampaikan aspirasi agar akses Bendungan Lahor dibuka selama 24 jam.
Menurut Zulham, suasana mulai memanas ketika terjadi perdebatan antara Hadi dengan anggota DPRD yang menemuinya, yakni Taufik dari Fraksi Golkar dan Alaik Mubarok dari Fraksi Gerindra. Keduanya merupakan anggota DPRD dari dapil IV yang mencakup Kecamatan Sumberpucung.
“Saya diminta turun sama Ketua (DPRD) untuk melerai. Awalnya tidak ada debat apa pun dengan saya, santai,” ujar Zulham saat dihubungi wartawan Tugumalang.id.
Keributan Memanas di Gedung DPRD
Suasana kemudian memanas setelah Cak Dur mulai marah-marah dan mengumpat kepada anggota DPRD. Sejumlah anggota DPRD lainnya ikut turun hingga terjadi adu argumen.
Zulham mengaku beberapa kali berupaya melerai keributan tersebut. Namun, Cak Dur terus emosi dan menantang sejumlah anggota DPRD untuk berkelahi.
Baca juga: Ribuan Warga Kabupaten Malang Alami Pergeseran Desil, Rakyat Kecil Masuk Kategori Mampu
“Semuanya dia tantang berkelahi,” katanya.
Dalam upaya ketiga untuk melerai, Zulham mengaku justru mendapatkan umpatan dari Cak Dur. Ia kemudian merespons dengan nada tinggi dan menanyakan maksud Cak Dur.
Setelah itu, Zulham menyebut dirinya mendapat serangan dari Cak Dur. Ia mengaku beberapa kali dibenturkan hingga mengalami luka di bagian mulut dan kepala.
“Dibenturkan pakai kepala. (Cak Dur) Nyundul pakai kepala,” ujarnya.
Zulham menyebut benturan tersebut terjadi sekitar tujuh kali. Serangan tersebut mengenai mulut, kepala bagian samping kiri, serta bagian atas kepalanya.
“Saya tidak melawan. Monggo kalau memang mau niatnya tidak demokratis saya persilakan. Mau niatnya berkelahi ya silakan, saya dipukuli tidak apa-apa,” tuturnya.
Baca juga: PDIP Soroti Perubahan APBD Kabupaten Malang 2026, Dorong Anggaran Tepat Sasaran
Keributan kemudian berhasil dipisahkan. Namun, Cak Dur menyatakan persoalan belum selesai dan mengancam akan melanjutkannya. Cak Dur kemudian melempar botol air mineral dan mengenai Zulham.
“Semua marah, sudah tidak terkendali,” kata Zulham.
Zulham Jalani Visum dan Lapor Polisi
Buntut peristiwa tersebut, Zulham menjalani pemeriksaan medis. Ia mengalami benjolan di kepala kiri dan nyeri di bagian samping serta belakang kepala. Sementara itu, bibirnya mengalami luka sobek.
“Samping dan belakang kepala saya sakit. Terus yang paling parah bibir. Bibir saya sobek,” ungkapnya.
Di hari yang sama, Zulham melaporkan kejadian tersebut ke Polres Malang. Ia juga telah menjalani visum dan memberikan keterangan kepada polisi.
“Saya sampaikan kalau saya menjalankan tugas negara, menemui masyarakat. Tetapi kemudian mengalami tindakan kekerasan. Bagaimanapun, saya mohon keadilan,” ujarnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko































