Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Insight

Tulis Buku Filsafat untuk Pemalas, Ach Dhofir Zuhry Ingin Filsafat Lebih Diminati Generasi Muda

Redaksi by Redaksi
Juni 10, 2024 7:06 pm
in Insight
buku filsafat

Gus Dhofir menunjukkan buku Filsafat untuk Pemalas yang kini masuk cetakan keempat. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Semua orang bisa mempelajari filsafat. Itulah tujuan Ach Dhofir Zuhry menulis buku Filsafat untuk Pemalas yang kini sudah memasuki cetakan keempat. Filsafat bisa dikemas secara ringan dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.

Selain Filsafat untuk Pemalas, pria yang akrab disapa Gus Dhofir ini juga menulis buku berjudul Peradaban Sarung, Kondom Gergaji, Nabi Muhammad Bukan Orang Arab, dan Dadak Tidak Pernah Pergi. Semua buku tersebut bisa dibeli di toko-toko buku besar.

READ ALSO

The Whisperer, Art Toys Horor yang Terinspirasi dari Sosok Astral Penunggu Jembatan Cangar

Tak Lupa Akar, Owner Mie Cendana Viral di Malang Buka Peluang Gandeng Produk UMKM Lokal

Semua buku karya Gus Dhofir ditulis dengan bahasa yang ringan sehingga mudah dipahami dan tidak membosankan. Ia ingin mengubah anggapan di masyarakat bahwa filsafat itu kaku dan ilmiah.

“Saya ingin mengganti konsep belajar filsafat yang sulit menjadi yang ringan, gampang. Dan itu (Filsafat untuk Pemalas) kasuistik semua,” kata Gus Dhofir saat ditemui Tugu Malang ID di rumahnya yang terletak di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Bedah Buku Filsafat untuk Pemalas: Filsafat Hadir Menjumpai Kesadaran Kita

Gus Dhofir mengatakan bahwa selama ini orang beranggapan filsafat itu bersifat teoritis. Meski tak sepenuhnya salah, namun filsafat juga ada yang bersifat praktis dan selama ini dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Antri, sabar, hormat pada orang tua, punya etos kerja yang baik, menghargai waktu, itu termasuk filsafat,” kata Gus Dhofir.

Buku Filsafat untuk Pemalas berisi dua hal, yakni filsafat dalam keseharian manusia dan filsafat yang sehubungan dengan generasi muda. Dibandingkan dengan generasi sebelumnya, generasi masa kini lebih tidak sabaran.

Ia mencontohkan generasi sebelumnya harus menunggu Hari Raya Idulfitri untuk membeli baju baru atau makan daging. Namun sekarang, membeli baju baru dan makan daging bisa dilakukan kapan saja, tanpa menunggu acara tertentu.

“Generasi sekarang membaca tidak lebih dari 12-16 paragraf dan menonton video selama 3-5 menit. Padahal tidak mungkin mempelajari sesuatu dalam waktu sesingkat itu,” ujarnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Baitul Hikmah ini telah menyukai filsafat sejak belia. Saat duduk di bangku kelas 2 SMP, ia sudah membaca buku-buku filsafat.

Menurut Dhofir, peradaban manusia itu maju karena filsafat. Dengan mempelajari filsafat, masyarakat menjadi tidak mudah dibohongi. Mereka jadi punya sikap kritis dan objektif dalam melihat sesuatu.

“Kemajuan sebuah peradaban itu filsafat. Mulai dari Mesir, Babylonia, Yunani, Persia, sampai puncak kejayaan Islam,” tuturnya.

Baca Juga: Bedah Buku Filsafat untuk Pemalas: Tidak Ada Persoalan dalam Filsafat

Sejak tahun 2006, Gus Dhofir telah menulis 23 judul buku. Sebelumnya, ia sempat menulis buku dengan gaya bahasa ilmiah dan sulit dipahami orang awam. Namun, di tahun 2015, ia mulai menulis dengan gaya populer agar bukunya lebih mudah dipahami banyak orang.

“Sebelumnya buku-buku saya agak sulit diterima pasar karena buku ajar, agak kaku. Mulai dari itu (2015) sampai sekarang, tulisan saya ringan semua,” ujarnya.

Peralihan gaya bahasa ini ia lakukan karena ia ingin membagi ilmu kepada para pembaca yang lebih luas. Di sebuah toko buku, ia sempat melihat banyak buku yang sarat ilmu diobral begitu saja karena tidak banyak peminatnya. Ia pun tersadar dan mulai menulis buku yang mudah dipahami.

“Pengetahuan seharusnya dibagikan tidak dengan cara begitu (bahasa yang berat), tapi dengan bahasa yang membuat orang paham. Saya harus turunkan ego saya dan bicara dengan bahasa yang mudah dipahami,” ujar lulusan Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta ini.

Di dalam menulis buku, Gus Dhofir melakukan riset dengan banyak membaca. Sejak kecil, ia sudah banyak membaca buku dan koran, serta karya sastra. Ia juga telah berkunjung ke berbagai negara sehingga tahu banyak tentang budaya dan regulasi di belahan dunia lain.

Buku yang ditulis Gus Dhofir pun tak melulu soal filsafat. Buku berjudul Nabi Muhammad Bukan Orang Arab berisi sejarah yang mengulik asal-usul Nabi Muhammad. Rupanya, Rasul umat Islam tersebut merupakan orang Babylonia.

“Banyak di antara kita tidak bangga jadi orang Indonesia, malah kepengen jadi orang Arab. Nah, padahal Nabi Muhammad itu bukan orang Arab, dia orang Babylonia,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, Gus Dhofir akan menerbitkan dua buku lagi. Salah satunya merupakan buku motivasi Islam berjudul Kerjakan Doamu, Doakan Kerjamu. Buku itu rencananya akan dirilis sekitar dua atau tiga bulan lagi.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
editor: jatmiko

Tags: Ach Dhofir Zuhrybuku filsafatGenerasi MudaTulis Buku Filsafat untuk Pemalas

Related Posts

Penampakan 'The Whisperer', art toys karya Rino Adi Mardika yang terinspirasi dari hantu penunggu jembatan cangar. Foto: Azmy
Insight

The Whisperer, Art Toys Horor yang Terinspirasi dari Sosok Astral Penunggu Jembatan Cangar

Selasa, 5 Mei 2026
mie cendana
Insight

Tak Lupa Akar, Owner Mie Cendana Viral di Malang Buka Peluang Gandeng Produk UMKM Lokal

Sabtu, 2 Mei 2026
Sam HC (Heri Cahyono) bersiap mengelilingi dunia melintasi 14 negara. (Foto/M Sholeh)
Insight

Berbekal Tekat, Sam HC Tantang Diri Kelilingi Dunia dari Malang Naik Motor

Jumat, 1 Mei 2026
Proses pembuatan batik di Batik Seng. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Insight

Pengolahan Limbah Batik Seng, Dari Sisa Produksi Menjadi Sumber Daya Berkelanjutan

Kamis, 30 Apr 2026
Kisah CEO sekaligus Founder Thursina IIBS, Nur Abidin yang juga alumni Unisma tentang nilai dan karakter di kampus menjadi inspirasi mengembangkan lembaga pendidikan bertaraf global. /Foto: Tangkapan layar YouTube Unisma.
Insight

Jejak Gemilang Alumni Unisma: Tanamkan Nilai dan Karakter Islam Modern Melalui Lembaga Pendidikan Bertaraf Global

Rabu, 29 Apr 2026
Casila Indonesia
Insight

Casila Indonesia, UMKM Poncokusumo yang Sukses Ekspor ke Jepang dan Singapura

Minggu, 26 Apr 2026
Next Post
Polemik PBID

Imbas Polemik PBID, Ormas Tuntut Pemkab Malang Kembalikan Penghargaan UHC

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.