MALANg, Tugumalang.id – Setelah pembangunan drainase di kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) rampung, Pemerintah Kota Malang memastikan pembangunan trotoar akan segera direalisasikan. Trotoar Suhat tidak hanya dibangun sebagai fasilitas pedestrian, tetapi juga akan dipercantik secara estetis serta disterilkan dari parkir liar, lapak pedagang kaki lima (PKL), dan atribut promosi di tepi jalan.
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menjelaskan bahwa anggaran pembangunan trotoar Suhat telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pembangunan tersebut memang sudah dirancang satu paket dengan proyek drainase Suhat, sehingga tinggal menunggu tahapan pelaksanaan teknis di lapangan.
“Anggarannya sudah disiapkan provinsi, tinggal pelaksanaannya saja. Rencana dimulai tahun ini, mungkin setelah lebaran,” ucapnya, Kamis (22/1/2026).
Ali menegaskan, trotoar Suhat akan dibangun dengan konsep yang lebih estetik, modern, dan ramah pejalan kaki. Penataan ini diharapkan mampu menciptakan suasana kawasan yang lebih nyaman, tertib, dan representatif sebagai salah satu koridor utama Kota Malang.
Trotoar Suhat Ramah Pejalan Kaki dan Kawasan Lebih Estetik
Ia menyebut, desain trotoar akan mengutamakan kenyamanan publik, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman tanpa terganggu kendaraan, lapak liar, maupun elemen visual yang mengganggu keindahan kawasan.
“Jadi nanti trotoar akan dipercantik untuk pejalan kaki. Setelah itu semua akan lebih ditertibkan baik parkir, stand-stand maupun banner-banner,” ungkapnya.
Baca juga: Kawasan Jalan Soekarno-Hatta Kota Malang Bakal Ditata Jadi Destinasi Wisata
Penataan ini juga diarahkan untuk menciptakan ruang publik yang tertib, bersih, dan fungsional, sehingga trotoar benar-benar berfungsi sebagai fasilitas umum, bukan ruang parkir atau area usaha liar.
Penertiban Parkir Liar dan Sosialisasi ke Pedagang
Ali menambahkan, pihaknya telah menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan sosialisasi awal kepada para pedagang dan pelaku usaha di sekitar kawasan Suhat. Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi alih fungsi trotoar menjadi area parkir baru setelah pembangunan selesai.
“Kami sudah minta Satpol PP, Dishub dan jajaran terkait untuk sosialisasi awal ke pedagang sekitar. Karena kalau tidak, itu berpotensi bisa menjadi lahan parkir baru,” tuturnya.
Menurutnya, konsep pembangunan trotoar tersebut merupakan hasil koordinasi antara Pemprov Jatim dan Pemkot Malang. Arahan dari Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur juga menegaskan bahwa trotoar harus benar-benar difungsikan sebagai fasilitas umum, bukan ruang parkir kendaraan.
Baca juga: 5 Bus Macito Diproyeksikan Mampu Perkuat Kemandirian Pariwisata Kota Malang
“Perintah Gubernur dan Wagub, itu benar-benar menjadi fasilitas umum. Evaluasinya kan kemarin agar tak menjadi tempat parkir. Jadi semua difokuskan untuk pejalan kaki,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko
























