MALANG, Tugumalang.id – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Malang mencatat adanya peningkatan transaksi Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) sebesar 104,02 persen year on year.
Data ini membandingkan jumlah transaksi pada periode Februari 2025 dengan Februari 2024 di wilayah Malang Raya, Pasuruan Raya, dan Probolinggo Raya.
Kepala KPw BI Malang, Febrina menyebut, terdapat 7.925.641 transaksi QRIS dengan nominal mencapai Rp678 miliar pada Februari 2025. Jumlah merchant yang menggunakan QRIS pun tercatat sejumlah 787.586 tenant.
Baca Juga: Café Sawah Pujon Kidul Terapkan QRIS, Wisatawan Bisa Bayar Tanpa Uang Tunai
“Jumlah pengguna dan transaksinya meningkat pesat. QRIS kini menjadi salah satu kanal pembayara yang semakin digemari karena kemudahannya,” ujar Febrina saat ditemui di sela kegiatan Festival Jajanan Pasar yang berlokasi di Pasar Klojen, Kota Malang, Rabu (23/4/2025).
Meski angka transaksi dan penggunanya selalu meningkat dari tahun ke tahun, Febrina mengungkap masih ada tantangan dalam mengajak masyarakat untuk menggunakan QRIS. Salah satunya karena masih ada masyrakat yang takut untuk mencoba karena belum familier dengan teknologi ini.
Baca Juga: Dishub Kota Malang Terapkan Pembayaran QRIS di 51 Titik Parkir
KPw BI Malang terus berupaya untuk melakukan sosialisasi untuk mengenalkan QRIS kepada masyarakat. Saat ini BI juga telah memiliki inovasi QRIS Tap yang menggunakan fitur Near Field Communication (NFC) sehingga pengguna hanya perlu menempelkan ponsel ke mesin pembaca tanpa memindai kode QR.
“Tenant-tenant tertentu di Malang sudah mendukung transaksi menggunakan QRIS Tap,” kata Febrina.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi mengatakan, penggunaan QRIS mulai marak di pasar-pasar yang ada di Kota Malang. Dua pasar dengan QRIS Merchant terbanyak adalah Pasar Oro-oro Dowo dan Pasar Klojen.
“Saya harap semua pedagang pasar di Kota Malang bisa menggunakan QRIS,” kata Eko.
Pihaknya membuka peluang bagi semua bank untuk berpartisipasi dalam membantu pedagang pasar beradaptasi menggunakan sistem pembayaran digital. Eko juga mengimbau pada para pedagang agar mau beradaptasi dan menggunakan QRIS.
Tenant Bakso Lezat Malang di Pasar Klojen telah menggunakan QRIS BRI sejak awal buka pada Agustus 2024. Dalam sehari, sekitar 30-50 transaksi dilakukan melalui QRIS BRI.
Karyawan Bakso Lezat Malang, Muhammad Fajar mengatakan transaksi menggunakan QRIS bisa menghemat waktu karena cepat dan praktis. Penghitungan uang masuk pun lebih cepat dan tepat.
“Lebih praktis pakai QRIS. Kadang orang nggak bawa tunai atau nggak ada uang kembalian,” kata Fajar.
Selama ini, tidak ada kendala dalam penggunaan QRIS BRI. Uang pun masuk dengan cepat tanpa ada penundaan atau penangguhan.
“Selama ini uang masuknya cepat, tidak menunggu lama,” ujar Fajar.
Dikutip dari bri.co.id, BRI menerapkan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0 persen atau bebas biaya untuk transaksi sampai dengan Rp500 ribu.
Ini merupakan komitmen BRI dalam mendukung pengembangan ekonomi berbasis digital dan menopang daya beli masyarakat kelas bawah.
Pencairan QRIS BRI dilakukan secara otomatis sebanyak empat kali sehari dan ada fitur voice notification. Pedagang tak perlu khawatir dana mereka tertahan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A






















