MALANG, Tugumalang.id – Wisatawan yang berkunjung ke Café Sawah Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, kini tak perlu repot membawa uang tunai. Seluruh transaksi di kawasan wisata ini sudah bisa dilakukan melalui sistem pembayaran digital QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
Mulai dari pembelian tiket, makanan dan minuman, oleh-oleh, hingga pembayaran parkir dan penginapan, semuanya bisa dibayar secara non tunai. Sistem ini memberi kemudahan khususnya bagi wisatawan dari kota yang kini semakin terbiasa dengan transaksi digital.
QRIS Jadi Solusi Praktis Berkat Kerja Sama dengan BRI
Kepala Desa Pujon Kidul, Muhammad Ismail Mahfudz Said, mengungkapkan bahwa penggunaan QRIS di Café Sawah mulai diterapkan sejak adanya kerja sama antara Pemerintah Desa Pujon Kidul, BUMDes Sumber Sejahtera, dan Bank BRI pada tahun 2022.
Baca juga: Pujon Kidul Terima CSR Rp1 Miliar dari BRI Usai Juarai Desa BRILian 2022
“Kerja sama dengan BRI sangat membantu pelaku UMKM dan BUMDes dalam mendukung digitalisasi sistem pembayaran,” ujarnya.
Direktur BUMDes Sumber Sejahtera, Ibadur, menambahkan bahwa meski pembayaran non tunai sudah tersedia, transaksi tunai tetap diterima. Menurutnya, penggunaan QRIS sangat membantu karena mayoritas wisatawan yang datang berasal dari kota dan jarang membawa uang tunai.

Ada 48 Kios UMKM, Semua Sudah Tersedia QRIS
Café Sawah kini menaungi sekitar 48 kios UMKM yang menjual berbagai produk lokal, mulai dari makanan dan minuman, sayuran segar, buah-buahan, batik, hingga cinderamata khas.
Namun, penerapan QRIS tidak langsung diterima begitu saja oleh seluruh pedagang. Banyak pedagang, terutama yang sudah lanjut usia, awalnya merasa ragu dan lebih nyaman dengan transaksi tunai. Mereka masih berpegang pada prinsip jual beli yang konvensional.
Berkat pendampingan dan edukasi intensif dari BRI, akhirnya semua pedagang bersedia menggunakan QRIS secara aktif sejak awal tahun 2024.
Edukasi Bertahap Jadi Kunci
Mantri BRI, Hari Purnomo, mengatakan bahwa edukasi dilakukan secara bertahap agar para pedagang memahami manfaat dan cara penggunaan QRIS. Perlahan namun pasti, mereka mulai terbiasa dan bersedia menerima pembayaran digital.
“Kami lakukan pendampingan secara langsung agar mereka tidak merasa kesulitan,” katanya.
Baca juga: Daftar 13 Desa Wisata di Malang, Pujon Kidul hingga Bon Pring
Meski seluruh kios telah dipasangi QRIS, masih ada beberapa pedagang yang memilih menyembunyikan stiker QRIS mereka. Stiker baru ditunjukkan jika wisatawan secara khusus meminta untuk membayar secara digital.
“QRIS sudah terpasang di semua kios, hanya saja ada yang belum aktif menawarkan. Tapi kalau diminta, mereka akan keluarkan QR-nya,” jelas Hari.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko
























