Malang, Tugumalang.id – Rumah kos di Kota Malang kian dilirik sebagai pilihan investasi properti. Tingginya kebutuhan hunian bagi mahasiswa dan pekerja membuat bisnis kos dinilai mampu memberikan pemasukan rutin sekaligus potensi kenaikan nilai aset.
Tren tersebut berkembang seiring karakter Malang sebagai kota pendidikan. Kehadiran banyak perguruan tinggi membuat kebutuhan hunian bagi mahasiswa maupun pekerja muda tetap tinggi. Di sisi lain, persaingan yang semakin ketat mendorong pemilik kos lebih jeli membaca kebutuhan pasar.
Direktur Utama Tomoland Singgih Kharisma mengatakan, perkembangan rumah kos saat ini tidak lepas dari perubahan gaya hidup masyarakat. Kos tidak lagi sekadar menjadi tempat tinggal, tetapi juga harus menawarkan kenyamanan, keamanan, serta fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan penghuni.
Baca juga: Investasi Rumah Kos Tomoland di Malang, Solusi Hunian Produktif Dekat Kampus
“Tren rumah kos sekarang sudah bergeser. Orang tidak lagi hanya mencari kamar untuk ditinggali, tetapi juga mempertimbangkan kenyamanan, fasilitas, lokasi dan kualitas lingkungan. Ini membuat bisnis kos semakin kompetitif sekaligus menarik sebagai investasi properti,” kata Singgih.
Menurut dia, kawasan sekitar kampus menjadi salah satu lokasi paling menarik untuk pengembangan rumah kos. Salah satunya karena harga tanah terus meningkat sehingga pembangunan rumah untuk dijual kembali dinilai tidak selalu memberikan keuntungan optimal.
Sebaliknya, rumah kos memungkinkan pemilik memperoleh pemasukan berkala dari uang sewa. Di saat yang sama, nilai aset juga berpotensi terus meningkat seiring perkembangan kawasan.
“Di daerah kampus ini tanah sudah mahal sekali. Kalau untuk dibuat rumah kemudian dijual kembali dalam jangka pendek, sepertinya tidak menutupi harganya. Jadi memang yang cocok untuk investasi seperti rumah kos,” jelasnya.
Ia menilai daya tarik investasi rumah kos terletak pada dua sumber keuntungan. Yakni, pendapatan pasif (passive income) dari sewa bulanan dan potensi kenaikan nilai properti.
“Jadi ada dua hasil yang maksimal nantinya, passive income bulanan sama kenaikan properti,” imbuhnya.
Minat terhadap produk rumah kos juga terlihat pada proyek yang dikembangkan Tomoland. Singgih menyebut, permintaan ruko kos saat ini lebih tinggi dibandingkan rumah hunian.
Baca juga: Puas Kualitas Bangunan, Investor Jakarta Tambah Investasi Kos di Tomoland
Sekitar 60 persen peminat memilih rumah kos, sedangkan rumah hunian sekitar 40 persen. Meski demikian, pasar rumah tetap dinilai memiliki prospek dan masih terus dikembangkan.
“Untuk saat ini mungkin rumah kos yang lebih ditingkatkan. Tapi rumah juga jualannya masih tetap bagus untuk perkembangan di Malang,” ujarnya.
Tomoland saat ini telah mengembangkan proyek properti di berbagai titik di Kota Malang. Dalam enam bulan terakhir, perusahaan itu juga menyiapkan sejumlah pengembangan baru.
Menariknya, mayoritas investor rumah kos berasal dari luar Kota Malang. Mereka melihat rumah kos sebagai aset yang mampu menghasilkan pendapatan rutin sekaligus berpotensi mengalami kenaikan nilai.
“Mayoritas luar kota, untuk investasi. Dan mendapatkan passive income yang ROI-nya lebih tinggi dari, misalnya kalau didepositokan,” katanya.
Pola investasi rumah kos juga mulai berubah. Jika sebelumnya banyak orang tua membeli rumah di sekitar kampus untuk ditempati anak selama kuliah, kini sebagian memilih membeli rumah kos yang sekaligus bisa menjadi tempat tinggal anak.
Anak dapat menempati salah satu kamar sambil membantu mengelola properti tersebut. Sementara kamar lainnya disewakan kepada mahasiswa atau penghuni lain.
“Ada beberapa yang saya dengar, dari hasil kos itu anaknya sudah bisa mengembangkan pembelian vila di Batu. Membeli produk lagi di tempat kita yang lain,” ungkapnya.
Fenomena itu menunjukkan rumah kos tidak lagi sekadar menjadi bisnis penyewaan kamar. Properti tersebut kini dipandang sebagai aset produktif yang mampu menghasilkan arus kas sekaligus membuka peluang pengembangan investasi ke aset lainnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko


























