MALANG, Tugumalang.id – Tidak semua Pemerintah Daerah memiliki Korps Musik (korsik) sendiri. Di Jawa Timur sendiri, hanya ada 5 Pemerintah Kota (Pemkot) yang punya tim korsik sendiri. Salah satunya ialah Pemkot Malang. Namanya Raraswara Abdi Praja.
Menariknya lagi, tim korsik Kota Malang ini memiliki divisi yang lengkap. Selain membidangi marching band, kini tim Korsik ini juga memiliki divisi big band sendiri. Artinya, selain musik upacara, mereka juga bisa diandalkan mengisi pertunjukan musik hiburan kepada tamu pejabat di acara informal Pemkot.
Perkembangan tim Korsik Kota Malang ini tak lepas dari kehadiran tenaga honorer baru yang rata-rata adalah anak muda di Pemkot Malang. Sebelumnya, tim korsik hanya diisi para ASN generasi lama yang hanya berkutat memainkan musik-musik upacara formal saja.
Baca Juga: Pemkot Malang Segera Lanjutkan Proyek Jecking Usai Menangkan Gugatan di MA

Koordinator Tim Korsik Kota Malang Raraswara, Abdi Praja Umar Maulana Haries, menjelaskan hadirnya divisi big band di tubuh tim korsik ini terjadi sejak keaktifan anak-anak muda pada 2016. Kebanyakan, anak-anak muda ini merupakan tenaga honorer yang memang punya keahlian memainkan alat musik.
”Awalnya sekedar iseng nge-jam, kok cocok hingga akhirnya diwadahi buat bikin band. Kita tata lagi terus sampai akhirnya jadi big band yang diperkuat 20 orang yang pegang instrumen tambahan lain seperti terompet, klarinet dan lain sebagainya,” kisah Umar pada tugumalang.id, Senin (22/7/2024).
Baca Juga: Catat! Berikut Jadwal Gerakan Pangan Murah Pemkot Malang Periode Maret 2024

Umar mengatakan kali pertama mereka manggung dalam format big band saat kegiatan APEKSi 2017. Sejak itu pula, eksistensi mereka mulai diakui dan tampil di berbagai kegiatan informal pemerintahan lainnya.
”Saat itu, penampilan big band kita ini mengejutkan bagi lingkungan Pemkot. Banyak yang baru sadar kalau yang main ini kita-kita, anak-anak dari Pemkot sendiri,” ujarnya.
Dalam sejarahnya, keberadaan Korps musik Pemkot Malang dimulai sejak era Wali Kota Soesamto yang menjabat pada periode 1988-1998. Soesamto yang berasal dari kalangan anggota militer mengusulkan agar Pemkot memiliki Korps Musik sendiri untuk menunjang kekhidmatan upacara.

Sebelumnya, Pemkot Malang selalu meminta bantuan tenaga Korsik Ajendam atau Korsik Korem 083. Namun seiring meningkatnya permintaan bantuan, lama-lama mereka pun kewalahan. Hingga akhirnya diputuskan untuk merekrut anggota korsik di lingkungan Pemkot Malang pada 1989.
Dalam rekrutmen awal itu berhasil melatih sekitar 45 orang pegawai Pemkot yang dilatih memainkan alat musik mulai drum senar hingga trompet sangkala di bawah pengawasan kesatuan Ajudan Jenderal Kodam (Ajendam). Terakhir, pelatih tim Korsik Kota Malang ialah Peltu (purn) Didik Suparwanto pada 2015 hingga kini.
Sebelumnya, jabatan pelatih disandang oleh Peltu (purn) Suyono mulai 1997 hingga 2015. Di bawah Peltu Suyono, ada salah satu personil Korsik yang cukup penting perannya menjadi konduktor yakni David Syarial.
Lebih lanjut, tim Korsik Kota Malang mengalami perkembangan di era Wali Kota Peni Suparto dan Kabag Perlengkapan Setyoko (alm) pada 2012. Ini lantaran tim korsik mendapat dukungan peralatan baru hingga seragam.
Sejak itu, tim Korsik Pemkot Malang menjadi grup korsik yang cukup diperhitungkan di Jawa Timur selain dari Korsik Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Surabaya.
Hingga kemudian sejarah baru kembali diukir pada 2016 karena pegawai muda yang bergabung di dalamnya menunjukkan dedikasi dan kualitasnya. Saat itu, Kasubag Keuangan dan Perlengkapan di Bagian Umum Pemkot Malang dijabat oleh Agung H Buana.
Tim korsik bentukan baru pads 2016 ini kemudian dinamai Raraswara Abdi Praja dengan logo 2 terompet sangkakala. Personilnya adalah gabungan dari pemain lama dan baru hasil pelatihan dimana rentang usia antara 19-50 tahun.
Hingga di kemudian hari, Korsik Raraswara Abdi Praja menapakkan sejarah baru bagi Pemkot Malang sebagai tim Korsik satu-satunya yang punya big band di lingkup Pemerintahan di Jawa Timur.
Di mana Big Band memadukan beberapa alat musik tiup (brass section) dengan rythem section mulai dari drum, keyboard sampai biola.
Kini Tim Korsik Kota malang beranggotakan kurang lebih 26 pemain dan 2 pelatih terdiri dari 5 pemain trompet, 5 pemain mellophone, 3 pemain bass tuba, 5 pemain baritone, 3 pemain trombone slide, 3 pemain snare drum, 2 pemain bass drum dan 1 pemain cymbals.
Berbagai prestasi, kontribusi dan citra baik telah ditanamkan oleh tim Korsik untuk Pemkot Malang. Sebab itu, sudah sepantasnya mereka yang ada di dalamnya mendapat apresiasi. Tim Korsik adalah salah satu aset penting dalam citra dan nama baik Kota Malang.
”Harapan kami, di bawah kepemimpinan Kabag Umum Ibu Windra Novisari saat ini, keberadaan kami dapat semakin eksis, bisa mengikuti event-event marching band dan pagelaran musik untuk bisa lebih mengharumkan nama Pemerintah Kota Malang,” harapnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A