Malang, Tugumalang.id – Tongkat estafet kepemimpinan Lapas Kelas I A Malang resmi berganti. Teguh Pamuji kini menjabat sebagai Kepala Lapas Malang menggantikan Ketut Akbar Harry Achjar. Serah terima jabatan (sertijab) berlangsung pada Senin (26/5/2025) di Lapas Malang.
Ketut Akbar kini mengemban tugas baru sebagai Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan (Ditjenpas) Nusa Tenggara Timur (NTT). Sementara Teguh Pamuji sebelumnya menjabat sebagai Kakanwil Ditjenpas Papua.
Dalam sambutannya, Teguh Pamuji menyatakan komitmennya untuk menjalankan 13 program akselerasi Menteri Hukum dan HAM bidang Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta membawa Lapas Malang menjadi lebih baik.
“Tugas yang diberikan Pak Dirjen dan Pak Menteri selalu menekankan peningkatan, terutama dalam pelayanan kepada masyarakat dan pembinaan warga binaan. Artinya, mereka yang keluar dari sini harus menjadi pribadi yang lebih baik,” tegasnya.
Baca juga: Baru Dilantik, Kalapas Malang Fokus Perangi Peredaran Narkoba di Lingkungan Lapas
Teguh juga berjanji akan melanjutkan program-program yang telah dijalankan oleh pendahulunya, termasuk pemberantasan narkoba, pelarangan penggunaan ponsel ilegal di dalam lapas, hingga penguatan pemberdayaan warga binaan.
“Minimal kami pertahankan, dan harapannya bisa menjadi lebih baik lagi,” tambahnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi dan doa untuk Ketut Akbar yang kini menjabat di NTT. “Semoga beliau bisa membawa Ditjenpas NTT semakin maju,” ucapnya.
Sementara itu, Ketut Akbar mengungkapkan rasa syukur telah memimpin Lapas Kelas I Malang selama 1 tahun 7 bulan. Ia menyebut Malang sebagai kota penuh kesan, terutama karena kreativitas para warga binaan.
“Kreativitas teman-teman di dalam luar biasa. Mulai dari lukisan, batik, produksi garmen, hingga pupuk,” tuturnya.
Baca juga: Ribuan Napi di Lapas Malang Dapat Remisi Nyepi dan Lebaran 2025
Ia juga menyoroti keberhasilan warga binaan dalam bidang pertanian. Hasil dari lahan garapan mereka bahkan telah menembus pasar internasional, seperti edamame dan kubis.
“Tidak ada tanah kosong di dalam lapas. Semua lahan dimanfaatkan untuk mendukung program ketahanan pangan,” ujarnya.
Menurutnya, program ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, serta mendukung 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Alhamdulillah, di Lapas Malang semua itu bisa dilaksanakan,” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko





























