MALANG, Tugumalang.id – RSU Pindad Turen memberikan tanggapan atas laporan dugaan malapraktik yang dibuat oleh warga Dampit. Dalam laporan tersebut, warga bernama Yulianto (47) menyebut dirinya kehilangan penglihatan usai menjalani operasi katarak di RSU Pindad Turen pada September 2024 lalu.
Saat ditemui wartawan Tugu Malang ID, Humas RSU Pindad Turen, Yuniar Rizal Al Rosyid membenarkan Yulianto merupakan pasien mereka. Ia juga membenarkan Yulianto menjalani operasi katarak pada September 2024 lalu.
“Benar pasien tersebut (Yulianto) pernah berobat ke RSU Pindad Turen di September 2024, setelah itu tidak pernah tercatat berobat di RSU Pindad Turen sampai saat ini. Tidak ada kontrol,” ujar Rizal.
Ia menegaskan, pihak RSU Pindad Turen menghormati hak setiap pasien untuk melakukan pengaduan dan upaya-upaya hukum. Terkait laporan ini, RSU Pindad Turen akan kooperatif dan mengikuti prosedur hukum yang ada.
“Kami juga berharap semua pihak saling menghormati dan memegang prinsip praduga tak bersalah,” kata Rizal.
Baca juga: Polisi Segera Panggil Pihak RSU Pindad Turen Terkait Dugaan Malapraktik
Sebelum adanya laporan ini ke Polres Malang pada Jumat (26/9/2025) lalu, pihak RSU Pindad Turen telah bertemu dengan pihak pelapor. Menurut Rizal, pertemuan yang terjadi pada Sabtu (20/9/2025) tersebut juga dihadiri kuasa hukum kedua pihak.
“Kami telah beritikad baik dengan mengundang pasien, keluarga pasien serta kuasa hukumnya. Kami telah melakukan komunikasi secara terbuka untuk memperoleh hasil terbaik bagi semua pihak,” terangnya.
Sebelumnya diberitakan, Yulianto melaporkan dokter spesialis mata yang praktik di RSU Pindad Turen ke Polres Malang. Laporan dibuat karena pelapor kehilangan penglihatannya usai menjalani operasi katarak di RSU Pindad Turen pada September 2024.
Baca juga: Warga Dampit Kehilangan Penglihatan Usai Operasi Katarak di RSU Pindad Turen, Laporkan Dokter ke Polisi
Beberapa jam setelah menjalani operasi, Yulianto mengaku matanya mengalami sakit luar biasa. Bahkan, mata tersebut sempat mengalami pendarahan selama beberapa jam. Usai peristiwa tersebut, ia kehilangan penglihatannya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko





























