Malang, Tugumalang.id – Program Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) kembali menggelar ujian terbuka Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI) Multikultural pada Senin (8/9/2025).
Salah satu kandidat doktor yang sukses mempertahankan disertasinya adalah Sita Acetylena, S.Pd, M.Pd. Ujian terbuka berlangsung di Ruang Sidang Gedung Pascasarjana Unisma lantai 3. Dalam kesempatan itu, Sita memaparkan hasil penelitiannya berjudul “Enkulturasi Moderasi Beragama melalui Pendidikan Islam Multikultural di Chiba Islamic Cultural Center (CICC) Jepang.”

Riset tentang Pendidikan Multikultural di Jepang
Di hadapan Dewan Penguji yang terdiri dari para guru besar Unisma, Sita menjelaskan bahwa pendidikan multikultural menjadi jembatan penting dalam proses enkulturasi moderasi beragama, khususnya bagi komunitas Muslim di Jepang.
“Penelitian ini tentang bagaimana CICC Jepang melakukan pendidikan moderasi beragama dengan pendekatan multikultural. Sebab, Chiba sebagai pusat dakwah Islam perlu strategi yang inklusif agar dapat diterima masyarakat luas,” jelas Sita.
Baca juga: Prof Dr Maskuri Tegaskan Tetap Mengabdi di UNISMA, Meski Ada Tawaran dari Kampus Lain
Dosen Prodi S2 PAI Universitas Al Qolam Malang ini menambahkan, keberadaan CICC yang diisi oleh Muslim dari berbagai negara berperan penting dalam menciptakan harmonisasi kehidupan beragama. Ia menekankan bahwa dakwah di Jepang menghadapi tantangan karena mayoritas dilakukan oleh non-Jepang, sehingga penerimaan masyarakat menjadi tidak mudah.
“Ketika dakwah dilakukan oleh orang Jepang sendiri, penerimaan masyarakat jauh lebih baik. Namun, ketika tidak ada kesamaan visi antar pendakwah, apalagi dengan latar belakang aliran yang berbeda, penyampaian dakwah kepada non-Muslim menjadi lebih sulit,” terangnya.
Penelitian Sita menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di komunitas Muslim Jepang, khususnya di CICC.
Raih Doktor PAI Multikultural Unisma Nilai Memuaskan

Hasil ujian terbuka menunjukkan Sita berhasil meraih nilai A dari Dewan Penguji. Rektor Unisma, Prof. Drs. Junaidi Mistar, M.Pd, Ph.D, secara langsung mengumumkan hasil tersebut.
Prof. Junaidi memberikan apresiasi tinggi atas riset internasional yang dilakukan Sita. Menurutnya, Sita termasuk mahasiswa S3 Unisma yang menonjol, baik dalam laporan akademik maupun kontribusi penelitian.
“Penelitian ini tidak hanya berfokus di dalam negeri, tetapi juga di Jepang, pada komunitas Muslim di Chiba. Itu yang membuatnya berbeda dan memberikan nilai tambah. Bahkan, ia turut berkontribusi langsung pada pengembangan komunitas Muslim di sana,” ujar Prof. Junaidi.
Ia berharap keberhasilan Sita dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk menyelesaikan studi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap dengan kualifikasi doktor, para lulusan S3 Unisma dapat berkiprah lebih luas, menciptakan masyarakat yang toleran, damai, dan saling menghargai,” tuturnya.
Rencana Tindak Lanjut

Setelah ujian terbuka, Sita akan menindaklanjuti hasil penelitiannya, bukan hanya dalam bentuk artikel ilmiah tetapi juga dalam bentuk buku dan modul.
Baca juga: Tim Dosen Akuntansi FEB UNISMA dan Universiti Malaya Malaysia Kembangkan Model Bisnis Inovatif bagi UMKM Kota Malang
Apalagi Unisma nantinya akan menjadi pusat pendidikan dakwah bagi para pendakwah yang akan dikirim ke Jepang, sehingga dibutuhkan gambaran seperti apa kehidupan umat Muslim di Jepang melalui model dan modul yang akan dikembangkannya.
“Tindak lanjutnya adalah Unisma menerima sebagai rujukan dakwah center, sehingga bisa mengirimkan santri-santri untuk berdakwah di Jepang,” ujar Sita.
“Jadi selain artikel ilmiah, yang terindeks jurnal Scopus, juga nanti dalam bentuk buku agar menjadi rujukan. Buka ada dua, pertama bentuk buku secara ilmiah yang saya tambahkan referensi dan juga rujukannya tentang Islam multikultural di Jepang,” sambungnya.
“Juga modul ketika Unisma menjadi dakwah center dan modul ini menjadi pengenalan tentang Jepang sehingga para pendakwah ini tidak akan salah jalan, ketika mereka di sana dan bertemu dengan saudara-saudara Islam di Jepang,” tandas Sita.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko





























