Tugumalang.id – Program pengabdian masyarakat internasional yang berfokus pada pengembangan model bisnis bagi wirausahawan pemula telah sukses diselenggarakan di Kota Malang Jawa Timur pada 14 Agustus 2025.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara akademisi dari Porgram Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (Unisma) dan Universiti Malaya Malaysia.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan inklusif di Indonesia melalui peningkatan kewirausahaan yang berdaya saing global.

Program International Community Service yang diketuai oleh Assoc Prof. Dr. Nur Diana SE, MSI, CMA dan beberapa rekan dosen terdiri dari Assoc.Prof Maslichah SE, MSi, Dr. M. Cholid Mawardi SE, MM dan Dewi Diah F, SE, MSA.
Baca Juga: FK Unisma Buka Gelombang 3 Tahap 2 Pendaftaran Mahasiswa Baru Tahun 2025/2026
Sebagai mitra adalah university Malaya, Malaysia yang diwakili oleh Assoc. Prof. DR. Norizah Mohd Mustamil dan Faizal Zulkifli PhD. Kegiatan ini mengangkat tema Development of Business Models for Beginner MSME Actors and Economic Empowerment Community Malang City.
Acara berlangsung secara intensif selama tiga hari yakni 13 -15 Agustus 2025 berlokasi di Kelurahan Merjosari Kota Malang.
Assoc Prof. Dr. Nur Diana SE, MSI, CMA selaku Ketua Tim Program Kolaborasi International Community Service dalam paparannya mengatakan bahwa mengatakan bahwa Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Malang cukup berkembang dan berjumlah puluhan ribu.

Tercatat sekitar 76.290 UMKM dengan sebaran terbanyak di Kecamatan Blimbing (28%) dan Lowokwaru (22%). Mayoritas pelaku usaha adalah pemuda berusia di bawah 30 tahun dan didominasi oleh usaha kuliner, fashion, dan kerajinan tangan. Banyak pelaku UMKM yang menjalankan usaha di tingkat pemula (kurang dari 5 tahun).
Baca Juga: Masih Ada Jerawat Padahal Sudah Makan Sehat? Ini Kata Ahli Gizi RS Unisma
“Pemerintah melakukan berbagai upaya pemberdayaan seperti pelatihan rutin, klinik bisnis, pameran, dan kerjasama bisnis (B2B) untuk membantu pelaku UMKM berkembang. Namun, pemberdayaan belum sepenuhnya efektif karena berbagai kendala,” tutur Diana.

Menurutnya tantangan terbesar yang dihadapi pelaku UMKM pemula diantaranya kesulitan memasarkan produk, terutama dalam mengakses pasar yang lebih luas dan pemanfaatan digital marketing yang masih terbatas.
Banyak pelaku wirausaha pemula kesulitan mendapatkan akses permodalan yang memadai. Keterbatasan sumber daya manusia yang mengelola usaha, termasuk kemampuan manajemen dan inovasi, menjadi penghambat perkembangan usaha yang lebih profesional.
Belum adanya regulasi khusus yang mengatur persaingan antara usaha mikro dengan usaha besar, sehingga usaha kecil kesulitan bertahan di tengah persaingan pasar bisnis yang ketat.
“Kondisi ekonomi makro yang menantang seperti yang dialami pada tahun 2024, di mana omzet usaha banyak menurun hingga 60%, sangat mempengaruhi kelangsungan usaha UMKM, termasuk yang sudah berjalan puluhan tahun. Hal ini disebabkan juga oleh lesunya daya beli dan persaingan pasar,” jelas Diana.
“Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia pada triwulan I 2024 tumbuh sebesar 5,11% (year-on-year), dengan konsumsi rumah tangga mendominasi struktur pengeluaran PDB. Namun, rasio kewirausahaan Indonesia masih perlu ditingkatkan untuk mencapai level negara maju, yang idealnya mencapai 12-14% dari total penduduk,“ lanjutnya lagi.
Untuk itulah sangat penting bagi pelaku UMKM Muda untuk diberdayakan dan bagaimana pelaku bisnis di luar Indonesia yang telah menerapkan berbagai strategi agar dapat bersaing di dunia internasional. Sehingga perlu menghadirkan mitra dari Universiti Malaya untuk memotivasi dan meningkatkan jiwa entrepreneurshipnya.
Acara yang diikuti 30 peserta dari pelaku wirausaha muda ini mengikuti beberapa materi pelatihan yang digelar selama tiga hari. Yakni Global Entrepreneurship: Opportunity & Challenge yang disampaikan oleh Assoc. Prof Dr Norizah Mohd Mustamil dan Faizal Muzamil PHd ( Universiti Malaya, Malaysia).
Sesi ini menekankan peran krusial kewirausahaan dalam menciptakan inovasi, lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di era globalisasi dan teknologi yang berubah cepat.
“Kewirausahaan dapat menjadi salah satu jawaban untuk mendorong pertumbuhan ekonomi negara maupun ekonomi global yang saat ini menghadapi tantangan pelemahan daya beli akibat kenaikan suku bunga dan inflasi tinggi,” ujarnya.
Selain itu, materi Business Planning bagi Wirausaha Pemula, Pengelolaan Keuangan, Pemasaran dan Branding, Inovasi Produk dan Layanan serta pengembangan softskill disampaiakn oleh Assoc. Prof. Dr. Nur Diana SE, MSi, CMA, Assoc. Prof Hj. Maslichah SE, MSi, Ak, CA, Dr. M. Cholid Mawardi SE, MM dan Dewi Diah F, SE, MSA, CERA.
Pelatihan ini dirancang secara komprehensip untuk membekali wirausahawan pemula dengan pemahaman mendalam tentang konsep dan nilai-nilai kewirausahaan, pengembangan elemen kewirausahaan, menyusun rencana bisnis yang komprehensif, mencakup visi dan misi, analisis industri, deskripsi bisnis, rencana pemasaran, operasional, organisasi, risiko, dan perencanaan keuangan.
Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi sepanjang pelatihan, dengan tingkat kehadiran 100% dan respons aktif dalam setiap sesi tanya jawab. Di akhir pelatihan, peserta diberikan kuis dan kesempatan untuk mengembangkan rencana bisnis mereka sendiri.
Hasil penilaian menunjukkan pemahaman yang baik dari para peserta terhadap materi yang disampaikan. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal bagi pelaku usaha untuk menjalin kemitraan dengan pelaku UMKM Kota Malang serta meningkatkan skala usaha kecil untuk mendukung produksi, pengolahan, sumber daya manusia, desain pemasaran, dan teknologi.
Melalui kolaborasi antara tim pengabdi dari Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang Malang dengan mitra luar negeri dari Malaysia, kegiatan ini dirancang sebagai bentuk kontribusi nyata akademisi dalam menjawab persoalan lapangan.
Kolaborasi ini juga menghadirkan perspektif global terhadap isu pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam pengembangan kapasitas ekonomi berkelanjutan.
Dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, pengabdian ini diharapkan mampu mendorong pelaku wirausaha pemula menjadi pelaku usaha yang lebih strategis, mandiri, dan siap menghadapi tantangan ekonomi modern.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis Unisma
Editor: Herlianto. A





























