Tugumalang.id – Peringatan HUT RI ke-80 menjadi momen Universitas Islam Malang (Unisma) melecut spirit mendunia lebih gencar lagi. Salah satunya dengan mencanangkan program percepatan gelar doktor para dosen di kampus Nahdlatul Ulama tersebut.
Semangat itu disampaikan pada upacara pengibaran Bendera Merah Putih yang digelar segenap jajaran sivitas akademika Unisma pada Minggu (17/8/2025) pagi. Prosesi pengibaran yang diikuti seluruh jajaran kampus dan yayasan Unisma itu berlangsung lancar dan khidmat.
Baca Juga: Masih Ada Jerawat Padahal Sudah Makan Sehat? Ini Kata Ahli Gizi RS Unisma
Dalam momentum tersebut, Rektor Unisma Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd, Ph.D. menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas SDM tenaga pendidik lewat percepatan program doktor bagi para dosen tetap.

”Tahun ini, kita sudah menambah dosen bergelar doktor sebanyak 7 orang. Jika ditotal, sampai hari ini kita sudah punya 22 dosen yang berhasil meraih gelar doktor,” ungkapnya.
Menurut Prof. Jun, komitmen ini sangat krusial bagi tumbuh kembang kualitas pembelajaran dan riset para pengajar. Bahwa kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat berbanding lurus dengan tingkat pendidikan dosen. Semakin tinggi tingkatnya, maka kualitasnya akan semakin bagus,” tegasnya.
Baca Juga: Sering Ngantuk Setelah Makan? Ahli Gizi RS Unisma Ungkap Penyebab dan Cara Mengatasinya

Dengan begitu, semakin banyak dosen Unisma yang meraih gelar doktor ini bisa meningkatkan reputasi perguruan tinggi islam ini di tingkat internasional.
Ia berharap seiring dengan deklarasi Unisma sebagai The World Class University pada 2027 nanti, jumlah dosen bergelar doktor di Unisma bisa mencapai target 85 persen.
”Sekarang capaian kita masih di 60 persen, semoga di tahun 2027 nanti bisa tembus 85 persen dari rasio jumlah dosen tetap kita di Unisma sebanyak 400 dosen,” jelasnya.
Semangat itu selaras dengan tema nasional HUT RI ke-80 ‘Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera Indonesia’. Tema tersebut, menurut Prof Jun sejalan dengan nilai-nilai trilogi pengabdian kampus: keikhlasan, kebersamaan, dan keunggulan. Kekompakan sivitas akademika, lanjut dia, menjadi kunci keberhasilan mewujudkan cita-cita itu.

”Dengan persatuan, kita akan menjadi warga Unisma yang berdaulat atas institusi kita sendiri, bergerak bersama untuk membawa kampus menuju kelas universitas dunia,” paparnya.
Ia merefleksikan momen HUT RI ke-80 ini sebagai ajang introspeksi sejauh mana kontribusi yang kita berikan bagi Indonesia?. Kontribusi Unisma, ujar dia, lewat upaya meningkatkan kualitas pendidikan sebagai wujud nyata pengabdian kepada bangsa.
Sejauh ini, Unisma tidak hanya berperan di tingkat nasional, tapi juga di level internasional. Menurutnya, hal ini menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam memperkuat kedaulatan bangsa melalui generasi yang unggul, berdaya saing, dan mampu menebarkan manfaat di masyarakat global.
”Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini lahir dari pengorbanan jiwa dan raga. Karena itu, sudah sepatutnya kita mengisinya dengan kerja keras, semangat persatuan, dan kontribusi terbaik bagi negeri,” tegasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























