Malang, Tugumalang.id – Rasa kantuk yang datang tiba-tiba setelah makan adalah pengalaman umum yang dirasakan banyak orang. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai postprandial somnolence atau lebih akrab disebut food coma. Tapi, apa sebenarnya penyebabnya?
Ahli Gizi Rumah Sakit Universitas Islam Malang (RS Unisma), Nur Widyaning R, RD, menjelaskan bahwa rasa kantuk setelah makan tidak semata-mata karena jenis makanan yang dikonsumsi. Faktor lain seperti proses metabolisme tubuh, porsi makan, dan pola tidur juga sangat berpengaruh.
“Saat kita makan, tubuh langsung bekerja keras mencerna makanan. Mulai dari mulut, lambung, hingga usus semua aktif. Sistem pencernaan minta prioritas aliran darah agar prosesnya optimal,” jelas Widya saat diwawancarai Tugumalang.id, Minggu (27/7/2025).
Baca juga: Raih Mimpi Bersama Beasiswa Juara Unisma 2025, Peluang Emas untuk Mahasiswa Berprestasi
Ia menambahkan, saat darah banyak dialihkan ke sistem pencernaan, pasokan oksigen ke otak sedikit berkurang, sehingga muncul rasa kantuk. Itulah yang disebut dengan postprandial somnolence.
Jenis Makanan yang Memicu Rasa Kantuk
Widya mengungkapkan, jenis makanan tertentu bisa memperparah rasa kantuk setelah makan, terutama karbohidrat sederhana seperti nasi putih, mie, dan roti manis. Makanan ini memicu lonjakan gula darah yang kemudian cepat turun, sehingga menyebabkan rasa lemas dan kantuk.
“Makanan tinggi lemak dan tinggi gula juga bisa membuat pencernaan jadi berat. Akibatnya tubuh terasa lelah setelah makan,” ungkapnya.
Baca juga: Unisma Jadi PTS Terbaik di Malang Raya Versi SINTA 2025
Selain itu, makanan yang mengandung tinggi tryptophan seperti ayam, telur, dan susu akan diubah menjadi serotonin dan melatonin, hormon yang bisa memicu rasa kantuk.
Pola Makan dan Gaya Hidup Juga Berpengaruh
Bukan hanya soal jenis makanan, pola makan dan gaya hidup juga menjadi pemicu kantuk setelah makan. Mulai dari porsi makan yang terlalu besar, kebiasaan makan tergesa-gesa, hingga duduk diam di ruangan ber-AC setelah makan siang, semuanya bisa memicu rasa kantuk.
Rasa Kantuk Berlebihan Bisa Jadi Alarm Kesehatan
Widya mengingatkan agar tidak menyepelekan rasa kantuk yang berlebihan, apalagi jika terjadi setiap kali habis makan. Kondisi ini bisa menjadi tanda awal masalah kesehatan, seperti:
-
Resistensi insulin atau prediabetes: tubuh kesulitan mengatur kadar gula darah, menyebabkan kelelahan kronis.
-
Sleep apnea atau kurang tidur kronis: kualitas tidur malam yang buruk menyebabkan kantuk berlebih di siang hari.
-
Masalah tiroid atau anemia: energi tubuh rendah meskipun sudah makan.
Jika mengalami rasa kantuk yang tidak wajar, Widya menyarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter atau ahli gizi.
Tips Mengatasi Kantuk Setelah Makan
Agar tubuh tetap bugar dan tidak mudah mengantuk setelah makan, Widya membagikan beberapa tips sederhana yang bisa diterapkan:
-
Pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau kentang kukus.
-
Konsumsi makanan dengan pola gizi seimbang: karbohidrat, protein, dan sayur.
-
Makan dalam porsi kecil namun sering, hindari makan berlebihan saat lapar.
-
Berjalan kaki 5–10 menit setelah makan untuk melancarkan sirkulasi darah.
-
Pastikan mendapat tidur malam yang cukup dan berkualitas.
Untuk informasi kesehatan lainnya, simak konten menarik dari ahli gizi dan tenaga medis di akun Instagram kami: @tugusehat.id
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko
























