MALANG, Tugumalang.id – Mantan Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) periode 2014-2024, Prof. Dr. Drs. H. Maskuri, M.Si buka suara mengenai posisinya saat ini. Dengan tegas pihaknya menyatakan tidak mengambil posisi sebagai Rektor Perguruan Tinggi Swasta di Gresik, sebaliknya Prof. Maskuri memilih tetap fokus mengabdikan diri di Unisma Malang. Kalaupun toh selama 2 – 3 bulan di PTS tersebut , itu sifatnya pendampingan pendirian.
Keputusan ini sekaligus menegaskan bahwa ikatan emosional dan komitmen Prof. Maskuri terhadap kemajuan Unisma sangat kuat. Apalagi sosoknya selama memimpin Unisma dikenal berhasil membawa Unisma menuai beragam prestasi yang membanggakan.
Baca Juga: Rektor Unisma Prof Maskuri Janji Ambil Bagian Pembangunan Nasional
Melalui pencapaian peningkatan kualitas akademik, jejaring nasional dan internasional, program double degree dengan Taiwan, pengembangan sarana prasarana, penambahan program studi baru, serta penguatan integrasi nilai-nilai Keislaman yang menjadi ciri khas Unisma selama ini.
Alasan itulah menjadi pertimbangan Prof. Maskuri untuk tetap di Unisma sebagai dosen tetap sekaligus guru besar agar tetap berkontribusi kepada kemajuan kampus Unisma. Sehingga ia memutuskan untuk tidak menerima jabatan sebagai Rektor sebuah Perguruan Tinggi Swasta baru di Gresik.
“Saya memang sudah menyatakan tidak bersedia untuk diangkat menjadi rektor di Perguruan Tinggi Swasta baru di Gresik. Saya memilih bagaimana mengembangkan Unisma secara bersama-sama, dengan Ketua Yayasan (Unisma) dan juga Rektor, karena bagaimanapun Unisma besar karena kita bangun bersama-sama,” terang Prof. Maskuri dalam sebuah wawancara, kamis (7/8/2025).
Ditugaskan untuk Melakukan Pendampingan dan Merawat Amanah Pendiri Unisma
Lebih lanjut, Prof. Maskuri menjelaskan keterlibatannya di Perguruan Tinggi Swasta di Gresik tersebut, hanya bersifat pendampingan atau membantu proses pengajuan kampus tersebut hingga ijin pendirian keluar.
Meneladani sikap dan nilai pendiri Unisma, Kiai Tholhah Hasan dan Kiai Oesman Mansur untuk selalu berkontribusi pada pemikiran dan kemajuan di bidang pendidikan dan juga agama Islam, Prof. Maskuri menerima tugas dari pihak Yayasan Unisma untuk melakukan pendampingan di perguruan tinggi lain.
Baca Juga: Unisma Tuan Rumah Stadium Generale Internasional, Hadirkan Cik Gu Siti dari Malaysia
“Kami memang diutus oleh yayasan untuk melakukan sebuah pendampingan di perguruan tinggi tertentu, yang memang sebetulnya diproyeksikan sebagai rektor. Namun dalam perjalanannya, saya melihat Unisma masih sangat membutuhkan tenaga saya terkait dengan pengembangan Program Doktor Pendidikan Islam Multikultural,” ungkapnya.
“Sejalan dengan amanah yang disampaikan Kiai Tholhah Hasan dan Kiai Oesman Mansur bahwa institusi ini perlu diopeni (dirawat). Maka sinyal-sinyal ini yang menjadi pertimbangan, apalagi belum di SK (Surat Keputusan) menjadi rektor,” jelas Prof. Maskuri.
Ia mengakui seiring dengan pencapaian Unisma selama ini, semenjak purna sebagai Rektor Unisma pada 2024 lalu. Prof. Maskuri mendapat sejumlah tawaran dari perguruan tinggi lain untuk menduduki jabatan rektor. Hal ini tidak lepas reputasi Unisma di tingkat nasional dan internasional.
“Unisma memang betul-betul diperbincangkan di luar sana, banyak yang melihat potensi di Unisma luar biasa. Sehingga nyuwun sewu(permisi), banyak tawaran-tawaran menjadi rektor di luar Unisma,” ungkapnya.
Kembali ke Unisma, Prof. Maskuri menegaskan akan menjalankan hak dan kewajiban sebagai dosen yakni melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ia akan fokus pada aktivitas mengajar, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, membimbing mahasiswa, publikasi karya Ilmiah, hingga menulis buku.
Selain itu, Prof. Maskuri juga siap memberikan sumbangsihnya untuk bersama-sama memajukan kampus Unisma ke level yang lebih baik lagi.
“Saya posisi masih tetap di Universitas Islam Malang, karena secara administratif dan legalitas masih di sini. Ibaratnya, saya diberikan semacam tugas tambahan, karena Tri Dharma tetap melaksanakannya di sini,” urai Prof. Maskuri.
Penjelasan Pihak Yayasan Unisma
Sementara pihak Yayasan Unisma melalui Ketua Yayasan, Prof. Dr. Ir. H. Agus Sugianto, S.T, M.P mengatakan bahwa pihak yayasan menugaskan Prof. Maskuri untuk membantu pengembangan salah satu PTS di Gresik.
Namun, dengan kesepakatan yang sudah ditandatangani (MoU), apabila Unisma sewaktu-waktu membutuhkan tenaga dan pikiran Prof. Maskuri, ia harus kembali kampus.
Prof. Agus juga menuturkan bahwa per 1 Agustus 2025 kemarin, Prof. Maskuri kembali ke Unisma dan tidak berkenan ditunjuk sebagai rektor di perguruan tinggi lain.
Menurutnya kembalinya Prof. Maskuri yang juga berkontribusi besar pada kemajuan institusi, sangat dibutuhkan untuk mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan di masa depan.
“Sejak 1 Agustus kembali, setelah kami perbantukan di perguruan tinggi lain. Maka sejak tanggal tersebut sudah kembali milik kami dan tidak boleh keluar lagi,” ujar Prof. Agus.
“Jadi SDM (Sumber Daya Manusia) menjadi tulang punggung fondasi dasar bagi institusi, kalau bangunan, bahan material bisa disiapkan dan tinggal beli. Kalau SDM harus disiapkan dari bawah, jadi SDM yang muncul adalah aset luar biasa bagi institusi. Jangan sampai punya SDM bagus tapi tidak dirawat, karena yang paling penting bagaimana merawat SDM yang sudah bagus untuk kembali membesarkan Unisma,” bebernya.
Prof. Agus memastikan Prof. Maskuri akan kembali menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai dosen di Unisma. “Yang jelas dia sudah kembali, hak dan kewajiban akan sama dengan dosen yang lain. Tri Dharma harus kembali dipenuhi seperti sebelum kami pinjamkan,” tegasnya.
Harapan Rektor Unisma atas Kembalinya Prof. Maskuri
Rektor Unisma, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd, Ph.D menyambut baik kembalinya Prof. Maskuri ke institusi yang dipimpinnya. Ia berharap Prof. Maskuri memberikan sumbangsih pemikirannya dan bersama-sama berjuang untuk kemajuan lembaga.
“Penguatan SDM memang menjadi fokus kami, sehingga dengan tidak berlanjutnya Prof. Maskuri di perguruan tingg lain. Bisa kembali penuh kepada Unisma, itu merupakan sesuatu yang sangat fundamental dalam menguatkan program studi Pendidikan Islam, baik di level S1, S2, apalagi S3-nya,” tutur Prof. Junaidi.
“Kita tahu untuk pengembangan program doktor, keberadaan profesor itu sangat menentukan. Alhamdulillah tidak bersedianya Prof. Maskuri menjadi rektor di tempat lain, merupakan hal yang sangat membantu kami dalam mengembangkan Unisma ke depan,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A
























