Tugumalang.id – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang mencatat ada 3 calon siswa Sekolah Rakyat jenjang SMP yang mengundurkan diri jelang tahun ajaran baru yang bakal dimulai pada 7 Juli 2025 mendatang.
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito mengatakan bahwa kuota calon siswa Sekolah Rakyat jenjang SMP di Kota Malang yakni 100 siswa. Donny menyebut pendaftar calon siswa sekolah rakyat di Kota Malang sebenarnya sempat melebihi kuota yang ditentukan.
Baca Juga: Sekolah Rakyat di Kota Batu Segera Bergulir, Wali Kota Instruksikan Percepatan Administrasi
“Sebenarnya sudah genap 100 siswa tetapi sekarang menjadi 97 siswa. Karena kemarin ada yang mengundurkan diri,” kata Donny.

Adapun alasan 3 calon siswa Sekolah Rakyat yang mengundurkan diri itu menurutnya lantaran beberapa faktor. Salah satunya soal restu orang tua. Ada yang mengaku tak tega anaknya tinggal di asrama saat menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat.
“Orang tuanya merasa tidak tega karena berpisah anaknya yang tinggal di asrama,” ungkapnya.
Baca Juga: Kemensos Gandeng LPI Al-Hikmah Tata Sistem Belajar Mengajar di Sekolah Rakyat
Donny mengaku sudah memberikan pemahaman terkait sistem pendidikan di Sekolah Rakyat yang terletak di Gedung Poltekom, Jalan Tlogowaru, Kota Malang. Namun pihaknya tak bisa memaksakan kehendak orang tua siswa.
Selain soal restu orang tua, ada salah satu calon siswa Sekolah Rakyat yang disebut telah diterima dan mendapat beasiswa di pendidikan pesantren ternama.
“Ada juga alasannya karena sudah diterima di pondok pesantren terkenal lewat jalur beasiswa,” ujarnya.
Sebagai informasi, para calon siswa dijadwalkan akan mulai memasuki asrama dan pendidikan di Sekolah Rakyat pada 7 Juli 2025. Kemudian Presiden Prabowo dijadwalkan juga akan meresmikan operasional Sekolah Rakyat serentak di Indonesia pada 14 Juli 2025.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























