MALANG, Tugumalang.id – Peran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) kini tak terbatas pada menjaga keamanan lingkungan. Para anggota Satlinmas juga didorong bisa mencegah kebakaran dengan deteksi dini dan penanganan awal.
Selama ini, Satlinmas identik dengan ronda keliling dan menjaga ketertiban saat ada kegiatan warga. Padahal, peran Satlinmas juga dibutuhkan di saat ada kerawanan, seperti kebakaran.
Sebanyak 100 anggota satlinmas di Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang menerima pelatihan deteksi dini dan penanganan awal kebakaran pada Selasa (2/12/2025).
Baca Juga: Jelang Pilkada 2024, Pj Gubernur Jatim Minta Satlinmas Tingkatkan Kapasitas Pengamanan Humanis
Keterampilan ini penting dimiliki Satlinmas mengingat jarak antara Kecamatan Donomulyo dan Mako Damkar Kabupaten Malang terdekat masih berjarak lebih dari 30 kilometer.

Sekretaris Satpol PP Provinsi Jawa Timur, Lilik Herawati mengatakan, Satlinmas yang melakukan patroli kini diharapkan bisa mendeteksi kerawanan dan segera melapor ke pihak berwenang. Melalui deteksi dini ini, kerawanan bisa dicegah sehingga tidak semakin membesar.
“Dulu peran Satlinmas hanya berkaitan dengan keamanan saja. Tapi sekarang berkembang agar Satlinmas bisa melakukan potensi kerawanan yang ada di tingkat desa,” ujar Lilik.
Komandan Pleton Penanggulangan Damkar Kabupaten Malang, Syaiful Anwar menjelaskan, mako terdekat dari Donomulyo berada di Kepanjen. Butuh waktu lebih dari 30 menit untuk mencapai lokasi kejadian.
Baca Juga: TNI Manunggal Masuk Desa Bangun Infrastruktur Pertanian di Kabupaten Malang
Ia berharap pembekalan pada anggota Satlinmas ini bisa diteruskan ke masyarakat sehingga mereka bisa melakukan deteksi dini dan penanganan awal kebakaran. Dengan demikian, api sudah bisa dipadamkan sebelum membesar.
“Dengan adanya edukasi tentang cara memadamkan ketika api masih kecil, maka keberhasilan pemadaman akan semakin besar,” ujar Syaiful.
Di pelatihan ini, ia mengajarkan dua metode memadamkan api, yakni tradisional dan modern. Metode tradisional menggunakan handuk atau kain lebar lainnya yang dibasahi air. Sementara metode modern menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
“Kami lebih banyak menekankan di metode tradisional karena di setiap rumah pasti ada kain atau handuk,” kata Syaiful.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























