Malang, Tugumalang.id – Perwakilan Fraksi Gerindra DPRD Kota Malang, Rimzah, menjadi sasaran sorakan ratusan demonstran saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Malang, Rabu (17/6/2026). Massa menyorakinya setelah ia menyampaikan pernyataan yang menyanjung Presiden Prabowo Subianto ketika menanggapi tuntutan mengenai evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Aksi yang diikuti berbagai elemen mahasiswa dari Malang Raya tersebut berlangsung panas. Selain menyampaikan sembilan tuntutan kepada DPRD Kota Malang, massa juga beberapa kali melontarkan interupsi saat dialog berlangsung.
Fraksi Gerindra Tegaskan MBG Tetap Perlu Dievaluasi
Awalnya, Rimzah yang mewakili Fraksi Gerindra DPRD Kota Malang menyampaikan apresiasi kepada para demonstran karena dinilai memiliki kepedulian terhadap berbagai kebijakan pemerintah.
Dalam tanggapannya, ia menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap perlu dijalankan sembari dilakukan evaluasi secara berkelanjutan agar manfaatnya semakin optimal dirasakan masyarakat.
Baca juga: Di Hadapan DPRD Kota Malang, Mahasiswa Sampaikan 9 Aspirasi dan Tuntutan
Menurutnya, pemerintah pusat telah melakukan berbagai evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Pemerintah daerah, kata dia, juga akan mengikuti arahan pemerintah pusat dalam melakukan perbaikan pelaksanaan program.
“Kami di daerah mengikuti aturan pemerintah pusat untuk terus menjalankan program makan bergizi gratis dengan catatan evaluasi menyeluruh supaya manfaatnya lebih optimal dirasakan masyarakat Kota Malang,” ujar Rimzah di hadapan massa aksi.
Pernyataan Soal Prabowo Picu Sorakan Massa
Suasana mulai memanas ketika Rimzah menyampaikan pandangannya mengenai Presiden Prabowo Subianto. Dalam pernyataannya, ia menyebut Presiden memiliki niat tulus untuk mengabdikan hidupnya bagi bangsa dan negara.
“Tentunya saya sendiri bersaksi Pak Presiden, Pak Prabowo Subianto adalah orang yang ikhlas mengabdikan hidupnya,” ucapnya.
Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi dari peserta aksi. Sorakan, siulan, hingga teriakan penolakan terdengar dari tengah kerumunan massa yang menganggap pernyataan tersebut tidak berkaitan dengan substansi tuntutan yang sedang dibahas.
“To the point saja Pak. Jangan ke mana-mana,” teriak salah satu orator yang kemudian disambut seruan setuju dari peserta aksi lainnya.
Meski mendapat interupsi dari demonstran, Rimzah tetap melanjutkan penjelasannya terkait pelaksanaan Program MBG.
Massa Pertanyakan Data dan Pelaksanaan MBG di Kota Malang
Dalam pemaparannya, Rimzah menilai Program Makan Bergizi Gratis telah memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membuka peluang kerja di daerah.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu dibenahi sehingga evaluasi terus dilakukan agar program tersebut berjalan lebih baik ke depan.
Rimzah juga mengungkapkan bahwa terdapat beberapa dapur MBG di Kota Malang yang sempat dihentikan sementara operasionalnya karena belum memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
“Yang disuspen di Kota Malang tidak lebih dari lima. Itu karena bangunannya memang kurang optimal dan perlu penertiban,” katanya.
Baca juga: DPRD Kota Malang Amini Dampak Positif MBG Tapi Perlu Evaluasi dan Perbaikan
Pernyataan tersebut kemudian memicu pertanyaan lanjutan dari massa aksi yang meminta data lebih rinci terkait pelaksanaan Program MBG di Kota Malang.
Perdebatan antara demonstran dan perwakilan DPRD Kota Malang pun berlangsung cukup sengit. Meski beberapa kali diwarnai interupsi dan sorakan, dialog tetap berlanjut hingga seluruh aspirasi massa berhasil disampaikan kepada para wakil rakyat yang hadir.
Dalam aksi tersebut, demonstran menyampaikan sedikitnya sembilan tuntutan. Salah satu poin yang disuarakan adalah mendesak pemerintah menghentikan Program Makan Bergizi Gratis yang dinilai berpotensi menjadi celah praktik korupsi.
Selain berorasi, massa aksi juga sempat membakar ban bekas di depan pagar Gedung DPRD Kota Malang sehingga menimbulkan kepulan asap tebal yang terlihat dari sekitar lokasi aksi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: jatmiko


















