Malang, Tugumalang.id – Pemerintah Kota Malang terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat eliminasi tuberkulosis (TBC). Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil dengan turunnya jumlah kasus TBC di Kota Malang dari 2.754 kasus pada 2025 menjadi 1.284 kasus per 9 Juli 2026.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan penanggulangan TBC menjadi salah satu prioritas pembangunan kesehatan di Kota Malang. Upaya itu dilakukan melalui sinergi antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat.
“Bagi kami, TBC adalah tantangan bersama yang menyangkut kualitas sumber daya manusia, produktivitas masyarakat, dan masa depan daerah. Untuk itu, kami menempatkan penanggulangan TBC sebagai salah satu prioritas pembangunan kesehatan yang dijalankan melalui kolaborasi lintas sektor,” kata Wahyu.
Kolaborasi Dilakukan hingga Tingkat RT/RW
Kolaborasi penanggulangan TBC dilakukan secara masif di berbagai level. Mulai dari pimpinan daerah, RT/RW, kader, puskesmas, tenaga kesehatan hingga PKK.
Pemkot Malang juga membentuk tim percepatan penanggulangan TBC untuk mendukung eliminasi penyakit tersebut. Selain itu, seluruh kelurahan telah mengaktifkan Kelurahan Siaga TBC dan layanan TBC tersedia di seluruh puskesmas. Saat ini terdapat 80 klinik dan 28 rumah sakit yang menjadi jejaring layanan TBC.
Baca juga: Sebaran Penyakit TBC di Kota Malang, 2024 Capai 2.793 Kasus
Pemkot Malang juga terus meningkatkan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan, mulai dari promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat hingga peningkatan deteksi dini di masyarakat.
Selain itu, skrining terus dioptimalkan melalui website e-TB, penggunaan Mobile X-Ray di berbagai kelurahan, serta perluasan akses layanan TBC.
Wahyu berharap berbagai upaya tersebut mampu terus menekan angka TBC di Kota Malang.
“Kami menindaklanjuti, bahwa ini adalah salah satu program Presiden yang kami laksanakan. Tentu di Kota Malang secara masif kami lakukan dan kami juga melakukan penandatanganan kontrak bersama dari berbagai komunitas, sektor,” ujarnya.
“Walaupun kami sudah melaksanakan hal tersebut, dan siaga kelurahan sudah 100 persen, tetapi kami tetap memonitor dan mengevaluasi semua yang sudah kita lakukan,” katanya.
Wamenkes Apresiasi Kota Malang
Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K). Menurutnya, Kota Malang menjadi salah satu daerah dengan praktik baik dalam penanggulangan TBC, khususnya melalui penerapan Kelurahan Siaga TBC di seluruh kelurahan.
“Program-program ini di Kota Malang secara umum luar biasa. Kelurahan Siaga TB sudah lengkap. Di Indonesia (Kelurahan Siaga TB) baru 8 persen, tapi Kota Malang sudah 100 persen. Dengan adanya Kelurahan Siaga TB otomatis kadernya sudah bekerja dengan baik. Ini yang akan kita tingkatkan menjadi siaga tinggi di seluruh Indonesia,” ucapnya.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Dr. Drs. Safrizal ZA, M.Si., menyebut keberhasilan menurunkan angka TBC harus didukung kolaborasi lintas sektor dan lintas pemerintahan.
“Ini kerja kolaborasi, kerja terintegrasi antar tingkatan pemerintahan maupun secara horizontal. Kemendagri, Kementerian Sekretariat Negara, ada Kemenko. Kemudian jajaran vertikal dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Kota, bahkan aparatur kewilayahan sampai ke tingkat RW RT kita ajak kerja sama,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko


























