MALANG, Tugumalang.id – Pengurus Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Malang Masa Khidmat 2025–2029 resmi dilantik dalam sebuah prosesi khidmat yang ditandai dengan pembacaan baiat.
Baiat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor Korwil Jawa Timur, HM Hasan Bisri. Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Agung Kabupaten Malang, pada Minggu (15/2/2026).
Tokoh agama dan tokoh pemuda asal Kecamatan Tirtoyudo, Fatkhurrozi kembali terpilih untuk menahkodai badan otonom (banom) Nahdlatul Ulama (NU) ini. Di periode keduanya, pria yang akrab disapa Gus Rozi ini akan fokus pada distribusi kader dan penguatan big data.
Selama memimpin dalam kurun waktu empat tahun terakhir, Gus Rozi menilai kaderisasi di PC GP Ansor Kabupaten Malang telah berlangsung dengan baik. Oleh karena itu, empat tahun ke depan ia akan fokus pada distribusi atau penempatan kader.
“Distribusi kader ini menjadi fokus kami dengan menyusun program-program yang terukur dan terstruktur,” ujarnya.
Baca juga: Peserta Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang Tembus 107 Ribu Jamaah
Ia menjelaskan, terukur berarti organisasi mampu mengidentifikasi potensi yang dimiliki serta menentukan kontribusi nyata yang bisa diberikan kepada masyarakat luas. Sementara terstruktur diwujudkan melalui perencanaan dan pembahasan program secara detail agar capaian dapat diukur dan dievaluasi secara berkala.

PC GP Ansor Kabupaten Malang Dorong Program Ketahanan Pangan
Distribusi kader akan dimaksimalkan sesuai dengan bidang masing-masing. Saat ini PC GP Ansor Kabupaten Malang memiliki kurang lebih 20 bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi.
“Yang paling kita dorong saat ini adalah sesuai dengan program pemerintah yaitu ketahanan pangan. Selain itu, kita tingkatkan keterlibatan sahabat-sahabat dalam kegiatan sosial seperti pengobatan gratis dan kegiatan sosial lainnya,” katanya.
Luncurkan Aplikasi Didgaya
Dalam kesempatan tersebut, PC GP Ansor Kabupaten Malang juga meluncurkan aplikasi Digdaya yang merupakan wadah untuk pengelolaan data seluruh kader yang ada di Kabupaten Malang. Melalui aplikasi ini, Gus Rozi berharap sekitar 20 ribu kader bisa terdata dengan baik beserta dengan potensi yang mereka miliki.
“Jangan sampai ada kader yang punya potensi tetapi tidak terdeteksi. Ketika ada peluang, baik peluang bisnis maupun pekerjaan, kami masih kesulitan mencari (kader yang tepat),” jelas Gus Rozi.
Baca juga: Hadir di Mujahadah Kubro NU, Prabowo: NU Adalah Pilar Utama Kedaulatan Indonesia

Aplikasi Digdaya tidak hanya memuat data keanggotaan, tetapi juga akan dikembangkan untuk mendukung aktivitas organisasi secara digital. Salah satu fitur unggulannya adalah sistem akreditasi kegiatan yang sebelumnya dilakukan secara manual.
“Nanti kegiatannya tinggal difoto kemudian diarsipkan. Penilaian sudah melalui sistem. Masing-masing PAC dan ranting akan punya fitur sendiri untuk mengunggah kegiatannya,” terang Gus Rozi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko





























