Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pilihan Redaksi

Rektor UIN Malang Merinding Dengar Strategi Politik Gus Dur

Redaksi by Redaksi
Januari 4, 2022 7:16 pm
in Pilihan Redaksi
Rektor UIN Malang, Prof Zainuddin, saat Haul ke-12 Gus Dur pada Selasa (4/1/2022). Foto: tangkapan layar

Rektor UIN Malang, Prof Zainuddin, saat Haul ke-12 Gus Dur pada Selasa (4/1/2022). Foto: tangkapan layar

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Pemaparan strategi politik Gus Dur menghadapi tekanan politik era orde baru membuat pendengarnya merinding. Hal itu diungkapkan oleh Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) Malang, Prof Zainuddin dalam peringatan Haul ke-12 KH Abdurrahman Wahid pada Selasa (4/1/2022).

Haul yang diselenggarakan secara hybrid atau gabungan virtual dan offline terbatas itu, digelar di UIN Malang dengan menjalankan protokol kesehatan ketat. Sejumlah narasumber dihadirkan mulai Wali Kota Malang, Sutiaji; putri ketiga Gus Dur, Anita Wahid; hingga Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

READ ALSO

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Dalam kesempatannya, Prof Zainuddin mengatakan bahwa sudah mengenal sosok Gus Dur sejak tahun 1980. Saat itu, dia masih menjadi seorang aktivis pergerakan di Yogyakarta. Dia juga mengikuti perkembangan era orde baru hingga Islam Indonesia kala itu.

Rektor UIN Malang, Prof Zainuddin, saat Haul ke-12 Gus Dur pada Selasa (4/1/2022). Foto: Rubianto

Saat itu, dia juga pernah mengikuti pertemuan eksklusif terbatas bersama Gus Dur di rumah Alm Syaiful Mujab, tokoh NU di Yogyakarta. Dikatakan, saat itu tekanan politik orde baru begitu keras dia rasakan.

“Ketika Gus Dur bicara strategi politik menghadapi tekanan politik orde baru dan peta politik Islam Indonesia, itu sangat menarik dan membuat saya merinding mendengarnya,” ujar Prof Zainuddin.

Dia juga mengungkapkan saat itu banyak sekali tokoh pergerakan dan aktivis yang ditangkap. Kemudian Gus Dur menggemakan pandangan bahwa Islam akan menjadi besar jika mengedepankan politik sebagai moralitas. Bukan menjadikan politik sebagai institusi yang menguntungkan pribadi.

Suasana Haul ke-12 Gus Dur pada Selasa (4/1/2022). Foto: Rubianto

“Itulah yang selalu ditekankan oleh Gus Dur. Maka saya bisa mengatakan bahwa politik Gus Dur adalah politik komunikatif akomodatif atau politik silaturahim,” jelasnya.

Prof Zainuddin juga membeberkan keistimewaan Gus Dur ketika berziarah ke makam Wali Mahdum di Purwokerto. Makam wali ini merupakan makam ziarah para wali yang menjadi start keberangkatan ziarah sembilan wali.

“Saat saya berbincang dengan juru kuncinya, dia mengatakan bahwa makam itu menjadi ramai dikunjungi peziarah setelah kunjungan Gus Dur ke sana,” bebernya.

Suasana Haul ke-12 Gus Dur pada Selasa (4/1/2022). Foto: Rubianto

Disebutkan, Gus Dur dua kali berziarah ke makam Wali Mahdum yakni sebelum dan sesudah menjabat Presiden RI. Dia juga mendapat informasi bahwa makam tersebut sepi pengunjung.

Namun seusai Gus Dur berziarah ke sana, makam Wali Mahdum menjelma menjadi wisata religi di Purwokerto.

“Silaturahim ke berbagai tokoh tersebut, terutama setelah diangkat sebagai presiden merupakan kebiasaan Gus Dur. Bahkan menjelang wafatnyapun beliau ini masih menyempatkan diri berziarah ke makam kerabatnya,” paparnya.

“Kita tau betapa jaringan politik Gus Dur begitu luas. Mulai tokoh sipil, ormas, LSM, dan tokoh berbagai agama, bahkan tokoh pendukung orde baru. Relasi Gus Dur yang terlampau luas lintas agama dan golongan inilah yang membuat Gus Dur semakin poluper,” imbuhnya.

Menurutnya, Gus Dur memang diakui kepiawaiannya oleh lawan politiknya. Gus Dur juga telah diakui sebagai tokoh demokrat oleh dunia internasional.

“Gus Dur adalah politisi jenaka yang poluler, yang menganggap mudah masalah. Begitu saja kok repot menjadi ungkapan Gus Dur yang sangat poluler,” ucapnya.

Dalam menghadapi siapapun, Gus Dur kerap kali menyisipkan humor bahkan dengan penguasa garang sekalipun. Prof Zainuddin juga mengatakan bahwa Gus Dur mewarisi penyair Abunawas yang cerdik dan penuh kearifan lokal.

“Saya kira kita butuh pemimpin untuk bisa meneruskan perjuangan Gus Dur ini. Pejuang demokrasi, kemanusiaan, dan kaum populis. Dalam konteks pejuang kemanusiaan, Gus Dur bisa disejajarkan dengan Mahatma Gandi,” tandasnya.

Haul ke-12 Gus Dur ini didukung oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), OJK Malang, Pertamina, Grand Mercure Malang, Bank Jatim, Climate Change Frontier dan Malang Strudel.

Reporter: M Sholeh

Editor: Lizya Kristanti

Tags: Haul ke-12 Gus Durrektor uin malangUIN Malang

Related Posts

Kampung Gandean
Pilihan Redaksi

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Senin, 23 Mar 2026
Omah Wiromargo
Pilihan Redaksi

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Minggu, 18 Jan 2026
Kebun Botol Malang
Pilihan Redaksi

TBM Kebun Botol Malang, Literasi dan Pembelajaran Bahasa Asing di Tengah Kebun Hijau

Selasa, 7 Okt 2025
Kebun Botol
Pilihan Redaksi

Kebun Botol Malang, Inovasi Ibu-Ibu Tlogomas Ubah Limbah Plastik Jadi Ladang Hijau Bernilai Ekonomi

Selasa, 7 Okt 2025
KA Jayabaya
Pilihan Redaksi

Catatan Perjalanan KA Jayabaya: Rezeki Bertemu Penumpang Baik, Panik Tragedi Ojol di Jakarta

Selasa, 16 Sep 2025
JFC 2025 Batch 2
Pilihan Redaksi

JFC 2025 Batch 2 Dibuka, Nurcholis Tekankan 6M sebagai Landasan Jurnalisme Berkualitas

Senin, 15 Sep 2025
Next Post
Trotoar Dekat Alun-alun Kota Batu Akan Disulap Jadi Malioboro Mini

Trotoar Dekat Alun-alun Kota Batu Akan Disulap Jadi Malioboro Mini

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.