MALANG, Tugumalang.id – Penawar Special Learning Centre (PSLC) mengungkapkan fenomena yang sering kali membingungkan orang tua yang memiliki anak dengan Autisme Spectrum Disorder (ASD).
Gejala yang seringkali dialami adalah anak dapat berbicara dengan lancar, seperti bertolak belakang dengan gejala anak yang mengalami autisme yakni kesulitan dalam berbicara. Tetapi walaupun lancar dalam berbicara, anak tidak dapat berkomunikasi efektif.
Kondisi tersebut bukan sekedar masalah keterlambatan sosial biasa, melainkan bisa menjadi tanda awal dari kondisi anak yang mengalami ASD.
Baca Juga: Telah Dibuka! Penawar Special Learning Centre Samarinda Berikan Layanan Screening Gratis
Fenomena ini kerap membuat orang tua merasa lega saat anaknya mulai bisa berbicara di usia dini, tanpa menyadari bahwa kemampuan verbal tersebut tidak selalu berarti anak mampu berkomunikasi secara sosial.
Seorang anak mungkin bisa menyebutkan nama benda, menyanyikan lagu, atau mengulang kalimat, namun tidak memahami konsep komunikasi dua arah. Mereka mungkin tidak menjawab ketika diajak bicara, tidak bisa menjalin percakapan timbal balik, atau tidak menunjukkan minat pada lawan bicaranya.
Kemampuan Berbicara Berbeda dengan Kemampuan Berkomunikasi
Clinical Director PSLC, Dr. Ruwinah Abdul Karim menjelaskan seringkali anak yang memiliki kemampuan bicara dengan baik, tidak selalu memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik pula.
Banyak anak autis mampu menyebutkan kata atau kalimat tetapi mereka kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang lain.
Baca Juga: Kunjungi Penawar Hippotherapy Centre, Tugu Media Group Belajar Manfaat Terapi Berkuda bagi Anak Autis
“Kemampuan bicara berbeda dengan kemampuan berkomunikasi. Banyak anak spektrum mampu menyebut kata atau kalimat, tetapi belum memahami bagaimana cara membangun komunikasi dua arah,” jelas perempuan yang akrab disapa Wina itu.
Lebih lanjut, Wina mengatakan bahwa anak autis sering menggunakan bahasa secara hafalan, bukan fungsional.
Hal itulah yang membuat mereka kesulitan untuk membangun komunikasi dua arah dengan orang lain, termasuk dengan orang tuanya sendiri.
“Merela sering menggunakan bahasa secara hafalan, bukan fungsional,” ujarnya.
Tanda-tanda anak yang mengalami kesulitan berkomunikasi dan patut diperhatikan oleh orang tua antara lain:
· Anak sering mengulang kata atau frasa yang sama tanpa konteks.
· Sulit memahami lelucon atau permainan kata.
· Tidak menunjukkan minat untuk berinteraksi dengan teman sebaya.
· Minim ekspresi wajah saat berbicara.
· Tidak menunjuk atau menoleh ketika namanya dipanggil
Pentingnya Terapi Komunikasi Pada Anak
Penanganan yang tepat di usia dini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan sosial dan komunikasi anak dengan ASD. Wina mengatakan dengan terapi komunikasi, dapat membantu anak memahami konteks dan ekspresi dari komunikasi yang dilakukan secara dua arah.
“Terapi komunikasi sosial membantu anak belajar memahami konteks, ekspresi, dan gilir komunikasi. Di mana komunikasi bermakna harus diajarkan melalui aktivitas nyata, bukan sekedar hafalan kata,” terangnya.
PSLC melalui PSLCNet yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia menyediakan program terapi individual yang mencakup terapi wicara, terapi okupasi, dan terapi perilaku terapan.
Program terapi dirancang khusus untuk membantu anak-anak dengan autisme dapat mengembangkan keterampilan komunikasi yang lebih bermakna.
Selain itu, pentingnya deteksi dini dan intervensi cepat dengan semakin dini anak mendapatkan bantuan. Maka akan semakin besar peluangnya untuk berkembang optimal di kemudian hari.
Orang tua disarankan untuk tidak menunda konsultasi jika merasakan adanya ketidakwajaran dalam perkembangan sosial dan komunikasi anak. Meskipun kemampuan berbicaranya tampak normal.
Jika komunikasi sosialnya tidak berkembang seiring usia, bisa jadi itu adalah alarm awal dari ASD.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A





























