Kamis, Agustus 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Produksi Apel Kota Batu Terus Menurun akibat Degradasi Tanah

Redaksi by Redaksi
Februari 11, 2024 5:32 pm
in News
Apel Kota batu

Ilustrasi apel Kota Batu. Foto: Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Kota Batu, Tugumalang.id – Produksi apel khas Kota Batu, Jawa Timur masih mengalami penuruan dari tahun ke tahun. Ini terjadi akibat perubahan faktor cuaca hingga degradasi tanah.

Rata-rata, petani apel di Kota Batu mensiasati dengan dua cara, yakni beralih tanam atau tetap bertahan dengan segala cara, meski dihadapkan kerugian.

READ ALSO

Jumlah Laka Terus Bertambah, Polisi Tutup Total Jalur Klemuk Kota Batu

Coach Fahmi: Pemimpin Harus Hadirkan Kesuksesan dan Kebahagiaan

Hal ini diakui salah satu petani di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Munir yang mengaku lebih memilih beralih menanam jeruk karena lebih menjanjikan. Bahkan meski di musim hujan sekalipun, produksi jeruk tidak terlalu berpengaruh.

”Kalau pohon jeruk itu pemupukan dan pengobatan teratur. Meski musim hujan pun tapi tidak terlalu ngefek,” katanya.

Munir mengisahkan jika 100 bibit jeruk yang dia tanam mampu menghasilkan 10 ton sekali panen. Dirinya panen setiap tahun empat kali. Tak hanya dia, warga desanya juga kini akhirnya banyak beralih menanam jeruk.

“Sekarang banyak ke tanaman jeruk. Karena yang lainnya seperti sayur mayur harganya hancur mulai sejak Corona,” pungkasnya.

Baca Juga: Balada Apel Kota Batu di Film ‘Serdadu Apel Emas’ Besutan Sineas Malang Raya

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Heru Yulianto mengungkapkan hampir separuh petani apel di Kota Batu memilih beralih menanam komoditas lain sejak 2012.

”Mereka memilih menanam komoditas lain yang lebih menjanjikan seperti jeruk hingga jambu kristal,” ungkap Heru, Minggu (11/2/2024).

Hal ini disebabkan oleh penurunan kondisi tanah akibat faktor iklim maupun karena penggunaan pupuk pestisia berlebih. Penggunaan pestisida terlalu banyak ini mengingat kondisi pohon apel yang rentan terkena penyakit.

Hal ini terus berlarut-larut hingga akhirnya petani terpaksa menggunakan pestisida berlebih tapi dengan resiko kualitas tanahnya menurun. Situasi produksi apel yang sulit hari ini adalah buktinya.

Baca Juga: Balada Apel Ikon Kota Batu, Hidup Segan Mati Tak Mau

Sejauh ini, pihaknya melakukan program revitalisasi apel ini dengan pemakaian pupuk organik. Ini untuk mencegah pohon terserang hama dilakukan dengan cara membungkus apel dengan pestisida nabati yang sudah dikembangkan oleh kelompok tani.

Selain itu, pihaknya juga mempunyai laboratorium klinik penanaman terpadu untuk mengendalikan hama. “Jadi nanti pada praktiknya fokus untuk tidak hanya menggunakan pestisida kimia, namun juga pestisida hayati dan nabati,” terang Heru.

BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy

Tags: Apelapel kota batuapel kota batu menurun

Related Posts

Jumlah Laka Terus Bertambah, Polisi Tutup Total Jalur Klemuk Kota Batu
News

Jumlah Laka Terus Bertambah, Polisi Tutup Total Jalur Klemuk Kota Batu

Rabu, 12 Agu 2026
Coach Fahmi: Pemimpin Harus Hadirkan Kesuksesan dan Kebahagiaan
News

Coach Fahmi: Pemimpin Harus Hadirkan Kesuksesan dan Kebahagiaan

Rabu, 12 Agu 2026
Coach Fahmi Tekankan Kepemimpinan Resilient-Adaptive di Tengah Bisnis Chaotic
News

Coach Fahmi Tekankan Kepemimpinan Resilient-Adaptive di Tengah Bisnis Chaotic

Selasa, 11 Agu 2026
UMKM di Jatim - Ketua DPP HIPPI Soroti Tekanan Ekonomi terhadap UMKM di Jatim
News

Ketua DPP HIPPI Soroti Tekanan Ekonomi terhadap UMKM di Jatim

Selasa, 11 Agu 2026
Dana Desa Menyusut, Papdesi Kabupaten Malang Cari Bantuan ke Kementerian
News

Dana Desa Menyusut, Papdesi Kabupaten Malang Cari Bantuan ke Kementerian

Selasa, 11 Agu 2026
Luas Kebakaran Bromo Capai 742,70 Hektare
News

Luas Kebakaran Bromo Capai 742,70 Hektare

Senin, 10 Agu 2026
Next Post
Masa Tenang

Parpol Boleh Adakan Bimtek untuk Saksi di Masa Tenang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 07222026 2
Advtm 07222026 1
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.